Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim
Segala puja dan puji bagi Allah SWT, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Jangan sampai syetan menggoda dan menghalangi anda disaat anda memulai hingga menyelesaikan shalat. Waspadalah dari gangguan syetan ketika sedang shalat, yang dapat mengeluarkan anda dari kekhusyu’an shalat, sebagaimana anda memasukinya dengan tidak khusyu’ pula. Akhirnya, andapun tidak akan mendapatkan pahala.
Al Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra yang berkata : ” Ada salah seorang pemuda ( Laki-laki tersebut adalah seorang Sahabat yang mulia yakni Khalad bin Rafi’ Orang Arab ) yang memasuki Masjid (untuk melaksanakan shalat ), usai shalat ia mengucapkan salam kepada Nabi SAW , beliau pun bersabda :” Kembalilah , shalat lah lagi, karena sesungguhnya kamu belum shalat “. Maka kembalilah ia untuk shalat sebagaimana shalatnya tadi, kemudian ia kembali mendatangi Nabi SAW dan mengucapkan salam kepada beliau. Beliau bersabda :” Kembalilah , shalatlah lagi, karena sesungguhnya kamu belum shalat! “. Begitulah sampai tiga kali. ”
Sahabat tersebut datang ke masjid, lalu berwudhu, menghadap Kiblat, berdiri untuk shalat, rukuk , dan sujud.
Meskipun demikian , Nabi SAW menghukuminya belum shalat ( sebanyak tiga kali ). Jadi, shalat bukan hanya melakukan gerakan-gerakan saja, akan tetapi harus dijalankan dengan khusyu’.
Nabi SAW memberitahukan pula kepada kita bahwa perkara yang kali pertama diangkat dari umat ini adalah ke khusu’an. At-Thabrani meriwayatkan dalam Al-Kabir dari Abu Darda’ secara marfu’ : ( Artinya ) : ” Perkara yang kali pertama diangkat dari umat ini adalah kekhusyu’an, sehingga kalian tidak melihat diantara mereka orang yang khusyu’.” ( Shahih Al Jami’ As-Shaghir ( 2569 ) dan di shahihkan Al-Albani ).
Hudzaiffah ra berkata : ” Perkara pertama yang akan hilang dari agamamu adalah khusyu’, dan perkara terakhir yang akan hilang dari agamamu adalah shalat.”
Maka, berhati – hatilah, wahai saudaraku! Semoga kita tidak termasuk orang yang telah diperingatkan oleh Nabi SAW ataupun termasuk orang yang diperintahkan oleh Nabi SAW : ” Kembalilah, shalatlah lagi, karena sesungguhnya kamu belum shalat “.
Bersungguh-sungguh dalam shalat. Semoga anda termasuk orang – orang yang difirmankan-Nya : ( Artinya ) : ” Telah beruntung orang – orang yang beriman, ( yaitu ) mereka yang khusyu’ dalam shalatnya. ” ( QS : Al Mukminun : 1 – 2 ).
Andapun akan merasakan nikmatnya bermunajat kepada Allah, dan menjadi orang seperti Hatim Al-Asham ketika ditanya tentang caranya mengerjakan shalat. Ia berkata :” Jika aku hendak melaksanakan shalat, aku berwudhu dan membaguskannya, kemudian bertakbir. Akupun menjadikan Ka’bah seakan – akan dihadapanku, kematian di belakangku, syurga disebelah kananku, neraka disebelah kiriku, shirat (jembatan yang melintasi neraka ) dibawah telapak kakiku, dan aku merasa bahwa Allah mengawasiku. ”
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : SENI SHALAT KHUSUK. Oleh :Syaikh Nada Abu Ahmad. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung