KEUTAMAAN DAN KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN

Sidang Pembaca yang budiman.
Di penghujung Bulan Sya’ban 1428 H ini, kembali saya berdakwah (lewat tulisan) kali ini pembahasan sesuai judul artikel tersebut diatas. Motto Al-fakir : Saya berdakwah lewat tulisan. Islam adalah satu-satunya agama yang diterima di sisi Allah SWT, Innad dinna’ indalloohil Islaam (QS. AL Imran (3) : 19). Tidak lama lagi bulan Ramadhan akan tiba, sebagai umat Islam seyogyanya kita berkemas, bersiap-siap menanti kedatangan tetamu Agung, bulan suci yang mulia itu dengan penuh kesukaan, penuh harapan, penuh keriangan dan kegembiraan. Sesuai Hadist Rasul, Barang siapa yang menyambut kedatangan bulan puasa, Saiyidusy Syuhur yang mulia itu dengan Kegembiraan maka Allah SWT haramkan kulitnya tersentuh panasnya api neraka. Subhanallah!
Bulan puasa adalah bulan bercocok tanam untuk akhirat, bulan menghasilkan perbekalan untuk hari kemudian, bulan membersihkan dan mensucikan diri dari berbagai dosa serta menghias diri dengan budi yang tinggi dan pekerti yang luhur. Keadaan yan menylulitkan, kemuskilan yang tidak boleh sekali-kali menjadi sebab berkurangnya kegembiraan dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan. Kesukaran penghidupan dan kemahalan harga barang-barang tidak dapat sekali-kali menjadi sebab berkurangnya minat dan perhatian kita kepada ibadah puasa yang tiada tandingan pahalanya itu. Perbanyaklah do’a, moga-moga Allah SWT memberikan tenaga, kelapangan, kemudahan dan kesempatan kepada kita untuk mengerjakan puasa dan mudah-mudahan Allah SWT memberi taufik kepada kita kiranya dapatlah kita menunaikan puasa itu dengan hati yang jujur dan tulus ikhlas, terjauh dari perasaan Riya, Ujub, Sum’ah dan dari segala rupa penyakit yang dapat menghilangkan pahala puasa.
·    Renungkan Hadist yang cukup panjang ini ketikia Rosulullah SAW pada hari terakhir dari bulan Sya’ban berkhotbah dihadapan para Sahabat untuk menerangkan keutamaan dan keistimewaan Bulan Ramadhan :
Ø    Wahai manusia, sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkatan, yaitu bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 (Seribu) bulan, bulan yang Allah SWT telah menjadikan puasanya suatu fardhu dan Qiyam dimalam harinya suatu Tathauwu. Barang siapa mendekatkan dirinya kepada Allah SWT dengan suatu pekerjaan kebajikan didalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu dibulan yang lain. Dan barang siapa menunaikan suatu fardhu didalam bulan Ramadhan, samalah dia dengan orang yang mengerjakan 70 (tujuh puluh) fardhu di bulan yang lain. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu,  pahalanya adalah Surga.
Ramadhan itu adalah bulan memberikan pertolongan dan bulan Allah menambah Rizki para Mukmin didalamnya. Barang siapa memberi makanan berbuka di dalamnya kepada seseorang yang berpuasa adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari Neraka. Orang yang memberikan makanan berbuka puasa, baginya pahal seperti pahala orang yang mengerjakan puasa itu, tanpa sedikitpun berkurang, Para Sahabat berkata : Ya Rosulullah, tidaklah kami semua memiliki makanan berbuka puasa itu untuk orang yang berpuasa. Maka bersabda Rosulullah SAW : Allah memberikan pahala ini kepada orang yang memberikan sebutir korma, atau setengah air, atau sehirup susu.
Dialah Bulan yang permulaannya Rahmat, pertengahannya Ampunan (Magfiroh) dan akhirnya Merdeka dari Neraka (‘Itqun minan Naar). Barang siapa meringankan beban dari hamba sahaya (Pembantu-pembantu rumah),  niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari Neraka. Karena itu perbanyaklah yang empat perkara di dalam Bulan Ramadhan. Dua perkara untuk kamu menyenangkan Tuhanmu dan dua perkara lagi untuk kamu sangat menghajatinya. Dua perkara yang kamu lakukan untuk menyenangkan Allah, ialah mengakui dengan sesungguhnya, bahwasanya tida ada Tuhan melainkan ALlah dan mohon ampun kepada-Nya. Dua perkara lagi yang kamu sangat membutuhkannya ialah mohon Sorga dan berlindung dari Neraka. Barang siapa memberi minum kepada orang yang berpuasa, niscaya Allah memberi minum kepadanyadari air kolamku dengan satu minum yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga ia masuk dalam Sorga. (Diriwayatkan oleh : Ibnu Khuzaimah dari Salman ra).
Ø    Dan Hadist berikut ini :
Artinya : “Sungguhnya telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkati Allah memerintahmu berpuasa didalamnya. Dalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu Sorga, di kunci segala pintu Neraka dan dibelenggu segala Syetan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari 1000 (seribu) bulan. Barang siapa tidak diberikan kepadanya kebajikan malam itu, berarti telah diharamkan baginya segala rupa kebajikan.”
(Diriwayatkan oleh Ahmad, An-Nasa’i dan Al Baihaqi dari Abu Hurairah ra).
Sebagai Ulama berkata, lantaran penerangan yang tersebut ini, maka para Ulama menyukai kita bertahniyah memberi selamat atau mengucapkan kata selamat sebagai tanda kegembiraan menyambut bulan yang berbahagia ini. Bilan yang dibuka dalamnya segala pintu Sorga dan ditutup dalamnya segala pintu Neraka serta dibelenggu segala Syetan. Siapakah gerangan yang tidak bersenang hati atas kedatangan bulan Ramadhan yang demikian tinggi nilainya dan  kemuliaanya ?
Keutamaan Bulan Ramadhan sedikit yang Al-Fakir ketahui sebagai berikuat :
Ø    Rosulullah SAW bersabda :

Artinya : “Bulan Ramadhan Adalah Bulan yang Allah telah memfardhukan atasmu berpuasa didalamnya, dan aku telah mensunahkan bagimu berdiri dan beribadah di dalamnya. Barang siapa berpuasa dan bershalatul qiyam didalamnya karena iman dan karena mengaharapkan Allah, niscaya ia keluar dari dosanya, sebagai hari dilahirkan oleh ibunya. (Diriwayatkan oleh : Ibnu Khuzaimah dari Abu Hurairah ra)

Ø    Rosulullah SAW bersabda :
Artinya : “Telah diberikan kepada umatku dibulan Ramadhan lima perkara, yang belum pernah diberikan kepada seseorang Nabi sebelumku :
    1.    Dipermulaan bulan Ramadhan Allah melihat kepada para umatku. Barang siapa Allah melihat kepadamu, niscaya. tidak diazabnya selamanya.
    2.    Bau mulut mereka diwaktu petang hari lebih wangi disisi Allah dari bau Kasturi.
    3.    Para Malaikat memohon amunan untuk mereka disetiap hari dam malam
    4.    Allah menyuruh kepada Sorga-Nya serta berkata kepadanya : Bersiaplah kamu dan Berhiaslah kamu untuk hamba-hambaKu. Mereka hampir beristirahat dari kepayahan dunia, menuju ke negeri-Ku dan kemuliaan-Ku.
    5.    Pada akhir malam bulan Ramadhan, Allah mengampuni semua dosa mereka.

Seseorang lelaki dari Sahabat bertanya : Apa itu malam Qodar ya Rosulullah ? Nabi menjawab : Tidak ! Apakah engkau tidak melihat kepada pekerja-pekerja yang berkerja.
Apabila mereka telah selesai dari pekerjaan mereka, niscaya disempurnakan upah-upah mereka.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Al Bazzar, Al Baihaqi dari Jabir)

Ø    Nabi SAW bersabda :

Artinya : “Sekiranya Manusia mengetahui kebajikan-kebajikan yang dikandung didalam Ramadhan itu, tentulah mereka mengaharap-harap supaya Ramadhan berlaku sepanjang tahun. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dun-ya)
Ø    Rosulullah SAW bersabda :   
Artinya : “ Telah berfirman Allah Azza Wajalla : Tiap-tiap amal anak Adam untuknya sendiri, selain dari puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan pembalasan kepadanya. Puasa itu Junnah (Perisai) karena itu apabila seseorang kamu sedang berpuasa, janganlah ia memikirkan kata-kata yang buruk-buruk, yang keji-keji dan yang membangkitkan rangsangan syahwat, dan janganlah pula ia mendatangkan hiruk-pikuk hingar-bingar. Apabila ia dimaki atau ditantang oleh seseorang hendaklah ia katakan : Saya ini berpuasa, saya ini sedang berpuasa. Demi Allah yang diriku (Muhammad) ditangan-Nya, bau busuk mulut orang yang berpuasa lebih baik dan lebih harum disisi Allah dari bau Kasturi yang harum semerbak.  Orang yang berpuasa itu mempunyai dua kesenangan. kesenangan dikala berbuka dengan karena berbukanya dan kesenangan dikala bertemu dengan Tuhannya dengan karena puasanya (HR. Bukhari dari Abu Hurairah ra).

