“ MEMPERBANYAK TERTAWA MENGHILANGKAN WIBAWA DAN MEMPERBANYAK SENDA-GURAU ITU MENGHILANGKAN KEPERWIRAAN.” (Bagian Pertama)

Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Sidang pembaca pecinta bacaan bernafaskan Islam. Apa khabar? Senang sekali dapat Kerjumpa (lewat tulisan) sesuai judul tersebut diatas, semoga mendapat tempat dihati pembaca. Menyejukkan, bermanfaat, menjadi sebagai tambahan ilmu dan yang paling diniatkan penulis, sebagai sarana syiar dakwah nilai-nilai Islam akan kian dapat tersebarluaskan. Insya Allah!

Kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat, karunia serta rahmatNya kepada kita sehingga kita sampai dengan saat ini tetap istiqomah, dan dapat hidup lebih berarti. Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.

Saudaraku, sidang pembaca. Saya tidak mengatakan bahwa tertawa itu dilarang. Tidak! Tetapi memang benar, saya (penulis) secara pribadi membatasi tertawa bahkan saya meredam suara tertawa saya. Apalagi yang namanya tertawa terbahak-bahak, sudah lama hampir tidak pernah saya lakukan. Kenapa? Ada beberapa Hadist shahih yang benar-benar mendapat tempat dihati saya. Saya berharap Hadist-Hadist riwayat Muttafaqun alaih ini juga mendapat tempat dihati saudaraku sesama muslim-muslimat wabil khusus pembaca website:WWW:Hajisunaryo.com. Insya Allah.

# Dalam sebuah riwayat disebutkan, suatu saat Nabi Muhammad SAW didatangi oleh malaikat Jibril, maka Nabi SAW bertanya:” Wahai Jibril jelaskan kepadaku tentang Neraka?”
Malaikat Jibril berkata:”Sesungguhnya Allah SWT menciptakan Neraka dan menyalakan apinya selama 1000 (seribu) tahun hingga api itu membara dan Neraka itu gelap hitam bagai malam. Sementara apinya tidak pernah padam, bahkan akan terus menjilat-jilat dengan bara api yang tak akan pernah mati.”

# Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi SAW pernah bersabda:
(Artinya):” Apimu yang kamu nyalakan didunia ini sesungguhnya adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari panasnya Neraka Jahanam.”

Para Sahabat berkata:” Demi Allah api didunia ini saja sudah teramat panas ya Rasul.” Beliau (Nabi SAW) bersabda:” Memang api Neraka itu masih lebih lagi dengan enam puluh sembilan kali bagian panasnya, semua itu setiap satu bagian sama suhu panasnya dengan api dunia.” (HR.Bukhari-Muslim dan Turmidzi)

Subhanallah! Begitu dahsyat api yang disediakan oleh Allah dalam Neraka. Kalau api didunia saja punya daya bakar sedemikian panas, maka bagaimana rasanya api Neraka yang derajat celsiusnya 69 (enam puluh sembilan) kali lipat panasnya api bumi? Perbandingan ini sebenarnya bisa dibuat sebagai deskripsi tentang api Neraka dan tingkat panasnya. Kalau api dunia saja sanggup membakar hangus timah dan besi maka bisa dipastikan bahwa api Neraka akan sanggup melelehkan timah dan besi itu meski dalam radius puluhan kilometer. Timah dan besi belum tersentuh oleh apinya namun baru kena hawa panasnya saja pasti sudah meleleh.
Masya Allah, sebegitu dahsyatnya api dalam Neraka lantas bagaimana rasanya jika api Neraka itu menyengat kulit manusia? Tidak bisa dibayangkan! Yang bisa dikhayalkan hanyalah jika seandainya sedikit api Neraka itu dilemparkan kebumi niscaya bumi ini dengan seluruh isinya akan hancur lebur hangus terbakar. Allahu Akbar!

# Diriwayatkan dalam sebuah Hadist bahwa sesungguhnya ketika Allah SWT memerintahkan kepada malaikat Jibril untuk mengambilkan api kepada malaikat Malik untuk diberikan kepada Nabi Adam sebagai keperluannya didunia. Malaikat Malik berkata:” Wahai Jibril berapa banyak api yang kaubutuhkan? Malaikat Jibril menjawab:’ Aku hanya butuh sebesar buah kurma.” Malaikat Malik berkata:”Wahai Jibril andai saja aku memberikan api itu sesuai dengan yang kau minta, yakni sebesar buah kurma maka pasti akan hancur tujuh langit dan tujuh bumi karena terbakar oleh api itu.” Malaikat Jibril berkata:” Kalau begitu berikan aku api sebesar biji kurma saja.” Malaikat Malik menjawab lagi:” Meski hanya sebesar biji buah kurma lalu kau bawa kebumi  maka nanti tidak akan ada hujan yang turun dari langit meski hanya setetes, semua tumbuh-tumbuhan dibumi pun akan mati terkena daya panasnya.”

Mendengar keterangan itu malaikat Jibril lalu menghadap lagi kepada Allah:” Ya Allah, seberapa banyak api yang harus hamba bawa?” Allah SWT menjawab dengan FirmanNya:” Ambillah kira-kira sebesar semut kecil.” Malaikat Jibril lalu membawa api Neraka itu sebesar semut kecil. Sebelum diberikan kepada Nabi Adam api itu masih harus dicelupkan sebanyak 70 (tujuhpuluh) kali kelaut. Selanjutnya api itu dibawa kepada Nabi Adam. Lalu malaikat Jibril meletakkan api itu diatas gunung yang tinggi, namun tiba-tiba gunung tersebut menjadi hancur. Kemudian malaikat Jibril mengembalikan api itu ketempat asalnya, yaitu Neraka. Dan saat api itu dibawa kembali yang tersisa dibumi ini hanya berupa kepulan asap dan beberapa batu dan besi yang terbakar yang sampai saat ini sisa-sia api tersebut masih digunakan oleh manusia.” (Al-Hadist)

Itulah api Neraka sebuah api yang akan digunakan untuk membakar tubuh-tubuh manusia yang durjana. Sungguh bukan main-main Allah menyediakan tempat yang bernama Neraka ini. Itu baru deskripsi tentang apinya belum lagi tentang tingkat kesengsaraan dan kedahsyatan siksaannya. Yang jelas jika manusia diperlihatkan oleh Allah betapa dahsyatnya siksaan Neraka, meski mimpi maka dimungkinkan orang tersebut akan mengalami gangguan jiwa karena saking takutnya.

Ia akan mengalami trauma berkepanjangan dan tidak akan sanggup melupakan kengerian itu sepanjang hidupnya. Astagfirrullahalazim! Allahu Akbar! Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim aku tidak kuat terkena panasnya api Neraka. Aku berlindung kepadaMu dari panasnya siksa api Neraka.
Sidang pembaca, bagaimana aku (penulis) bisa tertawa, apalagi terbahak-bahak setelah aku tahu (membaca) Hadist setentang dahsyatnya panasnya api Neraka? Tetapi terkadang aku terheran-heran melihat orang-orang berjoget, bergoyang meliuk-liukkan tubuhnya, laki-laki perempuan campur aduk diacara Tv dihampir semua channel dalam tayangan musik dan lawakan. Bergelegar suara bising mereka tertawa terbahak, ironisnya diantara mereka banyak juga para ibu-ibu yang sudah berumur dan memakai jilbab sambil tertawa santai menggoyangkan tubuhnya mengikuti alunan suara musik. Padahal bersamaan dengan itu di masjid-masjid berkumandang suara adzan Maghrib. Astagfirullahaladzi lailaha huwal hayyul qoyum wa atubu illaihi.
Benarkah dunia sudah tua dan Kiamat hampir tiba? saudaraku, sidang pembaca. Sebuah Hadist Shahih diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim disebutkan bahwa besi beton yang dicor oleh api (api Neraka) sehingga besi itu menjadi merah membara. Masya Allah! Dapat dibayangkan bagaimana panasnya besi yang dicor itu kemudian kedua telapak kaki kita menginjak besi panas itu. Tentu panas, saking panasnya kedua kaki kita menginjak besi itu ubun-ubun dikepala kita menjadi mendidih (bergejolak, bergemuruh suara otak mendidih diubun-ubun diatas kepala kita) Dan tahukah antum siksaan seperti ini di Neraka Jahanam adalah justru siksaan yang teringan? Naudzubillah! Summa nauzubillah.
Kalau siksa yang teringan saja sudah begini, betapa pula siksa yang paling berat? Sumpah! Mimpipun kita tidak sanggup (tidak mau)mengalami hal yang demikian. Ingin tahu Hadistnya? Berikut ini:
# Dari Annu`man bin Basyir ra, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Seringan-ringan manusia perihal siksanya (dalam Neraka) ialah orang yang mengenakan sepasang alas kaki dan buah ikatnya dari Neraka dan oleh sebab alas kaki serta ikatnya itu maka mendidihlah otaknya sebagaimana mendidihnya kuali (yang airnya panas). Tidak dimaklumi orang yang lebih sangat dari itu tentang siksanya (Yakni itu saja sudah dianggap berat sekali), namun demikian sesungguhnya orang itulah yang seringan-ringan siksanya (diantara seluruh ahli Neraka) (HR:Bukhari, Muslim).

Kalau saja Hadist ini mendapat tempat dihati kita, maka antum akan seperti saya, yaitu tidak mempunyai gairah untuk tertawa apalagi tertawa terbahak-bahak. Bagaimana mungkin kita bisa tertawa, padahal kita tahu seringan-ringan siksaan di Neraka adalah kedua kaki kita menginjak bara api dan otak kita mendidih sebagaimana mendidihnya kuali (yang airnya panas) saking panasnya gemuruh, bergejolak suara mendidihnya cairan diubun-ubun kita. Masya Allah! Allahu Akbar!
Sampai disini saya sudahi dulu tulisan (religius) ini bagian pertama semoga bermanfaat, terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah pada bagian kedua tulisan (religius) ini dengan judul sesuai tersebut diatas dikesempatan lain tentu saja diwaktu yang lain. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabakarakatuh.

# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: TerjemahTanqihul Qaul Oleh: Syaikh Muhammad Nawawi Bin Umar Al-Jawi. Penerbit:CV TOHA PUTRA– Semarang.)

# Artikel (religius) ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.