Bismillahirrahmaanirrahim. Assalamualaikum wr.wb. Allahumma shalli wassalim sayyidina Muhammad. Selamat berjumpa kembali sidang pembaca. Apa khabar? Al-fakir sangat gembira sekali ketika mendengar berita bahwa minat membaca bacaan bernafaskan Islam sudah begitu besar dari saudaraku (sidang pembaca). Alhamdulillah! Betapa tidak, bukankah dengan banyak membaca orang akan menjadi pintar? Dan bukankah orang Islam memang harus pintar?
Puja dan puji syukur terhaturkan kehadirat Allah SWT yang memberikan begitu banyak kenikmatan kepada kita (manusia) antara lain nikmat Islam, nikmat panjang umur, nikmat sehat sehingga memungkinkan kita berjumpa kembali (lewat tulisan) ini. Belum lagi nikmat-nikmat yang lain dan sesungguhnya begitu banyak nikmat yang diberikanNya kepada kita selaku hambaNya, saking banyaknya sampai kita tidak bisa menghitungnya dan memang kita tidak akan pernah sanggup untuk menghitungnya karena begitu banyaknya.
Shalawat dan salam kita mohonkan semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling agung yaitu Baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya. Saudaraku, sesama muslim-muslimat. Ternyata Neraka masih banyak menyimpan misteri dengan kisah-kisahnya yang amat menakutkan.
Sisi lain apa saja yang tersimpan dalam Neraka? Sesungguhnyalah kematian bukan akhir dari kehidupan, malah sebaliknya kematian adalah awal babak kehidupan baru. Orang yang mati akan memasuki alam dimana alam ini sebelumnya belum pernah dirasakan, yaitu alam kubur. Dalam alam kubur yang dilakukan manusia adalah menanti datangnya hari kebangkitan. Setelah itu mereka akan dihisab , dihitung amal perbuatannya untuk kemudian mereka akan menerima balasan yakni masuk syurga atau dijebloskan kedalam Neraka.
Sidang pembaca, ada dua jenis penghuni Neraka, yakni mereka-mereka yang terdiri dari orang-orang kafir dan mereka-mereka yang terdiri dari orang mukmin. Kedua jenis penghuni Neraka ini punya status kependudukan yang berbeda bagi orang kafir status mereka adalah sebagai penghuni Neraka yang abadi. Orang-orang inilah yang akan menempati Neraka dalam kurun waktu yang tidak ada batasnya, mereka akan tinggal dalam Neraka untuk selama-lamanya, tak ada kemungkinan bagi mereka untuk keluar atau dikeluarkan daru tempat penyiksaan tersebut. Sementara itu bagi orang-orang mukmin status mereka adalah sebagai penduduk ahli Neraka yang tidak abadi.
Mereka tidak menjadi penduduk tetap, mereka tidak tinggal dalam Neraka untuk selama-lamanya. Masih ada batas-batas waktu dimana mereka harus menjalani masa penyiksaan terlebih dahulu sebelum mereka menerima balasan yang lebih baik, yakni dimasukkan kedalam syurga. Bagi orang kafir status mereka sebagai penghuni abadi Neraka memang tergolong wajar. Hal ini disebabkan keingkaran mereka terhadap ajaran yang dibawa oleh Nabi sekaligus kedustaan mereka terhadaop eksistensi dan keberadaan Allah sebagai Tuhan Yang Esa yang wajib disembah oleh semua makhluk. Dan mengenai status keabadian mereka dalam Neraka telah dinyatakan sendiri oleh Allah dalam beberapa ayat, diantaranya adalah seperti yang terdapat dalam ayat dibawah ini:
# (Artinya):” Adapun orang-orang kafir dan yang telah mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah para penghuni Neraka, mereka akan kekal didalamnya.” (QS:Al-Baqarah:39)
Termasuk dalam kategori kafir yang berstatus sebagai penghuni abadi Neraka adalah orang-orang murtad, yakni seorang mukmin yang keluar dari agama Islam yang belum sempat bertobat atau kembali lagi kepada agama Islam namun kematian telah merenggut mereka. Orang-orang seperti ini dikategorikan sebagai seorang yang mati dalam keadaan tidak membawa iman atau mati dalam keadaan kafir.
