QONAAH DAN TASAMUH ADALAH DUA SIFAT MULIA YANG MENJADI IDENTITAS SEORANG MUSLIM SEJATI

   Saudaraku sesama muslim, sidang pembaca yang terhormat, Alhamdulillah kita berjumpa kembali (lewat tulisan) setelah beberapa waktu alfakir absen dari menulis disebabkan kesehatan al fakir di usia yang semakin senja ini memang sudah agak menurun. Namun sekali lagi Alhamdulillah sekarang kesehatan al fakir sudah membaik dan dapat menulis kembali. Kali ini tulisan saya berjudul seperti tersebut diatas semoga mendapat tempat di hati masing-masing kita, menyejukkan serta dapat mengena sesuai nawaitu penulis yaitu sebagai sarana syiar dakwah.
               Saudaraku sesama muslim, akhlakul karimah atau akhlak yang mulia ini memang diajarkan oleh agama kita diantaranya adalah Qonaah dan Tasamuh. Saudaraku, dua sifat mulia ini disamping akan membawa manfaat pada diri kita tetapi juga akan berpengaruh terhadap terciptanya kondisi sosial yang aman, tentram, menyejukkan serta perasaan (suasana) damai terhadap orang lain.  Agar sifat-sifat mulia ini bisa menjadi ciri atau karakter pada diri kita maka langkah awal yang harus kita miliki adalah bersyukur atas nikmat Allah SWT disamping kita akan mendapat balasan kelak di akhirat. Pastinya akhirnya kedua sifat mulia ini akan menjadi identitas pada diri seorang muslim sejati.
               Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sekarang kiranya kita perlu tahu terlebih dahulu apa itu Qonaah? Pengeritan Qonaah menurut bahasa adalan merasa cukup, menerima dengan rela. Sementara menurut istilah adalah menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan atau merasa kurang dari apa yang telah diberikan Allah SWT.
               Qonaah bukan berarti hidup bermalas-malasan yaitu tidak mau berusaha dengan segala sesuatu yang diserahkan Allah, namun Qonaah adalah merasa cukup atas apa yang dimilikinya. Qonaah merupakan tirai kehidupan. Apabila kita mempunyai rezeki yang banyak tidak takabur, tetapi justru ingat orang miskin sehingga suka bersedekah. Sifat qonaah yang dimiliki oleh seorang muslim akan dapat menimbulkan rasa senang dan tentram dalam hatinya. Sebab apapun yang dimiliki orang lain walaupun berlebih tidak akan berpengaruh pada kehidupannya. Orang yang memiliki sifat qonaah tidak akan iri atau dengki terhadap kehidupan (rezeki) orang lain, karena ia yakin sekali bahwa rezeki seseorang yang menentukan adalah Allah SWT. Bukankah kemuliaan seseorang itu tidak diukur dari harta (kekayaan) yang dimiliki? Melainkan ketakwaannyalah yang menentukan seseorang itu mulia disisi Allah SWT apalagi kalau kita selalu bersyukur maka Allah SWT akan menambah rezeki kita.
·   Perhatikan Firman Allah SWT :
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun dibumi melainkan Allah lah yang memberi rezekinya.” (QS. Hud : 6)
·   Dan Hadist Rasulullah SAW :
 “Sungguh beruntung orang yang masuk Islam dan rezekinya cukup dan merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya. (HR. Muslim)
               Saudaraku, Qonaah tidak langsung ada pada diri seseorang tetapi sifat ini bisa dibangun melalui latihan dan membiasakan diri untuk selalu Qonaah pada apa yang didapatnya dan meyakini bahwa sikap tersebut benar adanya dalam kehidupan seseorang sehingga dapat menimbulkan rasa tenang dan tentram.