Ø    Rosulullah SAW bersabda :

Artinya : Segala amal kebajikan anak Adam dilipat gandakan pahalanya dengan sepuluh, hingga 700 ganda. Allah berfirman : Kecuali puasa, puasa itu untuk-Ku dan Aku memberikan pembalasan (Pahala) kepadanya, ia telah meninggalkan syahwat dan  makan minumnya lantara Aku. Seorang yang berpuasa memperoleh dua kesenangan, kesenangan dikala berbuka dan kesenangan dikala berhadapan dengan Allah. Dan benar-benar bau busuk mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi disisi Allah dari pada bau Kasturi (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra)

Ø    Rosulullah SAW bersabda :

Artinya :  “Puasa dan Al-Qur’an memberikan Syafaat kepada para hamba dihari kiamat. Puasa berkata : Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya makan makanan dan memenuhi syahwat-syahwatnya disiang hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat kepadanya.
Dan berkata Al-Qur’an : AKu telah menghalanginya tidur dimalam hari maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya. Syafaat kedua-duanya diterima Allah (Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang Shahih dari Abdullah Ibnu Amar)

Ø    Dari Abu Umamah, ujarnya :

Artinya : “Saya datang kepada Rosulullah SAW lalu saya berkata : Suruhlah aku mengerjakan sesuatu amalan yang memasukkan daku dalam Sorga, Bersabda Nabi SAW : “Tetaplah engkau berpuasa kerana puasa itu tak ada bandingnya. “ Kemudian aku mendatangi Nabi yang kedua, makan Nabi berkata pula : “ Tetaplah engkau berpuasa. “ (Diriwayatkan oleh Ahmad, An-Nasa’i dan Al Hakim).

Ø    Rosulullah SAW bersabda :

“Artinya : “Tidak berpuasa seorang hamba pada suatu hari dijalan Allah, melainkan Allah menjauhkan Neraka dengan karena puasa hari itu dari mukanya selama 70 (tujuh puluh) tahun.” (Diriwayatkan oleh Al Jamaah dari Abu Sa’id)

Ø    Rosulullah SAW bersabda :

    Artinya : “Barang siapa berpuasa ramadhan karena ingin dan mengharapkan Pahala Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya yang telah lalu.” (Diriwayatkan oleh Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah ra.)

Sampai disini saya akhiri dakwah saya (lewat tulisan) setentang keutamaan bulan Ramadhan. Saya berserah diri kepada Allah SWT, nawaitu saya menulis artikel religius ini adalah bahwa sedikit ilmu yang saya miliki saya sampaikan, Balliggu Anni Walau Ayyatan, demikian Sabda Rosul. Kepada sidang pembaca ingin saya mengingatkan akan untaian kata mutiara dari Sayyidina Ali bin Abu Thalib ra : Apabila engkau mendengar ilmu, maka sebarkanlah ia! Dan jangan engkau campurkan dengan senda gurau, agar tak nanti dimuntahkan oleh hati. Semoga risalah yang kecil ini dan usaha yang tidak seberapa ini bermanfaat sebagai Ilmun Yuntafa’u Bihi guna mencapai Ridho Allah dan Rosul-Nya semata. Dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Ath Thabrani, sebuhungan dengan kedatangan Ramadhan Nabi SAW mengucapkan kepada para sahabat :

Artinya : “Telah datang kepadamu Bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka selamat datanglah kepadanya. Telah datang bulan puasa membawa segala rupa keberkatan, maka alangkah mulianya tamu yang datang itu.”

    Selamat datang Bulan Ramadhan, selamat datang Saiyidusy Syuhur yang mulia. Kami senang, kami gembira, kami bahagia, Selamat datang tetamu Agung, bulan puasa yang suci, selamat datang …

________________

( Bahan – bahan (materi) diambil dari buku Pedoman Puasa, karangan : Prof. Dr. T. M. hasbi Ash Shiddieqy. Penerbit : Bulan Bintang, Jakarta )
________________

• • •

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.