Assalamualaikum sidang pembaca,apa khabar? Alhamdulillah jumpa lagi kita (lewat tulisan) kali ini sesuai judul artikel religius ini tersebut diatas,semoga mendapat tempat dihati setiap pembaca sehingga iman didada bertambah tebal,bertambah istiqomah dan semakin terpatri iman didada setiap kita. Insya Allah!
Saudaraku,keutamaan shalat sunat sangat banyak dan sebentar lagi kita akan mengetahui apa-apa saja fadhillah shalat-shalat sunat itu,berdasarkan Hadist-hadist Nabi SAW. Sementara para ulama mengatakan bahwa hikmah disyariatkannya shalat-shalat sunat adalah untuk menyempurnakan shalat-shalat fardhu yang terdapat kekurangan dalam melaksanakannya,maka kekurangan itu ditambal dengan shalat-shalat sunah.
- Dalam sebuah Hadist dari Ummu Habibah,Nabi SAW bersabda:
“Siapa yang melakukan shalat sunah sehari semalam sebanyak dua belas rakaat maka Allah membangunkan rumah disyurga untuknya.” (HR.Ahmad,Muslim,Abu Daud,Nasa`I dan Ibnu Majah.)
Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata dalam Bulughul Maram dan diriwayatkan juga oleh Turmudzi seperti itu dan ia menambahkan:”Empat rakaat sebelum Dzuhur,dua rakaat sesudahnya,dua rakaat sesudah Maghrib,dua rakaat sesudah Isya dan dua rakaat sebelum shalat fajar.”
Al-Azizi menyatakan:” Dalam riwayat ini tidak menyebutkan bilangan tersebut. Yang menjelaskannya adalah imam An Nasa`I dari Ummu Habibah ia berkata:” Empat rakaat sebelum Dzuhur,dua rakaat sesudah Dzuhur,dua rakaat sebelum Ashar,dua rakaat sesudah Maghrib,dan dua rakaat sebelum Isya.”
- Nabi Muhammad SAW bersabda:” Siapa shalat sunah dua rakaat sebelum fajar (Shubuh) Dan empat rakaat sebelum dan sesudah Dzuhur serta empat rakaat sebelum Ashar maka ia masuk syurga.”(Al-Hadist)
Yaitu masuk syurga bersama orang-orang terdahulu. Disebutkan dalam satu Hadist: dua rakaat fajar adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya.”(Hadist diriwayatkan oleh Muslim) “ Dan dimakruhkan meninggalkan dua rakaat itu.” (HR.Ahmad,Abu Daud,dari Abu Hurairah.)
Pada keduanya terdapat pendapat,bahwa dua rakaat itu lebih utama daripada witir yang sementara pendapat mewajibkannya. Disunahkan untuk memisahkan antara keduanya dengan shalat fardhu,dengan meminggang atas lambungnya yang kanan. Jika tak dapat maka dengan perkataan atau berpindah dari tempatnya atau yang sepertinya.
Dalam satu Hadist bahwa Nabi SAW tidak meninggalkan empat rakaat sebelum Dzuhur dan sesungguhnya beliau shalat sebelum Ashar empat rakaat dan memisahkan antara dua rakaat dengan salam. Diriwayatkan bahwasanya Nabi SAW bersabda:” Allah SWT mengasihi seseorang yang shalat empat rakaat sebelum Ashar.(HR.Ahmad,Abu Daud dan Turmudzi.)
- Perhatikan Hadist Nabi SAW berikut ini,Rasulullah SAW bersabda:” Siapa mengerjakan shalat sunat sebelum Dzuhur empat rakaat,maka ia diberi pahala seperti memerdekakan budak Bani (keturunan)Ismail.” (HR.Thabrani)
- Kemudian Hadist dari Jabir ra,Rasulullah SAW bersabda:
“ Siapa yang shalat sunah dua rakaat ditempat yang sepi dimana tidak ada orang yang melihatnya selain Allah dan para malaikat,maka ditetapkan baginya terbebas dari neraka.” (HR.Asakir)
- Rasululah SAW bersabda:
“ Tiadalah dari seorang hamba yang shalat didalam rumah yang gelap dengan menyempurnakan ruku` dan sujud maka baginya wajib masuk syurga tanpa hisab.”(Al-Hadist)
- Rasulullah SAW bersabda:
“ Siapa shalat sunat empat rakaat sekiranya para manusia tidak melihatnya maka ia benar-benar terbebas dari sifat munfik,kufur,dan sesat.” (Al-Hadist)
- Rasulullah SAW bersabda:
“ Siapa yang shalat sunat sebelum Ashar empat rakaat maka Allah mengharamkannya dari siksa neraka.” (HR.Thabrani)
- Dalam sebuah riwayat ,sebagai mana dikemukakan As-syafi`I bahwa Al-Nawawi berkata:” Api Neraka tidak akan menyentuhnya.” Dalam Hadist ini disunahkan empat rakaat sebelum Ashar.
