“ BAGAIMANA DAN APA SAJA TANDA-TANDA SESEORANG ITU MENINGGAL DALAM KEADAAN KHUSNUL KHOTIMAH?”

Bismillahirrahmaanirrahim. Assalamualaikum wr.wb. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Saudaraku tercinta, sidang pembaca yang budiman. Apa khabar? senang sekali al-fakir dapat berjumpa kembali dengan antum (sidang pembaca) lewat tulisan, kali ini materi sesuai judul artikel religius ini tersebut diatas. Semoga mendapat tempat dihati setiap pembaca, menyejukkan dan yang paling diniatkan oleh penulis adalah sebagai sarana syiar dakwah, nilai-nilai Islam kian dapat tersebarluaskan.

    Puja dan puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas karunia serta rezeki yang diberikanNya sehingga kita dapat hidup lebih berarti. Kemudian shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat yaitu Baginda Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.
    Saudaraku, sesama muslim muslimat sengaja saya (penulis) memilih materi seperti judul tulisan tersebut diatas dan mengingatkan antum (pembaca) agar berhati-hati, janganlah sampai antum (kita) mati dalam keadaan bermaksiat. Persiapkan diri antum (kita) untuk menghadapi dahsyatnya alam akhirat. Perbanyak amalan untuk hari kiamat. Yang karenanya orang shaleh menangis dan orang bertaqwa memperbanyak amalan agar menjadi seperti yang disebutkan oleh Allah SWT dalam FirmanNya:

#(Artinya):” Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (syurga), mereka kekal didalamnya.(QS:Ali-Imron:107)

Ya! judul tulisan ini adalah sebuah pertanyaan. Jawabnya adalah: Adapun berkenaan dengan sebagian tanda-tanda Husnul Khotimah yang disebutkan Nabi SAW dalam beberapa Hadist ialah sebagai berikut:

a. Mampu mengucapkan syahadat menjelang ajal

# Sesuai sabda Nabi SAW:
(Artinya):” barangsiapa pada akhir ucapannya ialah: Laa ilaha Ilallah ia akan masuk syurga.”
(HR:Abu Daud dan Al-Hakim)
b. Dahi yang berkeringat:
# Sebagaimana tercantum dalam sebuah Hadist riwayat Buraidah bin Al-Khusaib, diterangkan bahwa ia sedang berada dikhurasan dan mengunjungi  saudaranya yang sakit. Ia melihatnya telah meninggal dan dahinya berkeringat lalu ia mengatakan:” Allahu Akbar! Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:(Artinya):” Kematian orang beriman ditandai keringat yang keluar didahi.”  (HR:Ahmad dan Al-Hakim)

c. Meninggal pada malam jum`at atau siang harinya
# Sesuai sabda Nabi SAW:
(Artinya):” Seorang muslim yang meninggal pada hari jum`at atau malam jum`at akan dijaga oleh Allah dari fitnah kubur.”   (HR:Ahmad dan Turmudzi)

d. Meninggal saat sedang beramal shaleh:
# Nabi Muhammad SAW bersabda:
(Artinya):” Siapa yang mengucapkan la illaha ilallah karena mencari keridhoan Allah dan ia mati saat itu, maka ia akan masuk syurga. Siapa yang berpuasa satu hari saja dalam rangka mencari ridho Allah dan ia meninggal saat berpuasa, ia akan masuk syurga. Barangsiapa bersedekah mencari keridhaan Allah dan ia meninggal saat itu juga maka ia akan masuk syurga.” (HR.Ahmad)

e. Mati syahid dimedan perang
# Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Orang yang mati syahid memiliki enam kemuliaan disisi Allah yakni: Diampuni seluruh dosanya saat darahnya mulai mengucur,ia melihat tempat tinggalnya disyurga, dihindarkan dari siksa kubur dan ketakutan dihari kiamat, ia dihiasi dengan hiasan tanda iman, dinikahkan dengan bidadari dan diberi kesempatan memberi syafaat bagi tujuh puluh anggota keluarganya.” (HR.Ahmad dan Turmudzi)

    Saudaraku, mati syahid ini diharapkan juga akan dialami oleh orang yang memintanya kepada Allah dengan ikhlas dari hatinya walaupun ia tidak mati dimedan perang.
# Bersabda Nabi SAW:
(Artinya):” Siapa yang meminta mati syahid kepada Allah sungguh sungguh dan jujur, niscaya Allah akan menyampaikannya pada derajat para syuhada, meskipun ia mati diatas tempat tidurnya.” (HR:Muslim)

f. Mati saat berperang dijalan Allah:
# Abu Malik Al-Ans`ari meriwayatkan Nabi SAW bersabda:
(Artinya):” Barangsiapa yang keluar berperang dijalan Allah, lalu mati atau terbunuh, maka ia mati syahid atau dilemparkan oleh kuda atau untanya (patah lehernya) atau mati dipatuk serangga atau mati ditempat tidurnya, mati dalam kondisi apa saja yang dikehendakinya Allah, maka ia mati syahid dan masuk syurga.”  (HR:Abu Daud, Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
g. Mati terserang penyakit tha`un:
# Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Sakit tha`un ialah kesyahidan bagi seorang muslim.”) (HR.Muslim)

h. Mati akibat sakit perut:
# Sesuai sabda Rasulullah SAW
(Artinya):” Siapa saja yang mati karena sakit perut (seperti kelebihan cairan perut, diare, dan ada yang mengatakan seluruh penyakit yang menyerang perut) maka ia mati syahid.” (HR.Ahmad dan Muslim)

i. Mati tenggelam dan tertimpa bangunan

# Nabi Muhammad SAW bersabda:
(Artinya):” Orang mati syahid ada lima. Mati karena tha`un, penyakit perut, tenggelam, tertimpa bangunan dan orang yang mati syahid dijalan Allah Azza Wa Jalla.” (HR.Muttafaqun alaih)

j. Seorang wanita yang mati saat melahirkan, mati karena terbakar dan karena penyakit dipinggang.
# Hadist riwayat Jabir bin Atiq dari Nabi SAW bersabda:
(Artinya):” Mati syahid selain yang mati dipeperangan ada tujuh macam: Yakni orang yang mati akibat tha`un (wabah penyakit menular) ialah syahid, begitu juga mati akibat tenggelam, orang yang berpenyakit pinggang, sakit perut melembung, terbakar, tertimpa bangunan dan seorang wanita yang meninggal dalam keadaan hamil.” (HR:Malik, Ahmad, Ibnu Majah, An-Nasa`i dan Al-Hakim)

k. Mati karena sakit TBC
# Hadist riwayat Rasyid bin Hubaish, dari Nabi SAW:
(Artinya):”…..Dan mati karena penyakit TBC, ialah syahid.”  (HR:Ahmad)

l. Terbunuh karena mempertahankan harta yang dicuri atau membela agama dan membela diri:
# Hadist Said bin Zaid dari Nabi SAW bersabda:
(Artinya):” Barangsiapa terbunuh karena membela hartanya maka ia syahid, barangsiapa terbunuh membela keluarganya maka ia syahid, barangsiapa terbunuh membela agamanya maka ia syahid, barangsiapa terbunuh membela dirinya maka ia syahid.” (HR:Ahmad, An-Nasa`i, Abu Daud, dan Turmidzi)

m. Mati saat berjaga dimedan perang:
# Dari Salman Al-Farisi, Nabi SAW bersabda:
(Artinya):” Berjaga dimedan perang sehari semalam lebih baik dari berpuasa dan shalat tahajud sebulan penuh, jika ia mati maka pahala amalannya akan terus mengalir dan ia akan terjaga dari adzab para malaikat dikubur.” (HR:Muslim, An-Nasa`i, Al-Hakim, Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Baihaqi dan Turmudzi)

    Saudaraku, itulah yang dapat kami sampaikan setentang tanda-tanda seseorang yang meninggal didalam keadaan husnul khotimah. Semoga bermanfaat dan sampai disini saya sudahi dulu tulisan (religius) ini. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan, jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja tulisan (religius) saya yang lain. Wa afwa minkum wassaamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Detik-Detik Sakaratul Maut. Oleh: Shalahudin As-Said. Edition june 2009. Dar-Al-Furqon Publisher & Book-Sellers. Riyadh-Saudi Arabia. Tel & fax: 00966-1-4358646.#

# Tulisan (religius) ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.