Allah SWT menvonis mereka sebagai penghuni abadi Neraka, sebagaimana dalam FirmanNya:
# (Artinya):” Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam keadaan kafir, maka amal mereka menjadi sia-sia didunia dan akherat dan mereka itulah para penghuni Neraka , mereka akan kekal didalamnya.” (QS:A-Baqarah:217)
Selain orang murtad, termasuk dalam kategori penghuni abadi Neraka juga adalah mereka-mereka yang mendustakan kebenaran ajaran tauhid yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Hal ini telah dinyatakan oleh Allah dalam ayat berikut:
#(Artinya):” Adapun orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni-penghuni Neraka, mereka kekal (abadi) didalamnya.” (QS:Al-A`raf:36)
Itulah para penghuni Neraka yang oleh Allah dinyatakan sebagai penghuni yang menempati Neraka secara abadi, yakni untuk selama-lamanya. Tidak ada kemungkinan bagi mereka untuk mendapatkan grasi dari Tuhan hingga mereka bisa keluar dari penyiksaan. Dan hal ini berbeda dengan status seorang mukmin yang berada dalam Neraka. Neraka sesungguhnya tidak diperuntukkan oleh Allah bagi orang-orang kafir saja, namun tempat ini juga disediakan bagi sebagian orang-orang mukmin yang punya iman terhadapNya. Mereka, orang-orang mukmin yang masuk Neraka itu adalah mereka yang banyak melakukan perbuatan dosa.
Kemaksiatan yang mereka lakukan, dosa yang telah mereka kerjakan dan kedurjanaan yang telah mereka perbuat menyebabkan mereka harus menerima hukuman setimpal di Neraka meskipun untuk sementara waktu. Ya, mereka akan disiksa dalam Neraka dalam jangka waktu tertentu, tidak untuk selama-lamanya. Mereka harus menjalani penyiksaan terlebih dahulu untuk menghilangkan dosa-dosa yang sudah terlanjur mereka kerjakan sewaktu didunia. Selebihnya mereka akan dikeluarkan dari tempat itu. Kapan? Ya, tentu tergantung sekali dengan banyaknya dosa yang mereka kerjakan.
Meski suatu saat nanti penghuni Neraka yang terdiri dari orang-orang mukmin ini akan dikeluarkan dari Neraka, namun jangan pernah disangka bahwa tingkat penyiksaan mereka tak seberapa pedih jika dibanding dengan siksaan yang diterima oleh orang-orang kafir. Tidak! sekali-kali tidak demikian. Kepedihan yang mereka terima, kepedihan yang mereka rasakan, rasa sakit yang mereka derita dan kesedihan yang menyelimuti hati mereka sungguh tak sanggup dikatakan. Mereka juga akan mengalami penyiksaan yang begitu pedih dalam waktu yang begitu lama. Kita bisa mendengar kisah-kisah betapa keluhan dan kesengsaraan penghuni Neraka yang terdiri dari orang-orang mukmin ini.
Dari Said bin Jabir , bahwa kelak diNeraka ada seorang lelaki yang berseru:” Ya Hannan Ya Mannan (Ya Tuhan yang maha penyayang, ya Tuhan yang maha pemberi karunia)” Seruan mereka begitu panjang disertai dengan jeritan tangis yang teramat pedih. Mereka menyeru dan terus menerus menyeru hingga 1000 tahun. Hingga Allah pun memerintahkan kepada malaikat Jibril:” Keluarkanlah hambaKu itu dari Neraka.” Jibril lalu mendatangi mereka, namun sayang pintu Neraka saat itu sedang tertutup. Malaikat Jibril pun kembali kembali:” Ya Rabb, Neraka telah tertutup.”
# Allah kemudian berfirman:
“ Hai Jibril, kembalilah dan bukalah, lalu keluarkanlah hambaKu dari Neraka.”
Maka jibrilpun membukanya lalu mengeluarkan orang-orang yang menyeru itu untuk kemudian meletakkan mereka ditepi Syurga. Allah kemudian menumbuhkan rambut mereka, daging mereka dan darah mereka.
# Dalam riwayat lain, hal senada juga dikisahkan bahwa pada saat orang-orang mukmin yang berada dalam Neraka itu menyeru selama 1000 tahun, maka Allah memerintahkan kepada Jibril:” Wahai jibril, apakah yang telah dilakukan oleh orang-orang yang durhaka dari umat Muhammad itu? Malaikat Jibril menjawab:” Ya Allah sesungguhnya Engkau lebih mengetahui keadaan mereka daripada aku.” Lalu Allah SWT berfirman:” Berangkatlah kamu dan lihatlah bagaimana keadaan mereka.”
