Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Tsauban ra meriwayatkan sabda Nabi SAW, ( Artinya ) : ” Barangsiapa yang ruhnya berpisah dari jasadnya sedang ia bebas dari tiga perkara, maka ia masuk syurga. Ketiga perkara itu ialah sifat sombong, hutang, dan dengki. ( HR : Ahmad, Turmidzi, An-Nasa’i , Ibnu Majah , dan Hakim. )
Barangsiapa yang tawadhu’ dan bebas dari sifat sombong , tidak memiliki tanggungan hutang dan tidak dengki, lalu ruhnya lepas dari jasadnya dalam keadaan seperti itu, ia juga memperoleh keutamaan ini. Insya Allah , ia termasuk golongan orang-orang yang dicintai Ar-Rahman. Begitu pula orang yang terbebas dari sifat sombong dan dengki,meskipun ia memiliki hutang tetapi ada yang mau membayar hutangnya tersebut.
Tentang orang yang berhutang, Rasulullah SAW bersabda, ( Artinya ) : ” Sesungguhnya orang itu tertahan oleh hutangnya dari ( masuk ) syurga. Bila kalian menghendaki maka tebuslah, dan bila kalian menghendaki maka serahkanlah ia pada siksa Allah. ” ( Al-Hadist ).
Samurah bin Jundub ( perawi Hadist ini ) mengatakan, ” Menurutku, hendaknya keluarga dan orang – orang yang peduli dengan masalah ( simayit ) segera beranjak dan melunasi hutang – hutangnya. Hal ini agar tidak seorangpun yang menuntut sesuatu darinya. ” ( HR : Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’i , Hakim , Baihaqi dan Ath-Thayalisi ) .
Adapun tentang seseorang yang ia mati dengan berniat melunasi hutangnya, terdapat riwayat dari Maimunah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, ( Artinya ) : ” … Barangsiapa berhutang dan ia berniat melunasinya, maka pada hari Kiamat Allah akan melunasinya. ” ( HR : Ahmad dan Thabrani, lihat At-Targhib: 3/33, dan Shahihul Jami'( 5986 ).
Tetapi barangsiapa yang mati dan ia tidak berniat membayar hutangnya, hutangnya akan dibayar dengan kebaikannya kepada orang yang dihutangi. Sebagaimana disinyalir dalam Hadist Ibnu Umar , Nabi SAW bersabda, ( Artinya ) : ” … Barangsiapa mati dan ia tidak berniat untuk melunasi hutangnya, maka hutang tersebut diambilkan dari amal kebaikannya, karena pada hari itu tidak ada dirham ataupun dinar. ” ( HR : Thabrani dari Ibnu Umar. Lihat Shahihul Jami’ ( 3418 ).
Ya Allah, berilah pertolongan kepada semua orang yang memiliki hutang dan mudahkanlah dalam melunasinya! Semoga Allah mengabulkan doa kita. Aamiin! Aamiin Ya Rabbal Aalamin. *
Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : MERENCANAKAN KHUSNUL KHATIMAH. Oleh : Muhammad Al-Muqri. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung