“ ORANG KIKIR ADALAH ORANG YANG TIDAK BERSHALAWAT SAAT NAMA NABI MUHAMMAD SAW DISEBUTKAN”

Assalamualaikum w.w. Saudaraku sesama muslim,sidang pembaca yang terhormat,selamat berjumpa kembali dengan al-fakir (lewat tulisan) sesuai judul tersebut diatas.
Semoga bermanfaat,menyejukkan dan yang paling utama yang diniatkan oleh penulis adalah nilai-nilai Islam akan dapat menjadi kian tersebar luaskan.

      Saudaraku,didalam kitab suci Al-Qur`an dan Hadist-hadist Nabi SAW terdapat banyak keterangan setentang perintah shalawat,keistimewaan,bahkan faedah bershalawat kepada Rasulullah SAW.

* Kita simak Firman Allah SWT:
Artinya:” Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman,bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS.Al-Ahzab:56)

     Menurut Imam Ash-Shawi,ayat ini adalah dalil yang menguatkan bahwa Rasulullah SAW melingkupi paling berbagai macam Rahmat. Beliau adalah mahluk yang paling baik. Shalawat Allah SWT yang ditujukan padanya berfungsi sebagai penghormatan sedangkan yang ditujukan pada yang lain berfungsi sebagai rahmat. Allah SWT berfirman: (Artinya)” Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikatNya (memohonkan ampunan untukmu) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang).” (QS.Al-Ahzab:43)

* Sementara Firman Allah SWT
Yang artinya: Hai orang-orang beriman,bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”  (QS:Al-Ahzab:56)

Maksudnya adalah panggillah dia dengan sebutan yang layak,hikmah shalawat yang diucapkan para malaikat dan kaum mukminin pada Rasulullah SAW adalah untuk memuliakannya,seperti tujuan mendirikan shalat untuk memuliakan Allah. Selain itu membaca shalawat  kepada Nabi SAW dimaksudkan untuk menampakkan rasa hormat padanya serta menunaikan hak yang yang beliau miliki. Sebab Rasulullah SAW adalah perantara agung dari segenap karunia yang diterima kaum mukminin. Dengan kata lain,menunaikan hak orang yang menjadi sebab turunnya nikmat adalah suatu keharusan. Jadi,shalawat semua mahluk padanya adalah wujud dari upaya menunaikan kewajiban padanya.Ketahuilah para Ulama sepakat menetapkan hukum shalawat adalah wajib. Perbedaan pendapat terjadi seputar kapan shalawat itu diwajibkan.

* Imam Malik mewajibkannya sekali seumur hidup. Sementara Imam Syafi`i mewajibkannya dalam tasyahud akhir shalat fardhu. Tetapi Ulama lain mewajibkan disetiap majelis. Bahkan ada yang mewajibkannya setiap kali mendengar nama Rasulullah SAW disebutkan. Juga ada yang mewajibkan agar kita banyak membaca shalawat tanpa batasan jumlah dan waktu. Shalawat kepada Rasulullah SAW adalah pekerjaan mulia,keutamaannya banyak dan merupakan wujud ketaatan yang nyata serta menjadi sarana terbaik dalam mendekatkan diri.

* Sekarang perhatikan sebuah Hadist dari Abdullah bin Al-Ash ra,Rasulullah SAW bersabda:” Barangsiapa bershalawat  kepadaku sekali. Maka Allah SWT akan membalasnya sepuluh kali.”   (HR.Muslim)
                                                                                                                        
* Dan Hadist dari Ibnu Mas`ud ra,bahwa Rasullulah SAW bersabda: “Paling dekatnya manusia padaku dihari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat padaku. (HR.Turmidzi)

* Dan Hadist dari Ali ra,bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Artinya:” Orang kikir adalah orang yang tidak bershalawat saat namaku disebutkan” (HR.Turmidzi)

* Sekarang kita simak Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tabrani,seperti berikut:
Artinya:Dari Muhammad bin Yahya bin Hayyan dari ayahnya dari kakeknya diriwayatkan seorang laki-laki berkata pada Rasulullah SAW katanya:” Rasulullah aku akan persembahkan sepertiga shalawatku padamu.”

“ Ya,tidak apa-apa.”
“ Bagaimana kalau seperdua?”
“ Ya tidak apa-apa”
“ Bagaimana kalau semuanya?”
“ Berarti Allah akan memenuhi kebutuhan dunia dan akhiratmu.”  (HR.Tabrani)

* Dan Hadist dari Ubay bin ka`ab ra diriwayatkan bahwa jika Rasulullah SAW bangun seperempat malam beliau berseru:” Wahai sekalian manusia berdzikirlah kepada Allah…,berdzikirlah pada Allah …..kalian akan dibangkitkan saat tiupan pertama itu diiringi tiupan kedua. Kematian akan segera tiba,kematian akan segera tiba….”

Rasulullah,aku sering bershalawat. Berapa banyak yang harus ditujukan kepadamu?
“ Terserah”
“ Bagaimana kalau seperempat?”
“ Terserah lebih banyak lebih baik.”
“ Seperdua”
“ Terserah lebih banyak lebih baik”
“ Ku peruntukkan semua shalawatku kepadamu”
“kalau begitu keperluanmu akan dicukupi dan dosamu akan diampuni.” (HR. Ahmad, Tarmidzi, dan Al-Hakim)                                                                           

      Shalawat dianjurkan pada setiap kesempatan. Namun demikian,Rasulullah SAW sangat menekankan pada hari jum`at  hari yang diberkahi. Pada hari itu berkah serta cahaya shalawat yang diucapkan pada Rasulullah SAW bertambah.
* Perhatikan Hadist Nabi SAW dari Abu Darda ra,Rasulullah SAW bersabda: (Artinya)” Perbanyaklah bershalawat padaku dihari jum`at. Hari itu adalah hari kesaksian yang disaksikan para malaikat. Tidaklah seseorang bershalawat padaku kecuali malaikat akan menyampaikannya padaku hingga selesai.”
“ Apakah itu berlaku sepeninggalmu juga?”
“ Sesungguhnya Allah SWT mengharamkan tanah menghancurkan jasad para Nabi.” (HR.Ibnu Majah)

     Sementara dari Sahabat Abu Aus ra diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:(Artinya)“ Hari jum`at adalah hari terbaik. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan. Pada hari itu Ruh ditiupkan dan dicabut kembali. Perbanyaklah bershalawat padaku pada hari itu. Karena shalawatmu sampai kepadaku.
Rasulullah,bagaimana shalawat kami disampaikan padamu kalau kau sudah meninggal?”
“ Sesungguhnya Allah SWT mengharamkan tanah menghancurkan jasad para Nabi.”
(HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hibban, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

       Sidang pembaca,orang-orang shaleh menciptakan beragam kalimat shalawat kepada Rasulullah SAW sehingga jika dihitung ,kita akan mendapatkan bentuk shalawat yang sangat banyak. Akan tetapi,dalam setiap bentuk kalimat tersebut tersimpan cahaya dan kejernihan. Sebagian  berupa shalawat murni yang hanya ditujukan pada Rasulullah SAW  dan sebagian lagi berisi sisipan do`a pada Allah yaitu memohon kesembuhan penyakit,kelapangan dada,bahkan memohon kebutuhan hidup terpenuhi.

* Sebagai contoh,shalawat yang lazim disebut shalawat Ibrahimiyah adalah shalawat yang diajarkan Rasulullah sebagai berikut:

* Allahumma shalli a`la Muhammad,wa`ala ali Muhammad,kama shalaita ala ibrahim,wa ala ali ibrahim,wa barik ala Muhammad wa ali Muhammad,kama barakta ala Ibrahim wa ala ali Ibrahim fil alamina innaka hamidun majid.”

* Dan sebagai contoh,misalnya shalawat yang diciptakan Syaik Abdul Fattah Al-Qadhi,berikut ini:

* Allahumma shalli wa salim wa barik ala sayyidina wa maulana Muhammad abdika,adada khalqika,wa ridha`a nafsika,wazinatu `arsyika wa midada kalimatika.”
Artinya: Ya Allah ,berikan kesejahteraan ,keselamatan,serta berkah pada junjungan kami Nabi Muhammad hambaMu,sebanyak ciptaanMu,seagung keridhoanMu,seberat mahligaiMu dan sebanyak hidangan kalimat-kalimatMu.”

      Sidang pembaca,sebenarnya masih banyak contoh-contoh shalawat,baik itu shalawat yang diajarkan Rasulullah SAW ataupun shalawat yang diciptakan orang-orang shaleh. (para Ulama) namun sengaja penulis hanya meyampaikan dua buah shalawat saja
* Yang perlu penulis tekankan disini adalah janganlah kita menjadi termasuk orang yang kikir sebagai  yang tersebut dalam Hadist: Artinya:” Orang kikir adalah orang orang yang tidak bershalawat saat namaku disebutkan. (HR.Tirmidzi)

     Saudaraku,sesama muslim. Mari kita bershalawat apabila nama junjungan kita,junjungan umat,Nabi termulia,Rasul paling Agung yaitu Baginda Nabi Besar Muhammad SAW disebut.Paling tidak kita ucapkan:”Allahumma shalli wassalim wabarik alaih”
* Akhir dari tulisan (religius) ini al-fakir akan menyampaikan Hadist dimana Rasululah SAW bersabda: Artinya: Jika kalian bershalawat mulailah dengan memuji Tuhan,dilanjutkan shalawat pada Nabi,baru setelah itu memohon do`a apa saja.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Hibban serta Al-Hakim)

* Dan Hadist yang datangnya dari Jabir ra ,disebutkan bahwa apabila mendengar Azan dan pada akhir lafadz yang diucapkan muadzin yaitu,la ilaha ha illallah maka kita yang mendengar ucapkanlah: Allahumma Rabba Hadzihid Da`watit Tammati wash shalatil Qoimati Muhammaddanil whasilata wa fadhilata Wab`atshu maqoman  mahmudanil ladzhi,wa`adtahu.”

Artinya:” Ya Allah ,Tuhan yang sempurna ini dan shalat yang berdiri,berilah kepada Nabi Muhammad SAW wasilah dan keutamaan dan bangkitkanlah ia pada tempat yang terpuji yang Engkau telah menjanjikannya.Maka wajib baginya syafaatku pada hari kiamat  (HR:Ahmad,Bukhari,Abu Daud,Turmidzi dan Ibnu Majah)

       Sampai disini saya akhiri tulisan ini,terima kasih atas segala perhatian,mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain dengan tulisan saya yang lain.

Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

* Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Terapi dengan Zikir mengusir kegelisahan & merengkuh ketenangan jiwa. Oleh: Dr.Abdul Halim Mahmud.

* Artikel religius ini dapat anda temukan pada website: WWW.Hajisunaryo.com


This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.