Maka malaikat jibril pun berangkat menuju kepada malaikat Malik. Saat itu malaikat malik sedang berada diatas mimbar diatas kobaran api Neraka jahanam. Ketika melihat malaikat jibril datang, malaikat malik berdiri memberi hormat:” Wahai malaikat jibril apa yang menyebabkan anda datang kemari?”
“ Apa yang kau lakukan terhadap orang-orang yang durhaka dari umat Muhammad?” tanya malaikat jibril.” Malaikat malik berkata:” Alangkah buruknya keadaan mereka, alangkah sempitnya tempat mereka. Api telah membakar hangus tubuh hingga yang tersisa pada tubuh mereka hanyalah wajah dan hati mereka karena telah terpancar keimanan. Malaikat Jibril selanjutnya berkata:” Bukalah tabir Neraka ini supaya aku bisa melihat keadaan mereka.” Malaikat Malik selanjutnya memerintahkan kepada malaikat penjaga untuk membuka tabir mereka. Dan saat tabir Neraka tersebut terbuka nampaklah apa yang sedang terjadi.
Para penghuni Neraka itu melihat wujud malaikat Jibril. Mereka terkagum-kagum melihat keindahannya. Selanjutnya Malaikat Malik menyeru:” Ini adalah malaikat Jibril yang dulu selalu datang kepada Nabi Muhammad untuk menyampaikan wahyu.” Saat nama Nabi Muhammad disebut oleh malaikat Malik sontak para penghuni Neraka itu menjerit dan menangis :” Wahai malaikat Jibril, mohon sampaikan salam kami kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, mohon beritahukan kepada beliau tentang kesengsaraan kami disini.”
Para penghuni Neraka itu menghiba menangis meraung-raung memohon pertolongan datangnya syafaat dari Nabi. Siapa lagi yang bisa memberi syafaat kepada seluruh umat kalau tidak Nabi Muhammad? Maka Malaikat Jibrilpun kembali untuk menghadap Allah. Sebelum Jibril menyatakan sesuatu Allah lalu berfirman:” Hai Jibril bagaimana ketika kau lihat keadaan umat Muhammad?” Malaikat Jibril menjawab:” Wahai Tuhanku, alangkah buruknya keadaan mereka dan alangkah sempitnya tempat mereka.” Allah berfirman:” Adakah mereka memohon sesuatu kepadamu?” Jibril menjawab:” Ya Tuhanku mereka meminta kepadaku untuk menyampaikan salam kepada Nabi Muhammad dan menyampaikan berita kepadanya tentang keadaan buruk yang mereka alami.
Allah SWT berfirman:” Berangkatlah kepada Muhammad dan sampaikanlah salam itu kepadanya.” Maka berangkatlah malaikat Jibril menemui Nabi Muhammad sambil menangis. Saat itu Nabi Muhammad sedang berada dalam Syurga sedang duduk-duduk dibawah pohon Thuba dalam tenda yang terbuat dari intan putih. Tenda tersebut mempunyai 4000 pintu dan setiap pintu mempunyai dua daun pintu, satu terbuat dari emas sementara yang satunya terbuat dari emas sementara yang satunya terbuat dari perak putih. Saat melihat malaikat Jibril datang Nabi Muhammad bertanya:” Wahai Jibril apakah gerangan yang menyebabkan engkau datang kemari sambil menangis?” Malaikat Jibril menjawab:” Wahai Muhammad seandainya saja engkau melihat apa yang telah aku lihat, demi Allah tentu engkau akan mengucurkan airmata lebih deras dari tangisanku ini.
Sesungguhnya aku telah datang kepada sebagian umatmu yang durhaka yang saat ini disiksa dengan berbagai kepedihan dan kesakitan. Mereka semua mengirimkan salam kepadamu dengan menyatakan:” Begitu buruk keadaan kami dan begitu sempit tempat kami.” Wahai Muhammad, sungguh kini mereka menderita dalam keadaan sakit tak tertahankan dilalap api Neraka. Tubuh hangus terbakar hingga yang tersisa hanyalah wajah dan hati mereka. Mereka menjerit tersedu-sedu memohon pertolongan. Dalam kepedihan mereka mengingatmu dan menyeru, memanggil manggil namamu.”
