Assalamualaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahiim
Allahumma shalli wasalim sayyidina Muhammad.
Segala puja dan puji kepunyaan Allah , hanya kepada-Nya kita menyembah dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan.Shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW , tiada Nabi lagi setelahnya.Shalawat serta salam semoga juga terlimpahkan atas keluarga serta para sahabatnya.
Sidang pembaca yang terhormat.
Qana’ah artinya rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki , serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang yang berlebihan.Qana’ah bukan berarti hidup bermalas-malas , tidak mau berusaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup .Justru orang yang Qana’ah itu selalu giat bekerja dan berusaha , namun apabila hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan , ia akan tetap rela hati menerima hasil tersebut dengan rasa syukur kepada Allah SWT.
Sikap yang demikian itu akan mendatangkan rasa tentram dalam hidup dan menjauhkan diri dari sifat serakah dan tamak .
* Nabi Muhammad SAW bersabda :
( Artinya ) : ” Dari Abdullah bin Amru berkata ,bersabda Rasulullah SAW : ” Sungguh beruntung orang yang masuk islam dan rezekinya cukup dan merasa cukup dengan apa-apa yang telah Allah berikan kepadanya. ” ( HR : Muslim ).
Orang yang mempunyai sifat Qana’ah , memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada pada dirinya adalah ketentuan Allah.
* Perhatikan Firman Allah SWT :
( Artinya ) : ” Dan tidak ada suatu binatang yang melatapun dibumi melainkan Allahlah yang memberi rezekinya.” ( QS : Hud : 6 ).
Qana’ah seharusnya merupakan sifat dasar setiap muslim , karena sifat tersebut dapat menjadi pengendali agar tidak surut dalam keputus asaan dan tidak terlalu maju dalam keserakahan.
Qana’ah berfungsi sebagai stabilisator dan dinamisator hidup seorang muslim.
Dikatakan stabilisator , karena seorang muslim yang mempunyai sifat Qana’ah akan selalu berlapang dada , berhati tentram , merasa kaya dan berkecukupan , bebas dari keserakahan ,karena pada hakikatnya kekayaan atau kemiskinan terletak pada hati bukan pada harta yang dimilikinya.
Bila kita perhatikan banyak orang yang lahirnya nampak berkecukupan bahkan mewah , namun hatinya penuh diliputi keserakahan dan kesengsaraan ,sebaliknya banyak orang yang sepintas lalu seperti berkekurangan namun hudupnya tenang , penuh kegembiraan , bahkan masih sanggup
mengeluarkan sebagian hartanya untuk kepentingan sosial.
* Nabi SAW bersabda dalam sebuah Hadistnya :
( Artinya ) : ” Dari Abu Hurairah ra , bersabda Rasulullah SAW : ” Bukanlah kekayaan itu karena banyak harta benda , tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati.” ( HR : Bukhari dan Muslim ).
Saudaraku , sidang pembaca yang budiman. Sampai disini saya sudahi tulisan ( religius ) ini terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan Jumpa lagi kita , insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
****
* Bahan – bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM .( Untuk SMU-SMK ) . Disusun Oleh : Direktorat Penbinaan Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Umum Depaetemen Agama. Kurikulum 1994 . *
****
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website : Http// Hajisunaryo.com.*
****
Categories
Cari Artikel
penggunjung