MENGHABISKAN WAKTU DENGAN MENONTON TELEVISI ( Bagian Kedua )

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta memohon ampunan-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu Baginda Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Pada Bagian Kedua ini, artikel religius berjudul sesuai tersebut diatas akan saya lanjutkan penulisannya sebagai berikut : Ada hati yang menyukai bahkan menyerukan semua itu. Warna hati jenis ini sudah menghitam, rasa ghirahnya sudah mati, dan penyakitnya sudah sangat akut. Tetapi juga ada hati yang mengingkari, menolak , dan mewaspadai semua itu. Warna hati jenis ini masih putih dan memancarkan cahaya iman.
Jika ada sesuatu yang musykil mengenai hukumnya, harus dilihat terlebih dahulu dari segi negatifnya, hasil atau manfaatnya dan tujuannya. Jika segi positif lebih dominan daripada segi negatif, syariat tidak mengharamkannya.
Bahkan berbagai segi negatif bersifat parsial dibandingkan berbagai segi positifnya yang bersifat umum bisa ditolerir.
Sebaliknya jika berbagai segi negatifnya lebih dominan daripada segi positifnya, seperti misalnya segi negatifnya bersifat umum meskipun mengandung berbagai segi positif yang bersifat parsial, mustahil syariat menghalalkannya. Bahkan pasti mengharamkannya.
Sesungguhnya televisi adalah alat bencana dan kejahatan yang mendorong kepada kenistaan dan kecabulan, menyeru kepada segala pengrusakan dan kehancuran keluarga, dan menghabiskan waktu dengan sia-sia tanpa guna. Bahkan terkadang dapat meninggalkan kewajiban-kewajiban shalat serta ketaatan – ketaatan lainnya. Ini baru yang berlaku pada televisi yang tidak menayangkan tayangan yang mesum dan cabul. Lalu bagaimana dengan televisi yang menayangkan tayangan perempuan – perempuan genit dan laki-laki binal,lalu mereka berbicara dengan menggunakan kata-kata cabul yang mendorong pada perbuatan cabul dan melanggar tindak kejahatan?.
Hayo , sadarlah wahai kaum muslimin. Berikan nasihat kepada orang yang melecehkan perintah – perintah Islam. Ingatkan orang yang melanggar adab dan tidak punya rasa malu. Basmi penyakit berbahaya yang dapat menghancurkan kehormatan dan raga. Jangan mau kompromi dengan nafsu – nafsu yang menyukai kebejatan. Dia itu buta tidak bisa melihat kebenaran sebagai cahaya tidak bisa mengenal keutamaan sebagai keindahan, dan tidak bisa menyaksikan kebenaran yang terpampang jelas didepannya, bahkan dia melihatnya sebagai kebathilan yang gelap.
Ada sementara akal yang menganggap baik alat yang bernama televisi, karena dia yakin itu adalah alat kebudayaan dan pendidikan yang berfungsi menyebarluaskan berbagai kebaikan. Akan tetapi, akal-akal ini tidak menyadari akan berbagai bahaya yang ditimbulkan dari televisi berupa adegan – adegan mesum, tayangan – tayangan cabul, dan tontonan-tontonan vulgar yang merusak keluarga. Akal-akal ini juga tidak mengenal kaidah-kaidah syariat yang sebenarnya. Padahal yang terpampang didepannya jelas – jelas kepalsuan, dan yang terdengar nyaring adalah kata-kata beracun yang diterima begitu saja, sehingga lupa akan kejahatan, bencana , dan fitnah yang ditimbulkannya. ”
Allah SWT berfirman : ( Artinya ) : ” Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari ( perbuatan dan perkataan ) yang tidak berguna. ” ( QS : Al -Mukminun : 3 ) .
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Kedua. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan judul tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : 89 KESALAHAN SEPUTAR PUASA RAMADHAN. Oleh : Abdurrahman Al-Mukaffi . *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com. *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.