NABI MUSA AS ( Bagian Kedua )

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Taufik dan Hidayah-Nya lah saya dapat menulis ( menyusun ) artikel religius, berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Pada Bagian Kedua ini saya akan melanjutkan penulisan artikel religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas sebagai berikut : Nabi Musa as beserta pengikutnya berhasil menyeberangi Laut Merah. Fir’aun dan tentaranya terus mengejar. Namun , ketika Fir’aun serta tentaranya berada ditengah Laut Merah , Nabi Musa memukulkan tongkatnya lagi sehingga air laut kembali menyatu dan menenggelamkan Fir’aun serta seluruh tentaranya.
Untuk menyempurnakan ke Rasulan Nabi Musa as , Allah menurunkan Kitab Taurat selama 40 malam. Untuk itu, Nabi Musa as harus meninggalkan pengikutnya. Nabi Harun as ( saudara Musa ) diminta untuk mengawasi serta membimbing pengikut Musa. Namun , para pengikutnya menjadi murtad dan menyembah sapi betina dari emas. Samiri yang membuat sapi betina dari emas itu.
Nabi Harun as tidak dapat menginsyafkan para pengikutnya yang telah menjadi sesat. Ketika Nabi Musa as kembali, beliau sangat terkejut karena umatnya menjadi kafir. Nabi Musa as menyuruh mereka yang murtad untuk bertobat kepada Allah.
Nabi Musa as berhasil menundukkan orang – orang kafir agar mereka menyembah kepada Allah dan memperbanyak bersyukur. Diantara kaumnya ada yang bertanya kepada Musa as, tentang siapakah didunia ini yang paling alim. Nabi Musa menjawab bahwa beliaulah yang paling alim. Allah marah atas kesombongan Nabi Musa as yang mengaku paling alim. Maka Allah mengingatkan kekeliruan Nabi Musa as. Nabi Musa bukanlah yang paling alim melainkan Nabi Khidlir. Nabi Musa as menemui Nabi Khidlir hendak belajar ilmu. Namun Nabi Musa as tidak berhasil, karena ketidak sabarannya.
Nabi Musa as wafat pada usia 120 tahun. Mukjizat Nabi Musa as berupa tongkat yang dapat berubah menjadi ular besar dan dapat membelah laut.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Kedua. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan judul baru tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. TIM BINA KARYA GURU. Penerbit : ERLANGGA *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.