KISAH SUMUR ZAMZAM

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim
Segala puja dan puji bagi Allah SWT , shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sementara itu, ibunda Ismail menyusui dan minum dari air yang disediakan. Ketika air minumnya telah habis, dia dan anaknya kehausan. Dilihatnya sang anak menggeliat – geliat. Maka , karena tidak tega melihat pemandangan seperti itu, sang ibu bangkit berjalan.
Dilihatnya bukit shafa merupakan bukti yang terdekat dengannya ( lalu dia mendakinya). Diatasnya berdiri untuk mencari tahu adakah seseorang dilembah tersebut. Namun , tidak ada seorangpun yang dilihatnya. Lalu dia turun dari shafa. Ketika tiba diperut lembah, dia mengangkat ujung pakaiannya lalu lari bagaikan larinya orang yang kepayahan hingga dia melewatinya.
Kemudian dia tiba di Marwah, lalu berdiri di atasnya untuk melihat – lihat, adakah seseorang yang dapat dilihatnya, lagi – lagi tidak ada seorangpun yang dilihatnya. Hal tersebut dia lakukan sebanyak tujuh kali.
Ibnu Abbas berkata , Nabi SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Itulah ( asal muasal ) sya’i ( yang sekarang dilakukan ) orang diantara keduanya ( Shafa dan Marwah ). ”
Ketika dia berada diatas Marwah,dia mendengar suara , lalu dia berkata : ” Ssst diam! “. Maksudnya kepada dirinya. Kemudian dia mendengarkan lagi dengan seksama. Dia pun berkata : ” Setelah aku dengarkan tampaknya disampingmu ( Ismail ) ada penolong. ” Ternyata penolong itu adalah malaikat ditempat sumur Zamzam. Lalu malaikat itu mengais dengan tumit atau dengan sayapnya, hingga keluarlah air.
Ibnu Abbas berkata, Nabi SAW
bersabda: ( Artinya ) : ” Semoga Allah merahmati Ummu Ismail ( Hajar ), seandainya dia tidak menjaga agar airnya tidak mengalir, niscaya Zamzam akan menjadi mata air yang mengalir. ” ( HR : Bukhari ).
Kemudian Hajar minum air itu lalu menyusui anaknya. Sang malaikat berkata kepadanya : ” Jangan takut disia-siakan. Disini adalah rumah Allah ( Baitullah ) yang akan dibangun anak ini dengan bapaknya, dan sungguh Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba yang dekat kepada-Nya.”
Dahulunya Baitullah adalah bangunan yang tinggi di atas bukit kecil. Kemudian dihempaskan oleh banjir sehingga merusak kanan kirinya.
Hajar terus berada ditempat itu hingga ada rombongan dari suku Jurhum atau salah satu keluarga dari mereka melewati tempat tersebut. Ketika singgah disekitar tempat tersebut, mereka melihat ada burung terbang mencari air, maka mereka berkata : ” Burung itu pasti berputar – putar diatas air, padahal sepengetahuan kami, dilembah ini tidak ada air. ” Lalu mereka mengutus seorang atau dua orang utusan. Ternyata mereka mendapatkan air. Utusan itu kembali dan memberi tahukan bahwa disana ada air, lalu mereka mendatangi tempat itu.
Ternyata ibu Ismail berada disisi sumber air itu. Mereka berkata : ” Apakah kamu izinkan kami singgah ditempatmu? “. Dia berkata : ” Ya , tapi kalian tidak berhak ( menguasai ) air yang ada pada kami. ” Mereka berkata : ” Baik. ”
Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW bersabda : ” Orang Jurhum itu menilai Ummu Ismail adalah orang yang senang berteman. Oleh karenanya , mereka pun tinggal ditempat itu dan mengajak keluarganya pula, hingga akhirnya dia dianggap bagian dari keluarga besar mereka. ” ( HR : Bukhari ) .
Saudaraku,, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : KISAH PARA NABI. Oleh :Ibnu Katsir. Penterjemah : Divisi Terjemah Kantor Dakwah Al-Sulay *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.