Assalamualaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahiim
Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta memohon ampunan-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat.Anas ra mendengar khabar dari Zaid bin Tsabit ra ia pernah makan sahur bersama – sama Rasulullah SAW. Tidak lama kemudian mereka pergi shalat.
” Kira-kira berapa jaraknya antara waktu makan sahur dengan shalat ? ”
” Kira-kira selama membaca lima puluh ayat ” Jawab Zaid. ( HR : Muslim ) .
Yang dimaksud jaraknya , “kira-kira lima puluh ayat” dalam Hadist diatas, bisa sekitar sepuluh menit. Bagi kita yang di Indonesia sebaiknya mengikuti ketetapan ulama, yaitu jadwal imsaqiyah yang dipatok sepuluh menit sebelum Azan Subuh. Pemberitahuan imsaqiyah ini dimaksudkan agar kita segera menyelesaikan makan sahur kita karena sudah mendekati Subuh.
Sementara itu Samurah bin Jundub ra dalam khotbahnya menyampaikan Hadist Rasulullah SAW : ( Artinya ) : ” Janganlah kamu terhalang makan sahur oleh Adzan Bilal, dan janganlah oleh cahaya putih ini, sehingga terbit fajar ( sidik ).”
( HR : Muslim ) .
” Adzan Bilal ” yang dimaksud dalam Hadist tersebut, adalah Adzan yang pertama. Pada zaman Rasulullah SAW Adzan Subuh memang dilakukan dua kali. Adzan pertama untuk membangunkan kaum muslimin bahwa waktu Subuh sudah dekat. Dan Adzan kedua sebagai pemberitahuan bahwa waktu shalat Subuh sudah masuk. Selisi waktu antara Adzan pertama dengan Adzan kedua ini lebih dari satu jam ( baca Hadist pada judul tulisan berikutnya ). D Indonesia Adzan pertama itu ditiadakan diganti dengan ‘tarhim’ yang berasal dari kata ‘tarhiimun’ ( saling mengasih ). Maksudnya, orang yang telah bangun terlebih dahulu membangunkan kaum muslimin lainnya untuk shalat Subuh berjamaah. Untuk tarhim ini kebanyakan Masjid dan Musholla di Indonesia mengumandangkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Cahaya putih yang dimaksud dalam Hadist tersebut adalah fajar Kizib ( palsu ) yang tampak diangkasa sebelum fajar siddik.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari : PETUAH-PETUAH RASULULLAH. JILID 5. SEPUTAR MASALAH ZAKAT & PUASA. Oleh :Syamsul Rijal Hamid. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung