“ KUBURAN ADALAH PERSINGGAHAN PERTAMA MENUJU AKHIRAT”

Assalamualaikum saudaraku sesama muslimin muslimat, apa khabar? Alhamdulillah, jumpa lagi kita (lewat tulisan) kali ini sesuai judul artikel tersebut diatas, semoga mendapat tempat dihati setiap pembaca (yang senang membaca tulisan bernafaskan Islam), menyejukkan, menjadi bertambah wawasan dan yang paling diniatkan penulis, nilai-nilai Islam kian dapat tersebar luaskan.

      Puji syukur terhaturkan kehadirat Allah SWT atas segala pemberianNya kepada kita yang begitu banyak, saking banyak sampai-sampai kita tidak bisa menghitungnya dan sesungguhnyalah memang kita tidak kuasa menghitungnya karena teramat sangat banyaknya. Tetapi yang pasti kita syukuri atas segala nikmat dan rezekiNya yang diberikan kepada kita (manusia) sehingga kita mampu membuat hidup ini menjadi lebih berarti.
     Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling agung, yaitu Baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya. Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Alam barzakh ialah alam kehidupan selepas mati sementara menunggu tibanya Kiamat.

# Sesuai FirmanNya:
(Artinya):” Dan dihadapan mereka ada dinding alam barzakh ( yang mereka akan tinggal menetap padanya) hingga hari mereka dibangkitkan semula (yaitu pada hari Kiamat) (QS:Al-Mukmin:100)

     Dari sudut bahasa, barzakh bermakna sesuatu yang menjadi pemisah antara dua benda. Dinamakan alam selepas mati sebagai alam barzakh karena alam tersebut menjadi pemisah antara dua alam yaitu alam dunia dan alam akhirat.

# Menurut Syeikh Abu Bakar Al Jazairi dalam bukunya: AQIDATUL-MUKMIN, alam barzakh ini dapat diibaratkan sebagai alam perhentian dan penantian sementara menunggu tibanya akhirat bagi orang-orang yang telah mati dan berpisah dengan dunia. Dialam barzakh ini roh-roh dihimpunkan hingga sampai masa berlakunya Kiamat dimana ia akan dipertemukan kembali dengan jasadnya “ Demikian Syeikh Abu Bakar Al Jazairi
     Saudaraku, dimasa datangnya hari dimana eksistensi manusia akan berakhir maka binasalah semua tentang kehidupan. Keimanan terhadap penghidupan kembali sesudahnya merupakan hal penting bagi evaluasi perjalanan manusia. Alam barzakh adakalanya disebut alam kubur. Namun dengan mengaitkan alam ini dengan alam kubur tidaklah bermakna hanya orang yang ditanam didalam kubur saja akan menempuh alam barzakh dan merasai nikmat atau adzab  dialam tersebut.
     Panggilan dengan nama alam kubur adalah merujuk kepada kebiasaan saja yaitu biasanya orang yang telah mati akan ditanam didalam kubur. Namun banyak juga dalam orang mati yang tidak ditanam didalam kubur karena mayatnya tidak dijumpai atau mati terbakar dan menjadi abu, atau dimakan binatang buas atau tenggelam didalam air (laut) dan lain-lain dan lain-lain.
     Jadi, kesimpulannya sama saja. Ada mayat ditanam didalam kubur atau tidak, ia (seseorang itu) pada hakikatnya telah berada dialam barzakh dan berhadapan dengan segala peristiwa yang berlaku dialam barzakh seperti persoalan malaikat munkar dan Nakir, nikmat bagi orang yang taat dan sebaliknya adzab bagi orang kafir (orang yang ingkar, maksiat, munafik, orang yang bergelimang dosa yang belum  sempat bertobat) dan sebagainya.
     Manusia hidup hakikatnya adalah untuk mati. Akan tetapi manusia diciptakan tidaklah sia-sia dan dibiarkan begitu saja.
# Ada keterangan dari Al-Qaqa bin Ajlan bahwa ia berkata: Umar bin Abdul Aziz berkhutbah. Beliau memuji Allah dan menjunjungNya dan berkata:” Wahai manusia, sesungguhnya kamu tidak diciptakan sia-sia dan tidak dibiarkan begitu saja. Sesungguhnya ada saat kembali bagi kamu dimana Allah mengumpulkan kamu untuk diadili dan diberi keputusan.Maka celaka dan sengsara seorang hamba yang dikeluarkan Allah dari RahmatNya yang luas mencakup segala sesuatu  dan dari syurgaNya yang selebar langit dan bumi. Rasa aman waktu itu hanya bagi siapa yang takut dan taqwa kepada Allah, yang menukar hal sedikit dengan keabadian dan kesengsaraan dengan kebahagiaan demikian, Al-Qaba bin Ajlan.

   Ketahuilah saudaraku, kuburan adalah persinggahan pertama menuju akhirat. Orang yang mati, berarti telah mengalami Kiamat kecil. Apabila seorang hamba telah dikubur, akan diperlihatkan kepadanya tempat tinggalnya nanti pada pagi hari, yakni antara waktu fajar dan terbit matahari, serta waktu sore, yakni antara waktu dzuhur-hingga maghrib.
    Apabila ia termasuk penghuni Jannah, ia akan diperlihatkan tempat tinggalnya disyurga (Jannah) dan apabila ia termasuk penghuni Naar (Neraka), akan diperlihatkan di Naar (Neraka)   
Seorang mukmin akan diluaskan alam kuburnya selebar tujuh puluh hasta dan kuburnya itu dipenuhi dengan tanaman hijau hingga datang hari kebangkitan. Adapun orang kafir, ia akan dipukuli dengan palu-palu besi, kuburannya pun akan dibuat sempit sehingga tulang-tulang rusuknya remuk redam.
      Sekali lagi, alam barzakh (alam kubur) ialah alam kehidupan selepas mati sementara menunggu tibanya Kiamat. Bagi roh yang ketika masih hidup didunia banyak amal ibadahnya, kuburnya adalah bagai taman-taman syurga dan ia memperoleh kegembiraan, kesenangan dan dapat tidur layaknya tidurnya seorang pengantin.
     Sebaliknya bagi roh jahat, durhaka kepada Allah, semasa hidupnya selalu hidup dengan kemaksiatan dan matinya su`ul khatimah maka kuburnya adalah bagai lubang-lubang Neraka dan ia akan dipukuli dengan palu-palu besi, kuburannyapun akan dibuat sempit sehingga tulang-tulang rusuknya  remuk redam hingga datang hari kebangkitan. Nauzubillah minzalik! mimpipun kita tidak ingin sampai mendapat siksa kubur seperti itu. Oleh karena itu penulis mengajak kepada sidang pembaca, mari kita bersegera bertobat memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan-kesalahan kita selama ini.
      Mumpung kita masih hidup, selagi nyawa belum berpisah dengan jasad, kita tingkatkan taqwa kita, kita ibadah, usahakan shalat berjamaah dimasjid (musholla) hadir disetiap pengajian, perbanyak sodakoh jariah, sempatkan bersilaturahim dan ibadah-ibadah lainnya lagi. Untuk mengantisipasi (menjauhkan) kita dari siksa (adzab) kubur Rasulullah SAW menyebutkan beberapa cara diantaranya sebagai berikut: Jangan suka mengadu domba, jaga kebersihan sehabis kita buang air kecil (kencing).

# Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda: (Artinya):” Kebanyakan adzab kubur dari karena kencing.”  (HR.Ahmad)
     Kemudian, jangan pernah meninggalkan shalat, jangan ragu mengeluarkan zakat, jauhi zina. Selain itu ada amalan-amalan khusus yang disebutkan  oleh Nabi SAW yang dapat menjauhkan kita dari siksa kubur, diantaranya: Membaca surat Al-Mulk (langgengkan membaca surat Tabarok (Al-Mulk) setiap malam)

# Nabi SAW bersabda:(Artinya):” Surat Tabarok (mulk) adalah pencegah (penghalang) dari siksa (adzab) kubur.”  (HR:Ahmad dari Ibnu Abbas)

    Dan amalan, selalu berdo`a dan memohon perlindungan kepada Allah dari adzab kubur terutama dihujung shalat:

# Nabi SAW bersabda: (Artinya):” Apabila seseorang dari kamu telah selesai membaca tasyahud akhir, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari 4 (empat) perkara dengan berdo`a: Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung denganMu dari adzab api Neraka jahanam, dari siksa kubur, dari fitnah ketika hidup dan ketika mati, dan dari kejahatan fitnah Dajjal.” (HR.Muslim dari Abu Hurairah ra)

     Sampai disini saya sudahi dulu tulisan (religius) ini, terima kasih atas segala perhatian  serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain,tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: KENIKMATAN ALAM KUBUR Oleh: Abdurrahman  Busyairi. Penerbit: Lintas Media.#

# Artikel (religius) ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com
  
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.