MEMPERINGATI NUZULUL QUR’AN

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Maunah-Nya lah saya dapat menyusun tulisan religius sesuai judul tersebut diatas
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung , yaitu Baginda Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Keadaan umat manusia diseluruh dunia dan khususnya bangsa Arab sebelum Nabi Muhammad diutus oleh Allah, berada dalam kejahilan ( Jahiliyah ). Mereka berada dalam alam kekacauan. Jiwa manusia dipenuhi dengan kemusyrikan, keserakahan, dan kedzaliman terjadi dimana – mana. Orang kuat menindas yang lemah, penguasa memeras dan mendzalimi rakyatnya. Perhambaan merajalela akibat peperangan antar kelompok antar suku.
Kekacauan yang demikian hebatnya dapat diperbaiki oleh perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam tempo duapuluh tiga tahun.
Sungguh merupakan perjuangan yang maha hebat , maha berhasil yang belum pernah terjadi di negara manapun. Keberhasilan yang beliau peroleh disebabkan karena berpedoman kepada Al-Qur’an semata-mata. Al-Qur’an betul – betul merupakan resep untuk memperbaiki umat manusia yang terbaik.
Dalam kesempatan ini perlu kita ketahui, bagaimana isi Al-Qur’an itu ? Dan bagaimana pula fungsinya ? Marilah kita perhatikan Firman Allah SWT : ( Artinya ) : ” Dia lah ( Allah ) yang menurunkan kepada hamba – Nya (Muhammad ) ayat-ayat yang terang ( Al- Qur’an ) untuk mengeluarkan kalian dari kegelapan kepada cahaya. Dan sesungguhnya Allah kepada kalian Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. ” ( QS : Al – Hadid : 9 )
Yang dimaksud dengan kegelapan, ialah kekufuran dan kebodohan, sedang cahaya diartikan sebagai keimanan kepada Allah ( tauhid ). Dan hukum – hukum yang terkandung didalamnya penuh dengan keadilan, kemanusiaan , keamanan, ketenangan dan menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat.
Firman Allah SWT : ( Artinya ) : ” Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan Rahmat bagi orang-orang yang beriman…” ( QS : Al Isra’ : 82 ) .
Al-Qur’an menjadi obat kegelapan hati, kekacauan pikiran , ketakutan , kesusahan , kekhawatiran dan sebagainya. Dengan banyak membaca Al-Qur’an yang disertai hati yang khusyu’ semua penyakit dapat sembuh.
Dengan ilmu yang terkandung didalamnya, Al-Qur’an dapat mengobati keadaan masyarakat yang ketinggalan atau kacau, tidak aman dan tidak ada keadilan.
Allah SWT berfirman : ( Artinya ) : ” Dan sesungguhnya telah Kami mudahkkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? ” ( QS : Al-Qamar : 17 ).
Meskipun Al-Qur’an itu berbahasa Arab, akan tetapi manusia dari berbagai bangsa mudah mempelajari bacaannya, bahkan dapat membacanya dengan fasih. Mereka menghafalkannya dengan mudah dibandingkan dengan buku – buku lainnya.
Di Indonesia ribuan orang hafal akan Al-Qur’an diluar kepala. Sungguh merupakan suatu keanehan. Coba selidiki adakah buku – buku agama lain yang dihafal oleh pemeluknya setiap huruf, ayat dan surat ?
Sungguh benar Al-Qur’an merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang paling besar. Dan salah satu keanehan lainnya, ialah sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga sekarang, Al-Qur’an tidak akan berubah dan tidak akan ada orang yang mampu merubahnya. Sungguh berbahagia umat Islam.
Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, maka kedua orang tuanya dipakaikan mahkota pada hari Kiamat. Cahaya lebih terang dari cahaya matahari dirumah-rumah didunia. Sekiranya ada diantara kalian, bagaimana dugaan kalian bagi orang yang mengamalkannya ” ( HR : Ahmad ) .
Dan Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Bila salah seorang hamba menamatkan bacaan Al – Qur’an, maka ketika itu enam puluh ribu malaikat mendoakannya ( dengan ampunan Allah ). ” ( HR : Dailami ).
Dan Nabi SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Barangsiapa yang suka membaca Al-Qur’an, ia tidak akan dikembalikan kepada kehinaan hidup ( yakni tidak akan hidup pikun ) . ” ( dari Tafsir Ruhul Bayan 10 : 469 ) .
Sidang pembaca , mari kita tingkatkan ketaqwaan kita dengan suka dan rajin membaca Al-Qur’an, mengerti akan makna dan mengamalkan isinya. Mudah – mudahan kita berbahagia didunia dan diakhirat. Dan sungguh harus merasa penasaran kalau orang muslim masih belum dapat membacanya, lebih – lebih kalau sudah lanjut usia.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : HIMPUNAN KHUTBAH. Seri 1. Oleh : H. Moch. Anwar. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com. *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.