Ingat,kematian Itu Pasti Datang

Bismillahirrohmaanirrohim. Allahumma shalli wasalim sayyidina Muhammad.
Sidang pembaca,selamat berjumpa kembali (lewat tulisan) dengan al- fakir. Pertama-tama mari kita mengucapkan puji dan syukur kehadirat Illahi Rabbi Tuhan seru sekalian alam,karena sesungguhnyalah kita (saat ini) dapat berjumpa kembali dengan sidang pembaca (melalui artikel) religius ini pada hakekatnya semata-mata adalah karena izin karena perkenan karena kehendak Allah SWT.
       Penulis yakin,haqul yakin tanpa izin,tanpa perkenan tanpa kehendakNya kita tidak akan pernah dapat berjumpa(meskipun lewat tulisan). Oleh karena itu tidaklah berlebihan kiranya kalau penulis mengajak mari sekali lagi kita mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Dia pencipta langit dan bumi,Dia penguasa tunggal dihari pembalasan nanti.
      Dia itu maha dzat yaitu Allah SWT. Kemudian shalawat dan salam tidak lupa kita mohonkan semoga tercurah kepada junjungan kita,junjungan umat,Nabi termulia,Rasul paling agung yatu Baginda Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga,beserta para sahabatnya.
      Sidang pembaca,menyebut tentang kematian itu amat mengerikan dan seolah-olah menjadi sesuatu yang perlu dielakkan oleh manusia. Sepertinya memang lucu,tetapi itulah hakekatnya. Anak-anak dipojokkan bahwa kematian adalah sesuatu yang menakutkan,sehingga apabila disebutkan tentang kematian,anak-anak langsung membisu.
       Renungkan! mengapa manusia sombong,padahal kelak akan dimakan ulat?mengapa manusia melampaui batas,padahal didalam tanah kelak akan terbujur? mengapa menunda-nunda,padahal antum mengetahui kematian akan datang secara tiba-tiba? Dan kepada yang kebetulan cantik,ganteng kenapa harus angkuh,apalagi takabur?
       Bukankah kita (manusia) ini tidak ubahnya adalah WC berjalan? Betapa tidak,sekujur tubuh kita tempat keluarnya kotoran? Mata mengeluarkan kotoran,telinga,hidung mulut,kemaluan,dubur dan seterusnya dan seterusnya,bukankah yang tersebut tadi darinya keluar kotoran? Ada yang namanya tahi mata (belek),congek (curek) ingus,bau mulut,air kencing (urine) dan kotoran BAB,menjijikkan bukan?Jadi tidak berlebihan bukan? kalau kita (termasuk sicantik dan siganteng) tadi dikatakan WC berjalan?
       
       Saudaraku,hakekat kematian adalah salah apabila ada orang yang menyangka bahwa kematian itu hanya kefanaan semata dan pengakhiran total yang tidak ada kehidupan,perhitungan,hari dikumpulkan,kebangkitan,syurga atau neraka padanya! Sebab andaikata demikian,,tentulah tidak ada hikmah dari penciptaan dan wujud kita.
        Tentulah manusia semua sama saja setelah kematian dan dapat beristirahat lega. Sama dengan mukmin dan kafir,sama dengan pembunuh dan terbunuh,sama dengan pendzalim dan yang didzalimi,sama dengan yang taat dan yang maksiat,sama dengan penzina dan yang rajin shalat,sama dengan ahli maksiat dan ahli taqwa
       Pandangan tersebut hanyalah bersumber dari pemahaman kaum atheis yang mereka itu lebih buruk dari binatang sekalipun. Yang mengatakan seperti ini hanyalah orang yang telah tidak punya rasa malu dan menggelarkan dirinya sebagai orang yang bodoh dan gila.
       Kematian adalah terputusnya hubungan roh dengan badan,kemudian roh berpindah dari satu tempat ketempat yang lain,dan seluruh lembaran amal ditutup,pintu taubat dan pemberian masapun terputus.

  • Nabi Muhammad SAW bersabda:

Artinya:” Sesungguhnya Allah menerima taubat seseorang hamba selama belum sekarat.”
(HR.Turmudzi dan Ibnu Majah dishahihkan Al-Hakim dan Ibnu Hibban)

       Kemudian merupakan musibah paling besar,karena itu Allah SWT menamakannya dengan musibah maut. (lihat QS:Al-Maidah:106) Bila seorang hamba ahli taat didatangi maut ia menyesal mengapa ia tidak menambah amalan shalehnya,sedangkan bila seorang hamba ahli maksiat didatangi maut ia menyesal atas perbuatannya yang melampaui batas,yang dilakukan
nya dan berkeinginan dapat dikembalikan kedunia lagi sehingga dapat bertaubat kepada Allah SWT dan mulai melakukan amal sholeh,namun itu semua adalah mustahil dan tidak akan terjadi

  • Perhatikan Firman Allah SWT:

Artinya:” Jika mereka bersabar (menderita adzab) Nerakalah tempat diam mereka dan jika mereka mengemukakan alasan-alasan,maka tidaklah mereka termasuk orang-orang yang diterima alasannya.” (QS.Fushilat:24)

  • Dan FirmanNya:

Artinya:”(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka,dia berkata:” Ya Tuhanku kembalikanlah aku (kedunia)” (QS:Al-Mukminun:99)

  • Seterusnya FirmanNya:(masih dalam surat Al-Mukminun)

Artinya:” Agar aku berbuat amal shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan,sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.”  (QS:Al-Mukminun:100)

 
        

       Secara umum dapat dikatakan bahwa pembicaraan tentang kematian bukan sesuatu yang menyenangkan. Namun manusia bahkan ingin hidup seribu tahun lagi. Ini tentu saja bukan hanya ucapan penyair Chairul Anwar tetapi Al-Qur`an pun melukiskan keinginan sekelompok manusia untuk hidup selama itu. Pada manusia kematian adalah satu pengakhiran dalam kehidupan. Namun bagi Allah SWT kematian manusia adalah satu pertemuan Allah SWT dengan hambaNya. Manusia yang beramal shaleh akan diangkat oleh Allah SWT sebagai seorang manusia yang mulia. Pandangan Allah pada seorang hamba adalah pada ketaatan dan keimanan.
       Keimanan manusia pada Allah SWT diukur dari perspektif amal ibadah dalam dunia. Amal ibadah didunia tidak ubah seperti satu benih yang akan berbuah dinegeri akherat. Kalau amal baik maka akan dibalas baik diakherat dan sebaliknya.

  • Perhatikan Firman Allah SWT:

Artinya:
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan walau seberat biji zarah,maka dia akan melihat (balasannya) Dan siapa mengerjakan kejahatan walau seberat biji zarah maka dia akan melihat balasannya pula.”  (QS.Al-Zaljalah:7-8)

      Tidak adanya kesadaran dan gagal memahami sifat sesungguhnya dari kematian akan menimbulkan rasa khawatir,takut dan perasaan tidak tenang dalam diri manusia. Karena baginya kematian menjadi mimpi buruk yang menakutkan. Namun bagi orang yang memiliki keyakinan dan jiwa yang tinggi dan mulia beramsumsi bahwa kematian adalah akhir kehidupan dan merupakan transformasi yang penuh dengan kebaikan. Sebuah transformasi yang memungkinkan segala hal menemukan ketenangan jiwa dikehidupan setelahnya.
       Menurut ilmuwan terkenal Dr Carel menyatakan bahwa jawaban yang diberikan oleh agama atas kecemasan yang manusia rasakan saat menghadapi misteri kematian jauh lebih memuaskan daripada yang diberikan oleh Ilmu Pengetahuan. Dan Agama memberikan jawaban kepada manusia atas kegelisahan-kegelisahan hatinya.
       Penderitaan dan kesedihan meninggalkan dunia ini dilihat sebagai sesuatu yang alami dan sesuatu yang tidak bisa dielakkan oleh mereka yang membayangkan bahwa perjalanan mereka untuk melewati dinding kematian menghancurkan dimensi eksistensi mereka dan tidak ada kehidupan dibalik tembok pembatas itu.
       Sedangkan bagi orang-orang yang mempercayai bahwa dunia itu tak lebih dari sebuah permainan rumit yang seperti dimainkan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Meninggalkan dunia merupakan bentuk suatu kemajuan dan naik kearah keabadian dan persoalan yang dihadapi akan berbeda.
       Tidak hanya raut muka kematian karena takut dan ngeri yang tidak tampak dari mereka,bahkan mereka tidak sabar lagi untuk lepas dari tubuh ini supaya bisa cepat menyatu denganNya……..Subhanallah!
        

       Sampai disini saya sudahi dulu tulisan ini,Insya Allah ketemu lagi kita dengan tulisan saya yang lain,dikesempatan lain. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan.Wa afwa minkum Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

*Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku:Kenikmatan Alam Kubur Oleh:Abdurrahman Busyairi.Penerbit:Lintas Media*

*Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:WWW.Hajisunaryo.com*

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.