- Kemudian Hadist dari Makhul dengan isnaf yang shahih,Rasulullah SAW bersabda:
“ Siapa yang shalat sunat sesudah Maghrib dua rakaat sebelum berbicara maka pahala kedua rakaat itu ditulis dalam Illiyyin.” (HR: Abdul Razzaq)
Maksudnya orang yang melakukan shalat sunat dua rakaat sesudah Maghrib sebelum berbicara dengan sesuatu urusan keduniaan,maka pahala kedua rakaat itu ditulis dalam Illiyyin,yaitu nama buku besar khusus untuk mencatat amal kebaikan dua golongan besar yaitu manusia dan jin. Sementara dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Thabrani dari Zubair bin Awwam ra disebutkan: Tiadalah dari shalat fardhu melainkan didepannya terdapat dua rakaat.”
Hadist ini yaitu mensunahkan shalat rawatib qobliyah bagi shalat-shalat fardhu lima waktu. Kemudian dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Nashr dari Ibnu Umar ra:” Siapa mengerjakan shalat sunah enam rakaat sesudah Maghrib sebelum berbicara maka dengan enam rakaat itu diampuni dosanya lima puluh tahun.” Itulah shalat Awwabin dan menghidupkan kesempatan waktu antara Maghrib dan Isya adalah sunah muakkad.
- Rasulullah SAW bersabda:
“ Siapa yang shalat sunah empat rakaat sesudah Isya sebelum berbicara maka ia seperti mendapatkan Lailatul Qadar didalam Masjidil Haram (dimekkah) “ (Al-Hadist) Dalam lafaz lain disebutkan bahwa ia benar –benar menghidupkan malam Al-Qadar.
Aisyah ra berkata:” Rasulullah SAW mengerjakan shalat sesudah Isya yang akhir sebanyak empat rakaat kemudian beliau tidur. Demikian sebagaimana disebutkan dalam Ihya.
Sidang pembaca yang terhormat,sebagai akhir dari tulisan (artikel) religius ini ingin saya menyampaikan sebuah Hadist Nabi SAW setentang fadhillah shalat sunat seperti berikut:
- Rasulullah SAW bersabda:
“ Siapa yang mengerjakan shalat Dhuha sebanyak dua belas rakaat dengan iman dan mengharapkan pahala,maka Allah Ta`ala menetapkan baginya sejuta kebaikan,mengHapus daripadanya sejuta kejelekan,mengangkat baginya sejuta derajat dan Allah membangunkan baginya sebuah rumah disyurga dan Allah mengampuni dosa-dosa orang itu seluruhnya.” (Al-Hadist)
Saudaraku,dalam riwayat Imam Turmudzi dan Ibnu Majah dari Anas ra dengan isnad dhoif:” Siapa shalat Dhuha dua belas rakaat maka Allah membangunkan baginya satu gedung disyurga dari emas.” Dan dalam riwayat Thabrani:” Jika kamu shalat Dhuha dua rakaat maka kamu tidak ditetapkan termasuk orang-orang yang lalai,atau empat rakaat kamu ditetapkan termasuk orang-orang yang tunduk patuh kepada Allah atau enam rakaat maka kamu ditetapkan termasuk orang-orang yang beruntung,atau sepuluh rakaat maka tidak ditulis dosa bagimu pada hari itu,dan jika engkau melakukannya dua belas rakaat maka Allah membangunkan kamu satu rumah disyurga.” (HR.Thabrani)
Sampai disini saya sudahi dulu tulisan saya ini,semoga bermanfaat,terima kasih atas segala perhatian,serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Saya pamit undur diri jumpa lagi insya Allah kita pada kesempatan lain dengan tulisan saya yang lain.
Wa afwa minkum Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
…
*Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Terjemah Tanqihul Qaul. Oleh: Syaikh Muhammad Nawawi Bin Umar Al-Jawi.*
…
*Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:WWW.Hajisunaryo.com*
………