Assalamualaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta memohon ampunan-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku sidang pembaca yang terhormat. Ibnu Umar ra mengemukakan, bahwa Muhammad Rasulullah SAW mempunyai dua orang Muadzdzin ( tukang Adzan )ialah Bilal dan Ibnu Ummi Maktum yang buta. Tentang hal ini Rasulullah SAW bersabda : ” Bilal Adzan tengah malam. Karena itu makan dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum Adzan. ” ( HR : Muslim ) .
Abdullah bin Ka’ab Al Himyari mendengar cerita dari Abu Bakar, bahwa Marwan pernah mengutusnya kepada Ummu Salamah ra menanyakan perihal seorang laki-laki yang mendapatkan Subuh dalam keadaan Junub : ” Apakah dia boleh meneruskan puasanya ? ”
Jawab Ummu Salamah : ” Rasulullah SAW pernah mendapatkan Subuh ( kesiangan ) dalam keadaan Junub karena jima’, bukan karena mimpi. Kemudian beliau tidak membatalkan puasanya dan pula tidak mengqadha. ” ( HR : Muslim ) .
Aisyah ra dan Ummu Salamah ra, dua istri Rasulullah menuturkan : ” Sesungguhnya Nabi SAW pernah mendapatkan Subuh ( kesiangan ) dalam keadaan Junub karena jima’, tidak karena mimpi , dan beliau terus saja berpuasa. ” ( HR : Muslim ) .
Aisyah ra menceritakan, ada seorang lelaki datang meminta fatwa kepada Nabi SAW, sedangkan Aisyah mendengarkannya dibelakang pintu. “Ya Rasulullah, waktu shalat tiba , sedang aku dalam keadaan junub. Bolehkah aku meneruskan puasaku ? “.
Rasulullah SAW menjawab : ” Aku pernah mendapatkan waktu shalat Subuh dalam keadaan junub, lalu aku terus saja berpuasa. ”
” Engkau tidak sama dengan kami. Allah telah mengampuni dosa engkau yang lama dan yang baru.
Sabda Rasulullah SAW :” Demi Allah, sesungguhnya aku berharap semoga akulah orang yang paling takut kepada Allah , dan lebih tahu daripada kamu sekalian tentang bagaimana caranya takwa. ” ( HR : Muslim ) .
Hadist ini berlaku bagi orang yang makan sahur terlalu malam sehingga setelah itu tidur kembali. Apabila selisih waktu antara selesai makan sahur dengan shalat Subuh hanya seperempat jam, sebaiknya segera mandi besar bagi yang Junub dan menunggu shalat Subuh.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkumwasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh .
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : PETUAH-PETUAH RASULULLAH. JILID 5. MASALAH SEPUTAR ZAKAT & PUASA . Oleh : Syamsul Rijal Hamid *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung