Assalamualaikum wr wb. Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT , tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta memohon ampunan-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita , junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu Baginda Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Pada Bagian Kedua ini, artikel religius berjudul sesuai tersebut diatas akan saya lanjutkan penulisannya sebagai berikut : Maka didalam Hadist Nabi SAW ditandaskan sangat kuatnya, bahwa kita agar senantiasa bertaqwa kepada Allah dalam situasi dan kondisi bagaimanapun. Baik dalam keadaan yang rahasia ( samar ) maupun dalam keadaan terang-terangan.
Demikian sebagaimana warta dari Abu Dzar Jundub bin Junadah Al-Ghiffary dan Abi Abdurrahman Muadz bin Jabal dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau bersabda : ( Artinya ) : ” Bertaqwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, dan ikutilah perbuatan jelek dengan perbuatan yang baik, sungguh akan menghapuskannya, dan kumpulilah para manusia dengan moral yang baik. ” ( Turmidzi ).
Oleh karena itu setiap kali kita dengar khutbah – khutbah, diserukan oleh seorang khatib untuk kita bertaqwa kepada Allah : ” Ayyuhan Nass Ittaqullaah!…… Faqad Faazal Muttafaqun ! ”
Sebab dengan taqwa inilah manusia dipandang paling mulia disisi Allah, dengan taqwa manusia akan memperoleh keberuntungan dan pahala yang besar.
Adapun sebagai ciri – ciri orang yang bertaqwa antara lain adalah :
1. Beriman kepada yang ghaib. Yaitu mengi’itikadkan adanya sesuatu yang maujud yang tidak dapat ditangkap oleh panca indra, karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti adanya Allah, Malaikat – malaikat , hari Kiamat , Syurga dan Neraka, As-Shirath, Mizan, Azab Kubur, siksa dan pahala , qadha dan qadar.
2. Mendirikan shalat, dan berseru kepada orang lain untuk ikut serta melakukannya.
3. Menafkahkan rezekinya ( harta bendanya ) dijalan Allah seperti : Zakat, infak , sedekah untuk fakir miskin dan anak yatim dan sebagainya.
4. Mempercayai akan kebenaran isi kitab suci Al Qur’an dan mengamalkan isinya.
5. Percaya kepada Kitab – kitab yang diturunkan sebelum Al Qur’an seperti : Taurat, Injil dan Zabur serta suhuf – suhuf yang diturunkan kepada para Rasul.
6. Yakin akan adanya kehidupan akhirat, yakni benar-benar percaya akan adanya kehidupan sesudah dunia berakhir.
Demikianlah sebagaimana telah disitir dalam Firman Allah SWT : ( Artinya ) : ” ( Yaitu ) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat , dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab ( Al Qur’an ) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab – kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya ( kehidupan ) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang – orang yang beruntung. ” ( QS : Al-Baqarah : 3 – 5 ). ( BERSAMBUNG ) .
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri dulu tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Kedua. Kita nantikan penulisan selanjutnya Bagian Ketiga pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : LAUTAN PAHALA. Oleh :”M. Ali Chasan Umar. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
*Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung