Bismillahirrahmaanirrahim. Assalamualaikum wr.wb.Allahumma shalli wassalim sayyidina Muhammad. Selamat berjumpa kembali saudaraku (sidang pembaca) lewat tulisan dengan al fakir, apa khabar? senang sekali mendengar berita bahwa antum (sidang pembaca) semakin berminat membaca tulisan (artikel) religius yakni bacaan bernafaskan Islam sebagai sarana syiar dakwah.
Tentu kita dan sidang pembaca akan bertambah pintar. Bukankah dengan banyak membaca orang akan menjadi pintar? Dengan banyak membaca (bacaan bernafaskan Islam) kita akan menjadi pintar, menjadi bertambah wawasan, menjadi arif didalam mengambil sebuah keputusan, dapat bertindak adil didalam memutuskan sebuah perkara sepelik, seberat apapun permasalahannya, karena acuan kita adalah syareat agama. Subhanallah!
Puji syukur terhaturkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat rezekiNya yang mampu membuat hidup kita (manusia) lebih berarti. Kemudian shalawat serta salam kita mohonkan semoga tercurah kepada junjungan umat Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca. Dalam Islam manusia diciptakan secara khusus untuk menjadi khalifah dibumi. Dan proses penciptaan Adam berbeda dengan makhluk lainnya. Hal ini telah dipaparkan dalam Al-Qur`an surat Al-Imran ayat lima puluh sembilan.
# Sebagaimana FirmanNya:
(Artinya):” Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa disisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya:” Jadilah (seorang manusia) maka jadilah dia (QS:Al-Imran:59)
Renungkanlah, sepertinya segala kebutuhan hidup manusia kelihatannya direncanakan dengan seksama dan diciptakan dengan cara yang paling sesuai, tengok matahari diangkasa menyediakan energi yang dibutuhkan, persediaan air yang tersimpan dibawah tanah dan suatu dunia yang dimana-mana dilengkapi dengan jutaan aneka spesies tumbuhan dan binatang. Walaupun sudah ada fenomena peristiwa-peristiwa seperti itu (mungkin) masih saja banyak manusia yang menyangkal keberadaan Allah.
Seperti mereka beranggapan manusia terbentuk hanyalah berasal dari cairan sperma dan ketika mati akan ada kehidupan selanjutnya yaitu berupa reinkarnasi yang berwujud dengan sosok lain dan kembali hidup didunia. Jadi mereka yang menyangkal bahwa akan ada hari kebangkitan setelah kematian dari alam akhirat. Masya Allah! Allahlah yang menjadikan manusia itu hidup dan Dia jugalah yang membuat manusia itu hidup setelah kematiannya. Allah SWT memerintahkan manusia untuk menjalani kehidupan yang singkat ini dengan syarat-syarat yang telah dipaparkan oleh Allah SWT dan adalah wajib mematuhi peraturan yang ditetapkanNya dalam kitab suci Al-Qur`anul karim. Karena dihari akhir manusia (seluruhnya) akan diganjar sesuai dengan perbuatan mereka (manusia) ketika hidup didunia. Setiap yang berjiwa akan mati. Ya setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian.
# Sesuai FirmanNya:
(Artinya):” Setiap yang berjiwa akan mati. Dan sesungguhnya pada hari Kiamat akan disempurnakan pahalamu. Siapa saja yang dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan kedalam syurga, sungguh ia telah beruntung. Kehidupan ini tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS:Al-Imran:185)
Hidup dianggap sebagai nikmat yang paling besar dan kehilangan nikmat ini akan sangat menyedihkan dan menakutkan, namun tak seorangpun yang bisa meragukan bahwa sebagaimana orang yang menjalani hidup ini tidak bisa mengelak untuk menghabiskan sebagian waktunya dipesanggerahan ini, yang kita menyebutnya dengan dunia. Ia pada akhirnya harus menghadapi kematian dengan rasa khawatir dan dengan dahi berkerut ketika lingkaran hidupnya berhenti. Sesungguhnyalah bahwa kematian itu adalah hak, pasti terjadi, tidak bisa disangkal lagi.
# Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an:
(Artinya):” Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” (QS:Qaaf:19)
Siapakah diantara kita yang meragukan kematian dan sakaratul maut? Apakah ada orang yang meragukan kubur dan adzabnya? Siapakah yang mampu menunda kematiannya (setiap manusia) dari waktu yang telah ditentukan? Seperti dikatakan diatas, setiap yang hidup pasti akan merasakan kematian. Allah SWT menjadikan kehidupan dan kematian sebagai ujian. Siapa diantara manusia yang terbaik amalannya? (Dialah) yang menjadikan mati dan hidup agar Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia maha perkasa lagi maha pengampun. (Lihat surat Al-Mulk ayat dua)
Sidang pembaca, kita hidup didunia adalah untuk diuji siapa yang paling ikhlas amalannya hanya murni untuk Allah semata dan siapa yang paling sesuai dengan sunah Rasullullah SAW.
Oleh karena itu kita perlu memperhatikan apa makna kehidupan dan apa makna kematian? Orang yang tenggelam dalam kehidupan dunia dan terbuai oleh tipu daya dunia, hatinya pasti lupa untuk mengingat mati. Kalaupun ingat akan kematian, ia akan membenci dan akan lari menjauhinya. Orang yang sudah tenggelam dalam kehidupan dunia tidak mau mengingat mati lantaran bisa membuat kenikmatan dunia terasa tidak enak dan tidak menyenangkan. Padahal semua yang berada dibumi ini akan binasa.
# Perhatikan Firman Allah SWT
(Artinya):” Semua yang ada dibumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (QS:Ar-Rahman:26-27)
Sesungguhnya Allah SWT menciptakan kita (manusia dan jin) adalah untuk satu tugas yang mulia yaitu beribadah kepadaNya. Allah SWT menurunkan kitab suci Al-Qur`an, Allah mengutus Rasul-RasulNya adalah untuk misi ini.
# Perhatikan FirmanNya:
(Artinya):” Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepadaKu.”
(QS:Adz-Dzariat:56)
Sehingga hidup kita ini tidaklah sia-sia, melainkan kehidupan sementara yang sarat akan makna dan kelak akan ditanya tentang apa yang kita perbuat didunia ini. Ingatlah, kehidupan ini hanya sebentar. Pada saatnya nanti akan memasuki alam kubur (alam barzakh) sampai datangnya hari kebangkitan. Lalu kita akan dikumpulkan dipadang mahsyar, setelah itu kita menghadapi hari-hari perhitungan (hisab). Dan kita akan menerima keputusan dari Allah, apakah kita akan bahagia daalam Syurga ataukah kita akan sengsara dalam Neraka. Kehidupan setelah mati ini merupakan kehidupan panjang yang tidak terhingga. Kehidupan ini disebutkan dalam Al-Qur`an dengan istlilah (kekal didalamnya) atau dengan (selama-lamanya) atau dengan istilah (tidak akan terputus)
Sehari dalam kehidupan akhirat adalah: Lima puluh ribu tahun kehidupan didunia. Maka kita bisa lihat betapa pendeknya kehidupan manusia yang tidak sepersekian puluh ribu dari hari kehidupan akhirat. Berapa umur manusia yang terpanjang dan berapa yang sudah kita jalani?
Itupun kalau kita anggap umur yang terpanjang, sedangkan ajal kita tidak tahu, mungkin esok, mungin lusa. Oleh karena itu seorang yang berakal sehat akan lebih mementingkan kehidupan yang panjang ini. Seorang yang cerdas akan menjadikan kehidupan dunia sebagai kesempatan untuk meraih kebahagiaan hidup diakhirat yang abadi.
# Renungkan dua buah surat yang termaktub didalam kitab suci Al-Qur`an berikut ini:
* FirmanNya:
(Artinya):” Dan carilah dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari dunia…(QS:Al-Qashash:77)
* Dan FirmanNya:
(Artinya):” Tetapi kalian memilih kehidupan duniawi, padahal kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS:Al-A`laa:16-17)
Allah SWT hanya meminta kepada kita dalam kehidupan yang pendek ini untuk beribadah kepadaNya semata dengan cara yang diajarkan oleh RasulNya. Hanya itu! Kemudian Allah akan berikan kepada kita kebaikan yang besar dikehidupan yang panjang yaitu kehidupan akhirat.
Sampai disini saya sudahi dulu tulisan (religius) ini, semoga bermanfaat. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
…
# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Kenikmatan Alam Kubur. Oleh: Abdurrahman Busyairi. Penerbit: Lintas Media.#
…
# Artikel (religius) ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com.#
…