“ISRA DAN MI`RAJ

Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim ala sayyidina Muhammad. Puja dan puji hanya milik Allah, hanya kepadaNya kita menyembah dan hanya kepadaNya kita memohon pertolongan. Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.

Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sebelum Isra Mi`raj Nabi Muhammad SAW pergi ke Thaif untuk menemui Kabilah dan pengikutnya. Beliau mengharapkan dapat memperoleh dukungan dan perlindungan dari penduduk Thaif. Akan tetapi, beliau tidak mendapat sambutan yang baik. Bahkan mereka ramai-ramai  mengusir dan menolak Nabi dengan segala caci maki yang keji. Selain dicaci maki, beliau pun dilempari dengan batu sehingga kaki beliau berlumuran darah. Nabi Muhammad SAW mengalami peristiwa ini sewaktu berusia 52 tahun. Kemudian beliau dihibur oleh Allah SWT dengan Isra Mi`raj sambil menjelajahi ciptaan Allah dan sekaligus menyaksikan langsung kebesaranNya.

Terjadinya Isra Mi`raj ini tepatnya pada tanggal 27 Rajab satu tahun sebelum hijrah (Tahun 621 Masehi) atau pada tahun kedua belas dari Kerasulan Muhammad. Dalam Isra Mi`raj ini beliau ditemani oleh malaikat Jibril. Dengan demikian beliau bisa bertanya kepada Jibril tentang sesuatu yang aneh baginya.

Isra Mi`raj secara bahasa terdiri dari dua kata, yaitu isra dan mi`raj, adalah perjalanan Rasulullah SAW pada waktu malam hari dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa diyerusalem Palestina. Adapun mi`raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW naik kelangit dari langit pertama sampai Sidratul Muntaha. Tujuan Allah dalam mengisra mi`rajkan Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut.:

  1. Untuk mempertebal keimanan Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan tugasnya sebagai utusan Allah. Hal ini disebabkan sebelumnya beliau banyak menemukan derita, tekanan, dan cemoohan dari kaumnya.
  2. Menerima perintah untuk melakukan kewajiban Shalat 5 (lima) waktu
  3. Menguji kesetiaan dan keimanan kaum muslimin. Apakah mereka percaya (iman) atau tidak dengan peristiwa Isra Mi`raj.

Setelah Nabi Muhammad SAW selesai menjalankan Isra Mi`raj beliau menceritakan segala pengalamannya kepada kaumnya. Mereka banyak yang tidak percaya, terutama dari kalangan Quraisy. Bahkan, mereka sempat mengejek Nabi Muhammad SAW telah gila : ” Masa pergi kelangit cuma semalam ? “. Kata mereka sambil tertawa. Mereka yang percaya saat itu hanya kaum muslimin dari kota Mekkah, terutama Abu Bakar. Ia menyambut baik khabar yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW sehingga Abu Bakar mendapat julukan Ash Shiddiq artinya orang yang percaya dan membenarkan kejadian Isra Mi`raj.

Saudaraku, sidang pembaca yang terhirmat,  saya sudahi sampai disini tulisan (religius) ini, semoga bermanfaat dan terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan.Jumpa lagi kita , insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

# Bahan -bahan materi diambil dan dikutip dari buku: Pendidikan Agama Islam.Oleh: Drs.H.Hasan Baihaqi, AF.#

# tulisan religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com.#

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.