Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayiidina Muhammad. Puja dan puji hanya milik Allah, hanya kepadaNya kami menyembah dan hanya kepadaNya kami memohon pertolongan. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saat saya menulis artikel (religius) puasa Ramadhan 1436 H Sudah memasuki hari ke-28 itu artinya, besar kemungkinan ketika artikel ini berada dihadapan antum sidang pembaca , hari Raya idul Fitri sudah dirayakan. Kalau begitu, perkenankan saya (penulis) artikel ini mengucapkan: ” Selamat Idul Fitri 1436 H. Minal Aidin Wal Faizin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Taqabbalallahu Minna Wa minkum. Taqaballahu ya karim.”
Saudaraku, shalat idhul Fitri dilaksanakan dengan niat didalam hati. Aku berniat melaksanakan Shalat Sunat Idhul Fitri karena Allah SWT. Kalau dilafadzkan bacaannya sebagai berikut: ” Ushalli sunnatan li`iidhil fitri rak`ataini makmuman lillahi ta`ala. Tata cara melaksanakan shalat idhul Fitri :
Shalat idul fitri dilaksanakan :
-Pada pagi hari tanggal 1 Syawal
-Sebanyak dua rakaat
-Seperti melaksanakan shalat biasa
-Didahului dengan niat didalam hati (Dengan lafadz niat)
-Dibarengi dengan Takbiratul Ikram diteruskan membaca do`a iftitah dan pada rakaat pertama dibarengi dengan 7 takbir, diantara takbir membaca tasbih: ” Subhanallahi Walhamdulillahi waala ilaha illallahu wallahu akbar.”
-Lalu membaca surat Al- Fatihah dan ayat Al-Qur`an
-Pada rakaat kedua setelah takbir intiqal kemudian takbir 5 kali, diantara takbir membaca tasbih seperti dikerjakan pada rakaat yang pertama.
-Setelah salam mendengarkan khutbah sampai selesai (do`a)
Sunat pada hari Raya idul Fitri:
-Mandi, memakai pakaian yang sebaik-baiknya, berhias menggunakan wangi-wangian.
-Makan sebelum pergi shalat ied
-Pergi shalat ied dari salah satu jalan pulang dari jalan yang lain.
-Membaca takbir dari terbenam Matahari akhir Ramadhan sampai berdiri untuk shalat ied. Takbir adalah mengakui kebesaran Allah Tuhan yang menciptakan alam.
Lafadz Takbir: Allahu Akbar.. ( 3x )
Laa Ilaha Illallahu Allahu Akbar..
Allahu Akbar Walillahilhamd..
Allahu Akbar Kabiro, Walhamdulillahi Katsiro..
Wasubhanallahii Bukrataw Wa’ashila…
Laa ilaha Illallahu Wala Na’budu Illa Iyyahu ..
Muhlishina Lahuddin, Walaw Karihal Kafirun..
Laa ilahaillahu Wahdah, Shodaqo Wa’dah..
Wanashoro ‘abdah, Wa’a’aza Jundahu Wahazamal Ahzaba Wahdah..
Laa ilaha Illallahu Wallahu Akbar..
Allahu Akbar Walillahilhamd…
Artinya :
Allah Maha Besar.. Allah Maha Besar.. Allah Maha Besar..
Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar..
Allah Maha Besar.. Dan segala Puji Hanya kepada Allah…
Allah Maha besar dengan segala kebesaran-Nya, Segala Pujian Sebanyak-banyaknya bagi-Nya..
Tiada Tuhan selain Allah, dan Tidaklah kami Sembah kecuali Dia..
Kami memurnikan Agama Islam, Meskipun orang kafir membencinya.
Tidak ada Tuhan selain Allah dengan ke-esaan-Nya.. Dia Maha menepati janji..
Dan menolong hamba-hamba-Nya, Memuliakan bala tentara-Nya dan menghancurkan musuh-musuh dengan ke-Esaan-Nya..
Tiada Tuhan selain Allah.. Dan Allah Maha Besar..
Allah Maha Besar dan Segala Puji hanya bagi Allah..
Akhir dari tulisan religius ini ingin saya menyampaikan sebuah sebuah seruan dari Sahabat Ibnu Mas`ud ra bahwa beliau berseru diakhir Ramadhan sebagai berikut:” Wahai saudara-saudara yang telah diterima Allah puasanya, bersenang gembiralah engkau dan selamat berbahagialah engkau. Tetapi wahai orang yang ditolak amal puasanya, mudah-mudahan Allah akan menutup bencana yang telah menimpa engkau.”
Sesungguhnya saudaraku, saya pribadi merasa takut, cemas dan harap, takut puasa saya tidak diterima puasa yang sudah saya kerjakan. Harap, mudah-mudahan Allah SWT dengan limpah karuniaNya berkenan dan dapat menerima walaupun puasa saya tidak sepertinya…..
Terakhir kita simak Hadist dari Sahabat Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: (Artinya):” Bulan Ramadhan adalah bulan yang Allah telah memfardhukan atasmu berpuasa didalamnya dan aku telah memsunahkan bagimu berdiri dan beribadah dimalamnya. Barangsiapa berpuasa dan bershalawatul qiyam dimalamnya karena iman dan karena mengharapkan Allah, niscaya ia keluar dari dosanya sebagai hari dilahirkan oleh ibunya .” (HR:Ibnu Khuzaimah)
Sesuai Hadist tersebut diatas itu artinya, apabila kita berpuasa sebulan penuh, kemudian pada malam harinya senantiasa kita shalat sunat tarawih (shalawatul qiyam), tahajud, beristighfar, berdzikir, membaca Al-Qur`an serta beri`tikaf, menambahkan ihsan dan membanyakan sodakoh, semata mata kita lakukan karena iman kepada Allah, mengeluarkan Zakat (zakat maal dan zakat fitrah) kemudian pada tanggal 1 Syawal kita pergi ke masjid (lapangan yang disediakan untuk melaksanakan shalat idul fitri) selesai shalat, kita saling bersalaman, kita bermaaf-maafan. Kita ucapkan : Minal A`idin Wal Faizin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Maka seluruh dosa-dosa kita akan diampuni Allah SWT dan kita akan menjadi suci bersih kembali, suci seperti seorang bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya. Subhanallah! Jangan lupa, tanggal 2 s/d 7 Syawal kita lanjutkan dengan puasa sunat 6 hari (syawalan) Didalam sebuah Hadist dikatakan bahwa inilah puasa sepanjang masa.
Sampai disini saya sudahi tulisan ini, terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
…
# Bahan-bahan( materi ) diambil dan dikutip dari buku: Akbar (Aktifitas ibadah Ramadhan) Oleh:Zulherman dan buku: Meraih Menggapai Pahala. Jilid 1 Oleh: H.Sunaryo.A.Y.)
…
# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#
…