Assalamu’alaikum, Saudaraku sesama muslim. Apa kabar? Semoga sehat-sehat saja dan yang penting tetap istiqomah, kian bertambah iman dan taqwa kita kepada-Nya. Ingat Saudaraku, bukankah syetan selalu saja berusaha sekuat tenaga untuk menggoda, menghasut, menyesatkan kita sebagai musuh bebuyutannya? Syetan ingin kita (manusia) agar sama-sama masuk Neraka bersama mereka. Naudzubillah minzalik! Maka dari itu Saudaraku, jangan bergeser dari aqidah, basahi lidah dengan selalu berdzikir. Hanya dengan begitu syetan akan menjauh. Artikel religius saya ini sesuai judul tersebut diatas adalah setentang mandi wajib. Beberapa kali kita mandi dalam sehari? Dua kali, pagi dan sore. Bagaimana kalau dalam sehari kita tidak mandi? Tentu badan kita menjadi tidak segar, bau tidak sedap, kotor, berdebu, perasaan pun merasa tidak enak, geringsang dan seluruh tubuh berasa tidak nyaman. Kalau begitu kita harus mandi? Harus! Kata dokter pun secara medis kita harus mandi untuk menjadi sehat. Sementara materi yang akan kita bahas kali ini adalah setentang mandi wajib. Jadi kalau ada mandi wajib tentunya ada juga mandi Sunnat? Ya! Ada mandi sunat, didalam sebuah riwayat diterangkan ada 37 (tiga puluh tujuh) macam mandi sunat. Diantaranya yang sudah sama kita kenal adalah mandi sunat ketika akan shalat Jum’at, mandi sunat ketika akan shalat Idhul Fitri, ketika akan shalat Idhul Adha dan mandi sunat ketika akan shalat Jenazah. Mandi sunat yang lain Insya Allah akan kita bahas pada kesempatan lain.
Sidang pembaca, materi kita tidak lagi sedang membahas mandi biasa (mandi kesehatan) ataupun mandi sunat, tetapi yang kita bahas mandi wajib. Sekarang sebuah pertanyaan, apa itu mandi wajib? Yang dimaksud dengan mandi wajib adalah mengalirkan air keseluruh tubuh di sertai dengan niat menghilangkan hadas besar.
- Perhatikan Firman Allah SWT :
”….. dan jika kamu dalam keadaan junub maka mandilah,…… ” (QS. Al-Maidah : 6)
Jadi, seseorang diwajibkan melakukan mandi ketika sedang dalam keadaan junub. Karena hukumnya wajib (fardhu) maka ia akan berdosa apabila tidak mandi. Berdosa apabila tidak mandi Berbeda dengan harus mandi yang dianjurkan dokter agar kita menjadi sehat. Kita tidak berdosa apabila tidak mandi (untuk kesehatan) itu. Paling-paling badan kita akan menjadi kotor, pengab dan berbau tidak sedap. Itu saja, tetapi tidak berdosa walaupun berhari-hari tidak mandi. Lantas apa itu Junub? Junub adalah seseorang telah melakukan hubungan intim dengan istri atau dengan suami. Baik keluar mani (sperma) atau tidak. Atau keluar mani lewat mimpi atau sebab lain disengaja atau tidak. Kemudian, apakah hanya sebab junub saja kita diwajibkan melakukan mandi wajib? Tidak, bukan hanya itu, tetapi ada beberapa sebab yang mengharuskan seseorang melakukan mandi wajib. Antara lain, mati (orang yang meninggal dunia wajib dimandikan kecuali bila mati syahid, orang perempuan yang haid, atau menstruasi, nifas (orang perempuan yang mengeluarkan darah setelah melahirkan) dan yang melahirkan (baik anak yang dilahirkan itu cukup umur atau belum, seperti keguguran). Kesemuanya yang disebabkan diatas diwajibkan melakukan mandi junub.
Sidang pembaca, ada 2 (dua) amalan rukun mandi wajib dan 5 (lima) amalan sunah-sunah mandi wajib sebagai berikut :
Ø Rukun Mandi Wajib :
1. Niat, yaitu menyengaja untuk menghilangkan hadas besar
2. Meratakan air keseluruh tubuh, kulit dan rambut.
Adapun amalan-amalan sunnah selama melakukan mandi wajib adalah :
a. Membaca basmallah pada permulaan mandi
b. Berwudhu sebelum mandi
c. Menggosok-gosok badan dengan tangan
d. Mendahulukan anggota badan yang kanan dari yang kiri
e. Berturun-turut.
Setelah kita mengerti tentang rukun dan sunah-sunah selama melakukan mandi wajib, sekarang tinggal lagi mengetahui bagaimana tata cara mandi wajib itu? Saudaraku, ada 4 (empat) tata cara mandi wajib seperti berikut :
1. Berwudhu terlebih dulu sebelum mandi
2. Niat, Adapun Lafadz niatnya ialah :
”Nawaitu raf’al hadatsil akbari an jami’il badani fardhu lillahi ta’ala”
”Sengaja saya mengangkat hadas besar pada sekalian tubuh, fardhu karena Allah ta’ala.”
3. Membaca Basmallah pada permulaan mandi
4. Meratakan mengguyurkan air keseluruh tubuh dan menggosok anggota badan, dimulai dari yang kanan baru kemudian yang kiri.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat, demikian tata cara pelaksanaan mandi wajib. Mandi wajib ini dapat juga diganti dengan tayamum sebagai (ruhshah) keringanan dari Allah SWT apabila tidak dapat ditemukan air atau berhalangan menggunakan air. Sampai disini dulu tulisan saya, semoga bermanfaat. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan ataupun kehilafan. Wabillahi taufik wal Hidayah, Wa’afwa minkum, Wassalamu’alaikum Warahmatullah wabarakatuh.
***
(Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku : Islam Agamaku, oleh : Tim Penyusun Fakultas Tarbiyah IAIN Kalijaga Yogyakarta dan buku : Kunci Ibadah oleh : S.A.Zainal Abidin.)
***