“NUZULUL QUR`AN”

Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Pertama kali kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang  telah melimpahkan taufik dan hidayahNya kepada kita semua. Shalawat serta salam tidak lupa kita mohonkan semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga beserta para Sahabatnya.
Saudaraku, sesama muslim muslimat, khususnya sidang pembaca yang berbahagia. Jazirah Arabia terdiri dari tiga wilayah, yaitu Najed, Yaman dan Hijaz. Didaerah Hijaz terdapat kota-kota seperti: Mekkah, Madinah dan Thaif. Sebagian besar jazirah Arabia terdiri dari padang pasir yang tandus. Ibukotanya bernama: Riyadh. Kota yang termasyur ialah Mekkah. Karena dikota Mekkah terdapat Masjidil Haram dan Kabah. Tidak kalah termasyhur kota Madinah, karena dikota madinah terdapat Masjidnya Rasulullah SAW yaitu Masjid Nabawi.
Lebih dari empat belas abad yang silam orang Arab memuja dan menyembah Tuhan selain Allah. Mereka menamakan Tuhannya:Lata,uza, mina dan lain-lain ( Menurut Ulama beken dari Betawi, KH. Abdullah Syafeei ada 360 (tiga ratus enam puluh) nama-nama patung mereka). Setiap suku Arab mempunyai berhala sendiri-sendiri yang diletakkan didekat Kabah. Rumah suci tersebut sebenarnya peninggalan dari Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim. Kemudian diselewengkan ajaran dan pemujaan kepada Tuhan oleh mereka, meskipun  setiap Tahunnya mereka mengadakan Ziarah (thawaaf ke Kabah)
Pada masa itu orang Arab hidup secara bersuku-suku dan amat fanatik terhadap sukunya itu. Sehingga seringkali terjadi peperangan antara suku yang tak pernah hentinya. Selain dari mereka memuja dan menyembah berhala, adat istiadatnya juga amat buruk. Suka bermain judi, minum arak, merampok dan suka membunuh anak perempuannya sendiri.Pada zaman itu keadaan dunia luar pun pada umumnya  sama seperti apa yang terdapat dijazirah Arab. Sehingga zaman itu  disebut: Zaman Jahiliyah atau zaman kebodohan dan kegelapan.
Dizaman kebodohan dan kegelapan itu seorang pemuka Quraisy bernama Abdul Muthalib adalah orang yang paling disegani. Beliau mempunyai beberapa orang putera , salah seorang diantaranya bernama Abdullah. Abdullah dijodohkan dengan seorang gadis  bernama Aminah. Pada suatu hari ketika istrinya sedang mengandung, Abdullah (suami Aminah) pergi berdagang  kenegeri Syam. Dalam perjalanan pulang dari negeri Palestina itu beliau (Abdullah) meninggal dunia.
Beberapa bulan setelah Abdullah meninggal dunia, maka tepat pada hari senin tgl 12 Rabiul awal tahun gajah Aminah melahirkan seorang putera. Oleh Abdul Muthalib diberi nama : Muhammad , tetapi  ibunya (Aminah) memberi nama Ahmad. Muhammad  SAW adalah anak yatim karena ayahnya telah meninggal dunia. Kebiasaan penduduk Mekkah bahwa setiap anak yang lahir, tidak diberi susu oleh ibunya sendiri.
Maka Muhammad SAW diserahkan kepada seorang wanita dusun bernama:Halimah Sa`diah untuk menyusuinya. Pada usia 6 (enam) tahun Muhammad SAW diajak oleh ibunya pergi ziarah kemakam ayahnya. Tetapi dalam perjalanan kembali pulang ibunya meninggal dunia di Abwa. Sekarang Muhammad SAW menjadi yatim piatu. Muhammad SAW kini diasuh oleh kakeknya yaitu: Abdul Muthalib. Pada usia Muhammad SAW mencapai 8 (delapan) tahun kakek yang baik hati inipun meninggal dunia. Kemudian Muhammad SAW dipelihara oleh seorang pamannya bernama: Abu Thalib. Beliaulah yang paling besar jasanya dalam melindungi Muhammad SAW dari kejahatan orang Quraisy.
Meskipun yatim piatu, Muhammad SAW memiliki sifat-sifat yang mulia. Sejak kecil Muhammad SAW sudah sangat rajin, tekun dan giat bekerja. Mula-mula beliau mengembala kambing dan memerah susu, kemudian setelah usia beliau 12 (dua belas) tahun beliau ikut berdagang kenegeri Syam bersama pamannya. Muhammad SAW dikenal sebagai seorang anak yang berperangai dan berbudi pekerti yang cantik, budi bahasanya halus,selalu ramah tamah kepada siapapun. Tidak pernah berbicara kasar, tidak pernah pula berkata dusta.
Selain berbudi pekerti luhur, Muhammad SAW dikenal sebagai seorang yang jujur, tidak pernah berbohong, selalu berkata yang benar. Sebab itulah penduduk Mekkah memberi gelar kepadanya Al-Amin. Artinya orang jujur, ikhlas dan dapat dipercaya. Beliau tidak pernah minum arak, tidak pernah makan babi dan tidak pernah memuja atau menyembah berhala dari semenjak kecil hingga dewasa.
Pada usia 23 (dua puluh tiga) tahun Muhammad SAW mendapat amanah dari seorang perempuan bangsawan bernama Khadijah,beliau disuruh membawa barang daganganya ke Negeri Syam. Karena keahliannya, Muhammad SAW memperoleh keuntungan yang banyak dan kemudia dengan takdir Allah Yang Maha Kuasa pada usia 25 (dua puluh lima) tahun Muhammad SAW mempunyai seorang istri yang sangat setia bernama: Khadijah binti Khuwailid. Dari istrinya ini beliau mempunyai beberapa orang anak laki-laki dan beberapa orang anak perempuan.
Seperti dikatakan diatas, lebih dari empat belas abad silam dizaman jahiliyah atau zaman kebodohan dan kegelapan ini orang Arab menyembah berhala (patung-patung). Muhammad SAW saat itu berkata:” Hai bangsaku, mengapakah kamu memuja patung yang kamu buat sendiri? Mengapakah kamu menyembah Tuhan yang kamu ada-adakan?”
Mereka menjawab:” Sebenarnya kami menyembah Tuhan, tetapi dalam perasaan kami bahwa patung-patung itu yang mendekatkan kami dengan Tuhan dengan sedekat-dekatnya.”
Muhammad SAW berkata:” Bukankah itu ucapan dimulutmu saja? Sedangkan sebenarnya Tuhan tidak berkata demikian? Dan mengapakah kamu membunuh anak-anak perempuan, padahal bukan kamu yang menghidupkannya? Mengapakah kamu suka membuat kerusakan dibumi, menipu, mencaci dan berzina?
Itulah sebabnya Muhammad SAW ketika usia mendekati 40 (empat puluh) tahun, beliau sering tafakur. Beliau sering menyepi ke Gua Hira beribadat kepada Allah dan memohon petunjuk agar dapat membimbing bangsanya dari kegelapan mata hatinya. Agar dapat menuntun bangsanya keagama yang baik lagi benar.



Pada suatu malam, ketika Muhammad SAW sedang berada digoa Hira tiba-tiba datanglah Malaikat Jibril menunjukkan sehelai kain putih bertuliskan wahyu Allah. Jibril berkata:” Bacalah!” Muhammad SAW menjawab:” Aku tidak dapat membaca.” Jibril memeluk Muhammad dengan keras lalu berkata lagi:” Bacalah!” Muhammad SAW menjawab:” Aku tidak dapa membaca.” Kemudian Jibril mengulangi: Bacalah!Muhammad SAW” Aku tidak dapat membaca.” Oleh karena memang Muhamad SAW tidak pandai membaca dan menulis, maka untuk yang keempat kali Malaikat Jibril menuntun Muhammad SAW untuk membaca Jibril membaca apa yang diwahyukan oleh Allah SWT, lalu diikuti oleh Muhammad SAW. Wahyu itu berbunyi:” Iqra Bismi Rabbikalladzi Khalaq. Khalaqal Insana min alaq. Iqra wa rabbukal Akram. Alladzi `allama Bil qalam. Allamal insana maa lam ya`lam.”  (QS:Al-Alaq:1-5).



Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Itulah wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad SAW dari Allah SWT dengan demikian beliau telah diangkat menjadi Nabi disisi Allah. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 17 Ramadhan. Kemudian kita sebut peristiwa itu: Nuzulul Qur`an atau permulaan turunnya Al-Qur`an. Selanjutnya mulai saat itu Malaikat Jibril sering mendatangi Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan yaitu bahwa semua wahyu yang telah diterima agar disampaikan kepada umat manusia. Dengan demikian beliaupun menjadi Rasul disisi Allah SWT.
Adapun Allah SWT menurunkan Al-Qur`an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril secara berangsur-angsur dalam jangka waktu lebih kurang 23 tahun. Yakni 13 tahun dikota Mekkah dan beliau (Nabi SAW) sudah hijrah ke Madinah. Seperti diterangkan diatas, ayat pertama yang diterima Nabi SAW adalah surat Al-Alaq ayat 1-5. Menurut pendapat jumhur ulama ayat terakhir adalah surat Al-Maidah ayat 3:
# Firman Allah SWT:
(Artinya):” Pada hari ini telahKu sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan nikmatKu dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS:Al-Maidah:3)



Ayat tersebut diturunkan pada tanggal 9 Dzulhijah 632 masehi dipadang Arafah pada saat Nabi Muhammad SAW melaksanakan haji Wa`da. Kebenaran dan kemurnian Al-Qur`an dijamin oleh Allah SWT sebagaimana yang dinyatakan dalam surat Al-Baqarah ayat 147 sebagai berikut:
# FirmanNya:
(Artinya):” Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu janganlah kamu termasuk orang yang ragu.” (QS:Al-Baqarah:147)



Satu-satunya kitab suci dari Allah SWT yang masih asli dan murni ayat-ayatNya sampai sekarang  adalah kitab Al-Qur`an. Allah SWT yang menurunkan kitab Al-Qur`an itu dan Allah SWT pula yang menjaga, menjamin kemurnian keasliannya.
# Perhatikan Firman Allah SWT:
(Artinya):” Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Qur`an dan sesungguhnya Kami pula yang menjaganya.” (QS:Al-Hijr:9)
Ya! Suatu kenyataan sedikit saja ada kesalahan orang membaca atau mencetak Al-Qur`an pasti banyak orang Islam yang hafal Al-Qur`an memperbaikinya. Subhanallah!
Saudaraku sidang pembaca yang terhormat, sampai disini saya sudahi dulu tulisan (religius) ini, semoga bermanfaat dan terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya  yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.



# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku:Cakap Membaca Dan Menulis Huruf Al-Qur`an. (Tauhid) cetakan ke 2 Tahun 1978 Oleh: Saadan Rahmany dan Buku: Lintasan Sejarah Al-Qur`an. Oleh: Achmad  Syauki#



# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#


This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.