Mendengar kisah itu Nabi Muhammad langsung bangkit. Ditelinga beliau seakan-akan terdengar jerit tangis umatnya dalam Neraka itu. Serta merta beliau berkata:” Aku memenuhi panggilan kalian wahai umatku. Aku memenuhi panggilan kalian.” Nabi Muhammadpun menangis.
Secepatnya beliau datang ke Arsy dan langsung bersujud kepada Allah dengan mengucapkan pujian yang sebelumnya tak pernah diucapkan oleh siapapun. Allah lalu berfirman:” Hai Muhammad angkatlah kepalamu, mintalah dan kau akan Aku beri,memohonlah syafaat dan kau akan Aku kabulkan. Nabi Muhammad berkata:” wahai Tuhanku, orang-orang yang durhaka dari umatku, mereka telah habis masa keputusanMu dan dari masa hukumanMu. Janganlah Engkau menyiksa mereka. Kumohon berilah aku syafaat.” Maka Allah kemudian berfirman:” Telah Aku terima syafaatmu atas mereka.”
Maka datanglah Nabi Muhammad beserta para Nabi untuk membebaskan para penghuni Neraka yang dulu sewaktu hidup masih pernah mengucap kalimat:” Laa ilaha illallah Muhammadur Rasulullah.” Nabi Muhammad datang keNeraka Jahanam. Dan pada saat Malaikat Malik melihat kedatangan beliau, langsung saja malaikat Malik berdiri memberi hormat.” Wahai malaikat Malik, bagaimana dengan keadaan umatku yang celaka?” Malaikat Malik menjawab:” Wahai Nabi Muhammad, alangkah buruk keadaan mereka dan alangkah sempit tempat mereka.”
Nabi bersabda lagi:” Malaikat Malik bukalah pintu itu dan hilangkanlah semua tanjakannya.” Begitulah akhirnya pintu Neraka pun dibuka. Dan pada saat semua penghuni Neraka itu melihat kehadiran Nabi Muhammad maka sontak mereka semua menjerit dan mengadu:” Wahai Muhammad Nabiku, lihatlah api Neraka telah membakar hangus kulit dan tubuh kami. Untuk itu janganlah tuan meninggalkan kami disini.”
Nabi Muhammad lalu bersabda:” Sungguh aku tak tahu kalau kalian sampai tertinggal diNeraka ini. Maka atas syafaat yang diberikan kepada Nabi, para penghuni Neraka itupun diberi pengampunan. Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat yang harus digaris bawahi adalah bahwa mereka diberi pengampunan oleh Allah SWT atas syafaat Nabi Muhammad SAW adalah karena dahulu sewaktu masih hidup didunia didalam hati mereka ada terdapat meskipun sedikit berkas cahaya iman dan karena sedikit iman yang mereka punyai itu (iman Islam) yaitu mengakui adanya Allah Yang Maha Esa dan mengakui bahwa Nabi Muhammad itu adalah utusan (pesuruh) Allah SWT.
Tetapi saudaraku, tengoklah Nun jauh disana, didasar jurang Neraka yang apinya masih selalu menganga, para penghuni Neraka yang lain, yakni mereka-mereka yang dahulu kafir ternyata mengetahui orang-orang mukmin telah diangkat kesyurga. Melihat kenyataan itu mereka berharap:” Semoga kami adalah termasuk orang-orang Islam hingga kelak kami bisa diangkat dari siksaan api Neraka ini.” Harapan itu mereka panjatkan dalam kurun waktu yang begitu lama.
Namun harapan itu hanyalah sekedar harapan yang hampa. Allah SWT tak pernah menjawab pengaduan mereka itu. Nabi Muhammad SAW pun tak pernah mendengar tentang tangis dan keluh kesah mereka. Maka orang-orang yang kafir tersebut harus tetap tinggal diNeraka untuk selama-lamanya.
Sampai disini dulu tulisan (religius) ini. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan-tulisan saya yang lain. W afwa minkum wassalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh.
…
# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: INDAHNYA SYURGA PEDIHNYA NERAKA. Oleh: Asrifin An Nakhrawie,S.Ag Penerbit:IKHTIAR Surabaya.#
…
# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com #
…