PAHALA TAQWA KEPADA ALLAH ( Bagian Pertama )

Assalamualaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta memohon ampunan-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Taqwa menurut syara’ adalah menjaga dan memelihara diri dari siksa dan murka Allah SWT, dengan jalan melaksanakan perintah – perintah – Nya, menjauhi larangan serta perbuatan maksiat.
Para ahli Tasawuf berpendapat, bahwa taqwa itu ialah membentengi diri dari siksa Allah, dengan jalan taat kepada-Nya.
Para ahli Fiqih ( Fuqaha ) berpendapat bahwa taqwa berarti menjaga diri dari segala sesuatu yang melibatkan diri kepada dosa.
Ringkasnya, banyak sekali para Sahabat maupun Tabiin dan para Ulama yang memberikan ta’rif atau pengertian ‘Taqwa’ dengan berbeda – beda. Tapi titik tolaknya adalah sama, yaitu : ( Artinya ) : ” Senantiasa taat ( dalam melaksanakan ) perintah – perintah Allah dan dalam menjauhi ( meninggalkan ) segala larangan – larangan Allah SWT ) ” .
Akan tetapi pada prinsipnya baik didalam Al-Qur’an maupun Hadist – hadist Nabi kita diperintahkan untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah , baik dalam situasi dan kondisi bagaimanapun saja.
Allah SWT berfirman dalam kitab suci Al-Qur’an : ( Artinya ) : ” Dan bertaqwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan. ” ( QS : Al-Maidah : 96 ) .
Lalu Firman-Nya : ( Artinya ) : ” Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kepada Allah SWT sebenar-benar taqwa kepada – Nya, dan janganlah sekali – kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. ” ( QS : Al-Imran : 102 ) .
Dan Firman Allah SWT : ( Artinya ) : ” Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertaqwa kepada-Ku. ” ( QS : An Nahl : 2 ) .
Sebab taqwa inilah sebagai perbekalan yang terbaik. Tidak ada perbekalan dunia dan akhirat yang melebihi baiknya taqwa kepada Allah SWT.
Maka didalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman : ( Artinya ) : ” Berbekalah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. ” ( QS : Al-Baqarah : 197 ) .( BERSAMBUNG ) .
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri dulu tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Pertama. Kita nantikan penulisan selanjutnya Bagian Kedua pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku :LAUTAN PAHALA. Oleh : M. Ali Chasan Umar . *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com
*
***
* Artikel religiusini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.