ISRA MIKRAJ DAN HIJRAH

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta memohon ampunan-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita , junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu Baginda Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sepuluh tahun setelah Nabi Muhammad SAW melaksanakan perintah Allah yaitu berdakwah, ternyata hasilnya pun belum memuaskan. Yang mengikuti ajaran beliau baru beberapa orang. Sementara itu para pemimpin Quraisy semakin membenci dan memusuhi Nabi. Pada saat-saat yang gawat itu, para pembela Nabi meninggal dunia, yakni istri beliau Khadijah dan paman beliau Abu Thalib.
Kemangkatan kedua orang
yang paling berjasa kepada Nabi Muhammad menyebabkan beliau sangat sedih. Kesedihan itu berlangsung sepanjang tahun. Tahun kesedihan itu dikenal dalam sejarah Islam sebagai ‘tahun duka cita ( ammul huzni ). Pada tahun duka itulah Nabi diberi mukjizat oleh Allah SWT yaitu berupa ‘Isra Mikraj’.
Isra artinya berjalan pada waktu malam, yaitu dari Masjidil Haram sampai ke Masjidil Asqsha di Palestina. Perjalanan ini sangat sangat luar biasa cepatnya karena Nabi menggunakan kendaraan yang bernama Buraq ( barbun = halilintar atau kilat ). Buraq ini kecepatannya melebihi kecepatan cahaya. Peristiwa tentang perjalanan Nabi ini dijelaskan dalam Al-Qur’an : ( Artinya ) : ” Maha Suci Allah Yang telah menjalankan hamba – Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Asqsha. ” ( QS : Al Isra : 1 ) .
Dalam perjalanan malam hari itu Nabi diperlihatkan berbagai macam pengetahuan gaib. Bagaimana akibat umat yang mendustakan agama dimasa – masa lalu dan yang akan datang semuanya diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW. Begitu pula pahala dan kesenangan yang diberikan kepada umat yang taat kepada Nabi serta Rasul-Nya pun diperlihatkan. Akhir perjalanan Isra dan Mikraj adalah perjumpaan Nabi Muhammad SAW dengan Allah SWT ( Artinya Nabi menerima perintah Allah secara langsung ) di Sidratul Muntaha.
Dalam perjumpaan tersebut Nabi menerima wahyu shalat lima waktu.
Setahun setelah peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad Hijrah ke Yasrib ( Madinah ). Pindahnya Nabi ke Madinah ini atas permintaan kaum muslimin dari Madinah ketika sedang melakukan Hijrah ke Mekkah. Setelah Nabi pindah ke Madinah, agama Islam semakin besar perkembangannya sehingga dalam waktu sepuluh tahun seluruh Jazirah Arab telah memeluk Islam.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. Oleh Tim Penyusun : Drs Asdiah Suparya dkk *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.