                Kemudian dalam menyikapi hidup dan kehidupan pun orang yang memiliki sifat Qonaah tidak akan mudah terpengaruh oleh orang lain karena ia yakin, haqul yakin bahwa semua apa yang dimiliki (harta) di dunia ini tidak akan dibawa ke akhirat kelak. Akhirnya Saudaraku, untuk mengetahui bagaimana cara berqonaah yang benar yaitu adalah dengan memaksimalkan kemampuan diri sendiri di sertai usaha yang keras. Sementara apapun hasilnya apakah sesuai dengan harapan ataupun tidak maka itu harus kita terima sebagai sesuatu hal yang terbaik menurut Allah SWT pada diri kita. Sebab sebagai hamba yang dhaif kita sering tidak mengetahui ada apa sebenarnya dibalik suatu peristiwa, jadi  sekiranya kita gagal kita harus bersabar, sebaliknya jika kita berhasil maka kita wajib bersyukur.
·   Firman Allah SWT :
“Dan apabila kamu bersyukur kepadaKu akan Aku tambah nikmatKu. Tetapi jika kamu kufur dan tidak bersyukur, sesungguhnya siksaKu amat pedih.” (QS. Ibrahim : 7)
·   Kemudian Firman Nya :
“Dan sesungguhnya telah kami berikan nikmat kepada Lukman yaitu : ”Bersyukur kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah) maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang tidak bersyukur maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Lukman : 12)
·         Dan Firman Nya :
Mengapa Allah akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nisa : 147)
·         Dan Rasulullah SAW bersabda :
 ”Barangsiapa tidak bersyukur kepada sesama, berarti tidak bersyukur kepada Allah.” (Al-Hadist)
·         Begitu juga Sabdanya :
 ”Barangsiapa tidak bersyukur atas nikmat yang sedikit sama artinya tidak mensyukuri nikmat yang banyak.” (Al-Hadist)
Ket : Kedua hadist tersebut diatas dikutip dari buku : Alam Kubur Dan Alam Barzakh.  Karangan Drs. Mohammad Anwar.
            Saudaraku, demikian dapat kita simpulkan bahwa sifat Qonaah dapat menimbulkan pola hidup yang sederhana serta menumbuhkan rasa bersaing yang sehat. Terutama dalam hal mengejar harta dunia yang serba menggiurkan, mempesona, gemerlapan yang tanpa batas tanpa ukuran yang pasti….
            Sementara tasamuh atau toleransi sebenarnya apa pengeritan tasamuh itu? Tasamuh secara bahasa artinya tenggang rasa dan menghargai orang lain dalam berbagai hal. Jadi bersikap tasamuh bukan berarti kita toleran terhadap sesuatu secara membabi buta tanpa memiliki pedirian, tetapi harus disertai dengan suatu prinsip yang ada dan membela kebenaran. Artinya kita harus tegas dan adil jika dihadapkan pada suatu masalah baik menyangkut diri sendiri, keluarga, ataupun orang lain. Dan walaupun keputusan tersebut akan berakibat pahit pada diri sendiri.
 
   
Ø    
Firman Allah SWT :
”Hai orang-orang beriman! Hendaklah kamu menjadi orang yang benar-benar berdiri menegakkan (kebenaran) karena Allah SWT, menjadi saksi untuk adil. Dan janganlah kamu didorong oleh permusuhan terhadap suatu kaum, sampai kamu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena keadilan itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah SWT, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah : 8)
            Dalam ajaran Islam, keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu baik itu rakyat jelata atau pun seorang raja sekalipun tetap harus tunduk kepada hukum dan ajaran Allah SWT. Siapapun apabila melanggar harus menerima konsekuensinya.
  • Sesuai hadist Nabi SAW :
 ”Sesungguhnya Islam itu menghimpun diantara kamu satu sama lain dan memandang sama antara raja dan rakyat dari segi hukum (sama – sama mempunyai hak dan kewajiban yang akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT.)” (Hadist Riwayat : Umar Ibnu Khattab)
            Saudaraku, sikap tasamuh atau toleransi terhadap sesama terutama terhadap seorang muslim pada akhirnya akan membias kembali kepada kita yaitu banyak memperoleh kemudahan dan peluang hidup karena adanya relasi atau hubungan disamping itu Allah SWT akan membalas semua kebaikan kita di akhirat kelak.
  • Kemudian Perhatikan Hadist Nabi SAW :
 ”Siapa yang membantu menghilangkan kesulitan orang mukmin satu kesulitan di dunia, niscaya Allah SWT akan menghilangkan kesulitan dia dari kesulitan pada hari kiamat. Dan barang siapa yang memberikan kemudahan kepada orang yang menghadapi kesulitan maka Allah akan memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan di akhirat.” (HR. Muslim)
            Adapun toleransi terhadap non muslim mempunyai balasan-balasan tertentu selama mereka mau menghargai kita. Tidak menyerang, tidak mengganggu dan tidak mengusir kita dari kampung halaman. Mereka pun harus kita hargai karena pada dasarnya mereka adalah sama-sama makhluk Allah SWT. Begitu indahnya ajaran Islam sehingga digambarkan oleh Rasulullah SAW didalam sebuah hadist seperti berikut :
  • Bersabda Rasulullah SAW :
 Artinya : ”Jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim).
             Tasamuh atau toleransi merupakan salah satu tiang penyangga kokohnya umat. Sesuai dengan misi Islam yang datang ke bumi untuk mendatangkan rahmat atau kedamaian. Rahmat lilalamin bagi agama Islam sudah terbukti sejak kedatangannya. Dahalu bangsa Arab ini bangsa yang senang bertikai, baik antar suku atau antar kelompok maupun antar kabilah. Namun sejak kedatangan Islam sedikit demi sedikit mereka sudah mulai bisa berdamai. Toleransi di mulai dari antar pribadi manusia itu sendiri tanpa harus membedakan suku, agama, ras dan golongan. Jika antar individu sudah tercipta toleransi dengan sendirinya akan terbentuk toleransi yang lebih luas.
  • Firman Allah SWT :
”Hai Manusia, sesungguhnya Aku menciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat : 13)
  • Dan Nabi SAW bersabda :

Tidak sempurna iman seseorang diantara kamu sehingga mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari Muslim)

            Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sebenarnya kayak gimana perilaku orang yang Qonaah dan Tasamuh itu ?
Begini : Kita tahu dari sejarah bahwa junjungan kita Nabi Muhammad SAW bukanlah orang yang tergolong kaya sekalipun beliau termasuk Hamba Allah yang terkasih bukan? Namun hidup beliau (Nabi SAW) sederhana dan beliau tidak pernah meminta sesuatu yang lebih kepada Allah SWT. Kenapa? Karena Rasulullah SAW sudah merasa cukup dengan apa yang telah diberikan oleh Allah SWT kepadanya. Kemudian seorang pejabat misalnya, sebagai seorang pejabat negara pasti dia akan membutuhkan seorang tukang jahit untuk menjahit pakaiannya, sebab tidak mungkin seorang pejabat akan menjahit pakaiannya. Begitu juga tukang jahit pasti membutuhkan petani untuk makanan sehari-hari, tanpa adanya petani mustahil tukang jahit (dan orang – orang yang lain) bisa mengkonsumsi makanan. Kemudian lagi orang jawa misalnya, akan merasa aman-aman saja pergi ke Bali, Kenapa? Karena bukankah hal ini justru akan menguntungkan orang Bali yaitu mereka dapat menghasilkan tambahan penghasilan (keuntungan dari Wisatawan.)
            Saudaraku sesama muslim, Ada beberapa kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari yang harus kita lakukan agar kita mantab tetap berperilaku Qonaah dan Tasamuh. Yaitu hendaknya kita senantiasa berlapang dada dalam menerima kenyataan hidup. Hendaknya selalu berhati tentram, merasa kaya namun tidak sombong, bebas dari keserakahan serta suka berbuat kebajikan. Lantas selalu ceria dan tidak suka mengeluh serta menjauhkan diri dari sifat minta bantuan orang lain dan hendaknya dapat mengusahakan terciptanya stabilisator dan dinamisator dalam kehidupan.
            Sampai disini saya akhiri dulu tulisan religi ini, terima kasih atas segala perhatian, mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan. Semoga tulisan ini bermanfaat, kepada Allah SWT jua kami berserah diri. Wabillahi taufik wal hidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.
* * *
(Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku Quantum (Pendidikan Agama Islam (Sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Penerbit : Tenta Karya Mandiri.)
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.