MENGENAI SUNAT – SUNAT SHALAT

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta hanya kepada-Nya kita memohon ampunan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Kita pernah membicarakan setentang ketentuan shalat mengenai syarat syah shalat dan rukun shalat. Kini kita akan membicarakan mengenai sunat-sunat shalat sebagai berikut : Sunat shalat yaitu hal-hal yang dilakukan dalam shalat, baik berupa bacaan-bacaan ataupun perbuatan-perbuatan tertentu. Jika sunat – sunat shalat tersebut dikerjakan maka ibadah shalatnya akan lebih utama atau sempurna. Namun, apabila tidak dilakukan atau ditinggalkan maka shalatnya tetap syah. Sunat-sunat dalam mengerjakan shalat dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu sunat ” Ab’adl ” dan sunat “Hai’at ” sebagai berikut :
I. Sunat Ab’adl ialah sunat didalam shalat yang jika ketinggalan atau lupa dikerjakan maka disunatkan menggantinya dengan sujud sahwi pada akhir shalat, baik sebelum salam ataupun sesudah salam. Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Dari Abdullah bin Buhainah : ” Kami telah shalat Dzuhur bersama Rasulullah SAW. Beliau berdiri dan beliau ketinggalan duduk tasyahud awal maka pada akhir shalat, beliau sujud dua kali. ” ( HR : Bukhari dan Muslim ) .
Bacaan atau perbuatan yang termasuk sunat Ab’adl antara lain:
1. Tasyahud /tahiyat awal
2. Duduk dalam Tasyahud /tahiyat awal
3. Membaca shalawat dalam Tasyahud /tahiyat awal
4. Membaca shalawat atas keluarga Nabi Muhammad SAW diwaktu Tasyahud /tahiyat awal.
II. Sunat Hai’at :
Sunat Hai’at ialah sunat didalam shalat yang bila tidak dikerjakan, maka tidak disunatkan untuk menggantinya dengan sujud sahwi.
Adapun perbuatan atau bacaan yang termasuk sunat Hai’at itu banyak sekali. Diantaranya adalah :
1. Mengangkat kedua belah tangan ketika :
a. Takbiratul ihram
b. Akan rukuk dan bangun dari rukuk ( iktidal ).
c. Akan berdiri dari Tasyahud /tahiyat awal
2. Meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri dengan menggenggamnya dan diletakkan di bawah dada.
3. Membaca doa iftitah sesudah takbiratul ihram.
4. Membaca Taawud
5. Membaca ta’min /aamin ( setelah membaca surat Al-Fatihah)
6. Membaca surat ( ayat ) dari Al-Qur’an sesudah membaca surat Al-Fatihah.
7. Membaca Sami’allahu liman hamidah , ketika iktidal.
8. Membaca tasbih rukuk dan sujud ( masing-masing tiga kali ).
9. Membaca doa / tasbih ketika duduk antara dua sujud.
10. Meletakkan tangan keatas paha ketika duduk tahiyat, dengan menghamparkan tangan kiri diatas paha kiri, sedangkan tangan kanan diatas paha kanan dan digenggamkan serta jari telunjuknya ditunjukkan.
11. Duduk iftirasy pada saat tahiyat awal ( duduk iftirasy ) yaitu duduk dengan cara menduduki kaki kiri, sedangkan telapak kaki kanan berdiri dan jari-jarinya terletak dilantai menghadap Kiblat.)
12. Duduk tawaruk pada tahiyat atau tasyahud akhir ( yaitu duduk dengan duduk tawaruk dengan cara mengulurkan kaki kiri dibawah kaki kanan ditegakkan dan ujung jari-jarinya menghadap Kiblat )
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. Oleh : Drs H. Hasan Baihaqi, Af *
*** * Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.