Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji syukur bagi Allah SWT. Penguasa tunggal di Hari Pembalasan Nanti,yang telah menciptakan kita sebagai manusia dengan sebaik-baik bentuk , penguasa Alam Semesta ini yang hanya kepada-Nya kita menyembah, memohon pertolongan baik itu urusan dunia maupun urusan agama.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Setiap tahun kita umat Islam selalu mengadakan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini penting artinya bagi umat Islam, dimana Nabi Muhammad diberangkatkan dari Masjidil Haram ke Masjidil Asqsha dan di Mi’rajkan kelangit dan alam yang lebih tinggi dari itu, ialah Lauhul Mahfudz , Rafraf, Musyaesn dan Sidratul Muntaha , dan terakhir menerima perintah shalat lima waktu.
Kejadian itu dimulai oleh penderitaan yang hebat yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Disaat itu Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya baru keluar dari Kamp tawanan di lembah Syi’ib yang terletak di luar kota Mekkah
selama tiga bulan.
Mereka tidak diperbolehkan mengadakan hubungan keluar, sehingga banyak sahabat yang mati kelaparan. Dua bulan setelah itu , Siti Khadijah istri Nabi, meninggal dunia dan disusul pula oleh pamannya yang setia , Abu Thalib. Karena penderitaannya, tahun itu dinamakan tahun Hazan atau prihatin.Untuk meningkatkan semangat perjuangan yang dihadapinya, Allah meng-isra’kan dan memi’rajkannya, sehingga semangat perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, kian meningkat dengan hebatnya.
Firman Allah SWT : ( Artinya ) : ” Maha Suci Allah Yang telah memberangkatkan hamba – Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Asqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha melihat. ” ( QS : Al-Isra’ : 1 )
Kejadian Isra’ dan Mi’raj dimulai dengan dibersihkannya dada Nabi Muhammad SAW, lalu diisi oleh iman, hilm, ( kesabaran ) dan ilmu. Kemudian diberangkatkan dengan mengendarai Buraq yang mempunyai kecepatan sangat tinggi.
Dalam perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Asqsha sungguh banyak kesan yang penting untuk kehidupan manusia didunia. Sesampainya di Masjidi Asqsha, beliau shalat berjamaah yang dimakmumi oleh para Nabi dan malaikat. Setelah itu barulah beliau di Mi’rajkan Allah kealam angkasa yang maha tinggi dan terakhir dapat perintah shalat yang lima waktu dari Allah SWT. Kemudian beliau pulang ke Masjidil Asqsha kembali, lalu ke Masjidil Haram.
Diantara khikmah yang terkandung dalam peristiwa tersebut ialah, bahwa dengan dibersihkannya jiwa Nabi Muhammad SAW oleh malaikat Jibril dan Mikail memberi syarat penting kepada kita. Bila kita akan menghadapi tugas berat, perlu membersihkan kalbu dari sifat – sifat yang kotor, seperti : Ujub, riya’, takabur dan hasud. Cara membersihkannya dengan niat yang ikhlas karena Allah semata – mata dan membersihkan segala alat-alat keperluan kita baik badan, pakian, tempat tinggal dan sebagainya.
Diisinya dada Nabi dengan ilmu, keimanan dan kesabaran ,memberi pengertian kepada kita , bahwa setiap orang yang menginginkan kekuatan jiwa dan mencapai kebahagiaan yang hakiki dan abadi, terlebih dahulu harus memperkuat bathin dengan tauhid kepada Allah yang mendalam. Ketauhidan merupakan komponen penting dalam diri manusia, bagaikan baja dalam pisau. Tajam tidaknya pisau, tergantung ada tidaknya baja. Syaikh Ibnu Rusdan mengatakan : ( Artinya ) : ” Yang terlebih dahulu diwajibkan kepada manusia, yaitu mengetahui Allah dengan yakin. ”
Diisinya dengan ilmu , memberi pengertian kepada kita bahwa bila kita akan berbuat sesuatu harus mengetahui dahulu ilmunya. Tanpa ilmu , pekerjaan kita akan sia-sia belaka dan gagal. Katanya pula : ( Artinya ) : ” Setiap orang yang bekerja tanpa ilmu, pekerjaannya tidak akan diterima. “.
Diisinya dengan ilmu ( kesabaran ), memberi pengertian, bahwa setiap orang yang menginginkan keberhasilan pekerjaan , harus bekerja dengan baik, disertai dengan kesabaran dan ketekunan. Tanpa itu tidak akan tercapai .
Perhatikan Firman Allah SWT : ( Artinya ) : ” … Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar . ” ( QS : Al-Baqarah : 153 ) .
Dan Firman-NYA : ” Meminta pertolonganlah kalian dengan kesabaran dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu pekerjaan yang berat, kecuali bagi orang – orang yang khusu’. ” ( QS : Al-Baqarah : 45 )
( BERSAMBUNG ) .
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Pertama. Kita nantikan penulisan selanjutnya Bagian Kedua pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : HIMPUNAN KHUTBAH. Seri 1. Oleh : H. Moch. Anwar *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung