Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Bimbingan-Nya lah saya dapat menyusun tulisan religius berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sebagian besar kaum muslimin menghabiskan waktu mereka dengan menonton televisi dibulan Ramadhan. Sejak dari sahur, disiang hari , menjelang berbuka , waktu berbuka , dan setelah shalat tarawih , berbagai bentuk tayangan menyihir mereka sehingga waktu Ramadhan yang penuh berkah hilang dengan sia-sia.
Tayangan dari ceramah yang dibumbui lawakan, nyanyian – nyanyian dan sinetron sinetron yang terkesan Islami, kuis-kuis tatkala menjelang berbuka dan sahur , sampai komedi – komedi yang terbungkus pesan – pesan Ramadhan adalah dagangan stasiun-stasiun televisi yang tidak mengindahkan kaidah – kaidah syariat Islam sehingga mengotori pahala puasa orang – orang yang menontonnya.
Al-Lajnah Ad-Daimah lil-Buhuts Al-Ifta’ berfatwa : ” Duduk di depan televisi itu hukumnya boleh jika yang didengar bukan suara-suara yang haram. Contohnya seperti bacaan Al – Qur’an, ceramah – ceramah keagamaan, iklan – iklan niaga , dan berita – berita politik. Sebaliknya , hal dilarang jika yang didengar adalah suara-suara yang haram. Contohnya seperti nyanyian dan ucapan – ucapan mesum, suara-suara biduanita, meskipun yang dinyanyikan bukan lagu – lagu yang mesum, lagu – lagu yang dinyanyikan oleh kaum laki-laki dengan suara perempuan, banci, dan lain sebagainya.
Secara keseluruhan, hukum halal atau haram tentang duduk sambil mendengarkan suara televisi itu tergantung pada apa yang didengar. Duduk didepan televisi dengan berlebihan dan membuang-buang waktu luang, terkadang merupakan kesibukan yang sangat dibutuhkan oleh seseorang, karena bisa mendatangkan manfaat merata serta kebaikan yang banyak untuk dirinya, keluarganya dan umat. Tetapi untuk lebih berhati – hati dalam masalah ini, sebaiknya hal itu ditinggalkan saja. Sebab, terkadang hal itu bisa menjadi sarana untuk mendengarkan dan melihat sesuatu yang haram didengar dan dilihat. ”
Syaikh Abdullah Nashih Ulwan Rahimahullah berkata : ” Sepanjang sebagian besar tayangan televisi sekarang ini cenderung menyerang kehormatan, mengarah pada kerusakan serta anarkisme, dan mendorong pada pembukaan aurat serta pembaruan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, maka menghidupkan, mendengarkan tayangan , dan menonton tayangan – tayangannya dianggap termasuk keharaman dan dosa yang sangat besar. ”
Syaikh Abdullah bin Humaid, Ketua Umum tokoh-tokoh Agama di Masjidil Haram berkata : ” Fitnah-fitnah yang menyerang hati adalah yang menyebabkan hati menjadi sakit, yakni fitnah nafsu syahwat dan upaya berbagai pengaburan, fitnah – fitnah kelacuran dan kesesatan, fitnah – Fitnah kemaksiatan dan bid’ah-bid’ah, serta fitnah – fitnah kedzaliman dan kebodohan. Yang pertama dapat mengakibatkan kerusakan tujuan kemauan. Dan yang kedua dapat mengakibatkan kerusakan pengetahuan serta keyakinan. Pada dasarnya, hati itu ada dua jenis : Pertama , jenis hati yang ketika disodori fitnah dia langsung menerima, menyukai , dan cenderung padanya. Dan kedua , jenis hati yang mengingkari, membenci , dan mewaspadainya. Contohnya, seperti fitnah – fitnah yang menghancurkan, tontonan – tontonan yang membahayakan, tarian-tarian erotis, pesta pesta yang gemerlapan, gambar-gambar yang mengundang nafsu syahwat, dan lain sebagainya yang ditayangkan lewat layar kaca televisi. ( Bersambung ) .
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri dulu tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Pertama. Kita nantikan penulisan selanjutnya Bagian Kedua pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : 89 KESALAHAN SEPUTAR PUASA RAMADHAN. Oleh : Abdurrahman Al-Mukaffi . *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung