PAHALA SYURGA FIRDAUS BAGI ORANG YANG MEMELIHARA SHALAT LIMA KALI SEHARI SEMALAM SEJUMLAH 17 RAKAAT

  Assalamualaikum,sidang pembaca.Jumpa lagi kita (lewat tulisan) kali ini sesuai judul
Tersebut diatas semoga bermanfaat,menyejukkan,sekaligus mendapat tempat dihati setiap kita orang-orang yang cinta kepada bacaan bern afaskan Islam.Tentu saja sebagai sarana dakwah penulis berharap artikel religius ini akan dapat menjadi kian tersebar luaskan.
 
       Saudaraku,shalat fardhu lima waktu wajib dilakukan bagi setiap orang Islam,berakal,baligh,suci dari haid (menstruasi) dan nifas bagi wanita,dalam keadaan terjaga (bangun) pada waktu-waktu yang sudah ditentukan.Sebanyak lima kali sehari semalam sejumlah tujuh belas rakaat yaitu:Dzuhur 4 rakaat,Ashar 4 rakaat,Maghrib 3 rakaat,Isya 4 rakaat dan Shubuh 2 rakaat.
 
        Shalat adalah merupakan rukun Islam yang kedua,dari rukun Islam yang lima.Shalat
Adalah amal ibadah yang diwajibkan oleh Allah SWT yang disampaikan langsung olehNya kepada RasulNya (Nabi Muhammad SAW) pada waktu malam beliau di Mi`raj
kan setahun sebelum beliau berhijrah.
 
        Ada pun dalil yang mewajibkan kita untuk mendirikan shalat adalah firman-firman Allah SWT yang banyak sekali termaktub didalam kitab suci Al-Qur`an.Antara lain firman Allah seperti berikut ini:
 
Firman Allah SWT:
 
“Kemudian apabila kamu telah merasa aman,maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa).Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas oran g-orang
Yang beriman.” (QS.An-Nisaa:103)
 
Allah SWT berfirman:
 
“Dan dirikanlah shalat,tunaikanlah zakat dan ruku`lah beserta oran g-orang yang ruku`.”
(QS.Al-Baqarah:43)
 
Kemudian FirmanNya:
 
“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam.” (QS:Hud:114)
 
Dan FirmanNya:
 
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gela p malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh.Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh Malaikat)”
(QS.Al-Isra:78)
 
Firman Allah SWT:
 
“ Sesungguhnya Aku inilah Allah tiada Tuhan selain Aku,karena itu sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS:Thaha:14)
 
Dan FirmanNya pula:
 
“Karena itu dirikanlah shalat,tunaikanlah Zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah
(QS.Al-Hajj:78)
 
       Sebenarnya masih banyak lagi contoh-contoh dalil dari Firman firman Allah SWT yang mewajibkan shalat,tetapi penulis batasi (karena kiranya cukup sudah contoh-contoh diatas) sebagai penegasan Allah didalam kitab suci Al-Qur`an mengenai perintah mendirikan shalat.Yang justru shalat inilah sebagai tiang agama,dimana agama tak dapat tegak kecuali dengan shalat.
Perhatikan Hadist Nabi SAW berikut ini:
 
 
 
“Pokok ur usan adalah Islam,sedang tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah berjuang berjihad fisabililah.” (HR.Turmudzi)
    
       Pada prinsipnya,bahwa shalat fardhu itu wajib kita lakukan selama hayat masih dikandung badan,baik dalam keadaan sepi ataupun ramai,baik dirumah maupun dalam perjalanan (bepergian) baik sedang sibuk banyak kerja maupun ur usan,baik sedang tugas (dinas) bahkan dalam keadaan sakitpun kita tetap berkewajiban untuk melaksanakan shalat,sesuai sebagaimana yang sudah diatur dalam ilmu fiqih.
 
       Jadi seyogyanya seorang muslim sejati tetap melaksanakan shalat baik dalam keadaan dan kondisi yang bagaimanapun (sesulit apapun) adalah sangat tidak pantas seseorang (insan beriman) bila ia tidak mendirikan tiang agama Islam (shalat) itu.
 
      Oleh karena itu konsekwensi Allah atau ke maha BijaksanaanNya terhadap oran g oran g yang sama aktip melakukan shalat dengan menjaga syarat rukunnya,memelihara waktunya dan dikerjakan dengan hati yang khusu`.Mereka ini akan memperoleh kebahagiaan dan keberuntungan yang tiada habis-habisnya serta memperoleh pahala berupa syurga Firdaus.
 
Sesuai Firman Allah SWT:
 
“Sesungguhnya beruntunglah oran g-orang yang beriman (yaitu) oran g – oran g yang khusu`dalam sembahyangnya.” (QS.Al-Mu`minun:1-2)
 
 
Dan kemudian FirmanNya:
 
 
“Dan oran g-orang yang memelihara sembahyang (shalat)nya,mereka itulah oran g-orang yang akan mewarisi (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus:Mereka kekal didalamnya.” (QS.Al-Mu`minun:9-11)
 
        Saudaraku,sidang pembaca yang budiman.Demikian ketinggian pahala shalat fardhu
Sebuah pertanyaan,mengapa oran g-orang yang benar-benar memelihara shalat lima waktu sehari semalam sebanyak tujuh belas rakaat itu memperoleh pahala berupa syurga Firdaus?jawabnya tiada lain karena shalat dalam agama Islam menempati kedudukkan yang tak dapat ditandingi oleh ibadah manapun juga.
 
        Ia mempunyai potensi dan posisi serta fungsi ataupun peranan yang sangat penting.
Misalnya shalat itu dapat menjadi senjata untuk menolak segala perbuatan yang keji dan munkar.
perhatikan FirmanNya:
 
“Dan dirikanlah shalat.Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar.” (QS.Al-Ankabut:45)
 
  Shalat merupakan mekanis untuk memperoleh pertolongan Allah,sebagai sarana untuk mengingat Allah dan shalat yang kita lakukan dengan penuh kekhusu`an,janji Allah kita akan memperoleh rahmatNya.
 
Kembali kita perhatikan Firman-firmanNya:
 
1. “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.”(QS.Al-Baqarah:45)
 
 
2. “Dirikanlah shalat untuk mengingatKu.”(QS.Thaha:14)
 
 
3. “Dan dirikanlah shalat,tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Rasul,supaya kamu diberi Rahmat.” (QS.An-Nur:56)
 
 
       Saudaraku,shalat juga adalah merupakan barometer untuk menentukan segala amal perbuatan.Sebagai penghapus dosa,sebagai penebus dosa sesuai yang disabdakan Rasulullah SAW berikut ini:
 
Sekarang perhatikan Hadist-hadist Nabi SAW berikut ini:
 
a. “Amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari Kiamat adalah Shalat.
Jika ia baik,baiklah seluruh amalnya.Sebaliknya jika jelek,jeleklah pula semua amalnya.”(HR.Thabrani)
 
b. “Disebutkan dalam Hadist Nabi SAW:Warta dari Abu Hurairah ra berkata,aku menden gar Rasulullah SAW bersabda:”Bagaimanakah pendapatmu kalau sebuah sungai dimuka pintu salah satu kamu,dan ia mandi daripadanya tiap hari lima kali,apakah masih tertinggal kotorannya?jawab Sahabat:Tidak.Maka demikianlah shalat lima waktu,Allah SWT menghapus dengan dosa-dosanya.”(HR.Bukhari dan Muslim)
 
c. “ Warta dari Abu Hurairah ra katanya,bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :
“Sembahyang (shalat) lima waktu dan jum`at hingga jum`at,sebagai penebus dosa.Yang
Terjadi diwaktu itu,selama tidak dilakukan dosa-dosa besar.” (HR.Muslim)
 
 
      Oleh karena itu saudaraku,marilah kita laksanakan shalat dengan sebaik-baiknya,dengan memelihara waktu dan syarat rukunnya.Mari kita tingkatkan kekhusu`an kita dalam melakukan shalat kepada Allah dan dalam menta`ati segala perintah RasulNya
Agar kita memperoleh pahala yang tinggi berupa Syurga Firdaus dan agar kita memperoleh RahmatNya. Amin!
 
       Saya sudahi sampai disini dulu tulisan saya ini.Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan.Jumpa lagi kita,Insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain.Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
 
•••
 
 
(Bahan-bahan (materi)diambil dan dikutip dari buku:Lautan Pahala Oleh:M.Ali Chasan Umar.Penerbit:CV.Toha Putra, Semarang .)
•••
 
*Artikel religius ini dapat anda temukan pada website :Http//www.Hajisunaryo.com.*
•••

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.