KETENTUAN BAIK DAN BURUK DARI ALLAH SWT ( Bagian Pertama )

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa , Dzat Yang Memiliki segala keagungan, kesempurnaan , dan kemuliaan , Yang menciptakan sekaligus menjadi penguasa tunggal alam semesta beserta isinya. Berkat hidayah, taufik, rahmat dan Karunia-Nya lah saya dapat menyusun tulisan ( artikel ) religius ini berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Apabila kita percaya kepada takdir atau qadha dan qadar Allah,maka kita wajib percaya bahwa semua kejadian yang sudah terjadi, yang sedang terjadi , baik dan buruk adalah ketentuan Allah.
Banyak kita saksikan kenyataan dalam kehidupan sehari – hari tentang orang yang sudah berusaha dengan sungguh-sungguh tetapi tidak diperolehnya sesuatu yang diinginkan. Misalnya, ada seorang siswa yang sudah berusaha belajar dengan rajin, tetapi ia gagal dalam menempuh ujian. Seseorang yang telah bekerja dengan giat, tetapi hidupnya masih tetap miskin.
Ada juga seorang petani yang sudah berusaha bertani dengan sebaik – baiknya,
ia pilih bibit unggul, ia beri pupuk tanamannya, dan tanamannya pun tumbuh dengan subur. Tetapi menjelang panen, tiba-tiba datang banjir. Semua tanamannya musnah dilanda banjir.
Sebaliknya , banyak orang yang mendapat keberuntungan tanpa usaha yang sungguh – sungguh, bahkan hanya dengan berpangku tangan atau goyang – goyang kaki.
Melihat kenyataan yang demikian , ada orang yang beranggapan bahwa giat belajar dan bekerja adalah perbuatan yang sia-sia , sebab Allah sudah menentukan nasib manusia. Anggapan orang yang seperti itu adalah anggapan yang sangat salah.
Beriman kepada qadha dan qadar tidak berarti kita pasrah menunggu nasib. Karena kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi atas diri kita, maka kita harus berusaha agar yang terjadi pada diri kita adalah hal-hal yang baik. Allah telah menentukan nasib kita, yaitu baik atau buruk.
Tentunya kita berharap agar kita memperoleh yang baik dan terhindar dari yang buruk.Untuk itu kita harus berusaha. Jika kita ingin menjadi orang yang pandai , maka kita harus rajin belajar. Begitu pula , jika kita ingin menjadi orang yang kaya, maka kita harus rajin bekerja dan berusaha. Allah dan Rasul-NYA menyuruh kita agar giat bekerja.
Allah SWT berfirman : ( Artinya ) : ” Dan katakanlah : ” Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang – orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu. ” ( QS : At Taubah : 105 ).
Setelah berusaha hendaknya kita berdoa , memohon kepada Allah agar apa yang kita inginkan menjadi kenyataan. Disamping itu dengan berdoa kita akan selalu ingat , bahwa apapun yang terjadi
atas diri kita adalah karena kehendak Allah SWT. Berdoa juga merupakan usaha atau ikhtiar. Allah SWT menyuruh kita untuk berdoa, sebagaimana Firman – Nya : ( Artinya ) : ” Berdoalah kepada – Ku , niscaya akan Aku kabulkan permohonanmu. ” ( QS : Al Mukmin : 60 ) . ( Bersambung ). Saudaraku sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri dulu tulisan religius ini berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Pertama. Kita nantikan penulisan selanjutnya Bagian Kedua pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : AQIDAH AKHLAK. Oleh : Drs Masan Alfat dan Drs Abdul Rosyid. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website: Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.