PAHALA TASBIH , TAHMID , DAN TAKBIR , MEMPERBERAT TIMBANGAN AMAL ( Bagian Pertama ) .

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Taufik dan Hidayah – Nya lah saya dapat menyusun ( menulis ) religius ini berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Kalau kalimat tasbih , tahmid dan takbir menjadi sebuah kalimah yang paling dicintai oleh Allah, maka rasanya tak mungkin jika Allah memperlakukan kalimah tersebut sebagai sebuah kalimah yang biasa-biasa saja sebagaimana kalimah – kalimah yang lain. Tentu Allah memperlakukan khusus dengan kalimat itu. Dan memang betul. Dari banyak Hadist Nabi sendiri bisa diketahui bahwa diantara sekian fadhilah yang terdapat dalam bacaan itu adalah bahwa bacaan ‘Subhaanallah’ , ‘Alhamdulillah’ , dan ‘Allahu Akbar’ , bisa memperberat timbangan amal kelak pada Hari Kiamat.
Sebagaimana yang kita imani bersama bahwa kelak pada Hari Kiamat, setelah seluruh manusia dibangkitkan dari alam kubur, manusia dikumpulkan dalam sebuah tempat bernama Mahsyar untuk menjalani proses peradilan.
Dalam peradilan ini seluruh manusia, mulai dari Nabi Adam sampai pada manusia terakhir akan dimintai pertanggungjawaban atas semua amal yang yang pernah dilakukan sewaktu hidup didunia. Tak ada satupun amalan meski hanya kecil yang luput dari proses peradilan tersebut. Ya, tak ada satupun perbuatan manusia yang luput dari pertanyaan, sekecil apapun dan seberat apapun tak satupun yang bisa lolos. Ironisnya lagi , pada saat itu nanti Allah akan menghadirkan saksi yang tak akan pernah bisa berbohong , yakni seluruh anggota tubuh manusia itu sendiri.
Pada saat proses peradilan ini pun akan dilanjutkan dengan proses pertimbangan amal. Pada akhirnya semua amal manusia akan ditimbang untuk diketahui banyak mana antara amal baik dengan amal buruk. Pertimbangan amal ini akan membawa dua jawaban, jika amal baik lebih berat
ketimbang amal jelek, maka balasan yang akan diterima adalah syurga. Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, amal jeleknya lebih berat daripada amal baiknya, maka jelas ganjaran yang akan diperoleh adalah adzab Neraka.
Sadarlah, bahwa kita sesungguhnya masih banyak kekurangan dalam beramal baik. Dalam hal melakukan kebaikan sepertinya nilai yang kita kumpulkan masih jauh dari cukup. Sementara itu pada saat yang bersamaan amal jelek, sadar maupun tidak sudah berkali-kali kita kumpulkan tanpa adanya kesadaran bahwa kita telah memiliki nilai merah dalam dalam buku catatan amal kita. Jika kondisi seperti ini terus berlanjut hingga kita menemui ajal untuk menghadap Sang Ilahi, maka apa jadinya catatan amal kita? Bagaimana jika kelak amal perbuatan itu diproses lalu ditimbang ? ( BERSAMBUNG ) .
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri dulu tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Pertama. Kita nantikan penulisan selanjutnya Bagian Kedua pada penerbitan mendatang. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : RAHASIA DIBALIK 99 BUTIRAN TASBIH. Oleh : Asrifin An Nakhrawie, S.Ag. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.