Assalamualaikum.w.w sidang pembaca. Selamat berjumpa kembali dengan al-fakir (lewat tulisan). Sesuai judul tulisan ini tersebut diatas,mudah-mudahan mendapat tempat dihati setiap pembaca. Mudah-mudahan juga iman disetiap relung dada ini kian bertambah tebal sehingga menjadi tangkaslah kita mendatangi masjid untuk shalat berjamaah serta tangkas jugalah kita hadir disetiap ada pengajian rutin (majelis taklim, majelis mudzakaraoh,majelis dzikir).
Seiring dengan bertambah mantabnya iman didada,manisnya iman kian bertambah terasa. Begitu terdengar suara Azan dikumandangkan,tanpa keraguan bergegas mendatangi masjid (musholla) untuk shalat fardhu berjamaah. Subhanallah! kalau sudah demikian,kalau sudah melaksanakan setiap perintahNya,sudah menjauhi sejauh-jauhnya segala larangan-laranganNya
Jangan ditolak,apalagi diperdebatkan bahwa mereka adalah orang-orang atau hamba-hamba Allah yang bertaqwa…Sidang pembaca ,sesuai sabda Nabi SAW: Bahwa sesungguhnya goncanngan pada hari kiamat itu adalah kejadian yang sangat dahsyat,saat itu semuanya telah tiada,hanya Allah SWT sang pencipta yang maha hidup. Tak ada satupun mahluk yang bernyawa apakah itu manusia,jin ataupun malaikat,semuanya telah mati.
Bumi dijadikan oleh Allah sebagai hamparan yang begitu luas. Tak ada gunung,tak ada lautan yang ada hanyalah hamparan bumi yang seperti tak bertepi. Suasana sepi,sunyi dan hening. Namun didalam hamparan bumi itu terdapat puluhan juta tulang belulang manusia. Hingga tibalah saatnya mereka harus dibangkitkan. Allah SWT lalu menurunkan hujan selama 40 hari hingga air menggenangi hamparan itu setinggi 12 hasta.
Untuk selanjutnya Allah mengutus malaikat Israfil untuk meniup terompet kebangkitan. FirmanNya: “ Hai Israfil berdirilah dan tiuplah sangkakala dengan tiupan kebangkitan!” Israfil lalu berdiri dan meniup sangkakala itu seraya berucap: “ Wahai ruh-ruh yang telah keluar ,wahai tulang-belulang yang telah hancur,wahai jasad-jasad yang telah membusuk,wahai otot-otot yang telah lama terputus-putus,wahai kulit-kulit yang telah tercabik,wahai rambut-rambut yang telah rontok,bangkitlah kalian untuk memenuhi keputusan Tuhan.”
Semua manusiapun bangkit dari kubur masing-masing. Bagaikan tanaman yang tumbuh dari dalam tanah,begitulah satu persatu tubuh mereka bangkit dari dalam bumi,yang sebelumnya telah merendam mereka. Saat pertama kali mata mereka terbuka,mereka melihat bahwa bumi ternyata telah berganti. Ya! semua telah berubah menjadi hamparan yang tiada batas.” Siapakah yang telah membangkitkan kami?”tanya banyak orang.” Inilah yang telah dijanjikan oleh Tuhan yang maha pemurah dan benarlah (apa yang telah disampaikan) para RasulNya.” Lantas semua manusiapun berkumpul,semuanya sama,mereka sedang menanti hari perhitungan.
Nabi Muhammad SAW pernah mengisahkan bagaimana keadaan manusia kala itu:” Pada hari itu kelak” demikian kata Nabi:” Manusia akan dikumpulkan sebagaimana keadaan waktu mereka dilahirkan dari rahim ibunya,yaitu dalam keadaan telanjang dan tak beralas kaki.” Waktu itu Aisyah bertanya:” Apakah antara laki-laki dan wanita semua berkumpul bersama?”
“ Ya!” jawab Nabi.” Aduh buruk sekali keadaannya,bagaimana kalau sebagian mereka melihat bagian yang lain?” kata Aisyah. Nabi SAW bersabda:” Wahai anak putri Abu Quhafah,pada hari itu semua orang tak sempat memandang kepada orang lain.
Semua dari mereka memusatkan perhatian pada langit dengan berdiri selama 40 tahun. Waktu selama itu mereka tidak makan dan tidak minum. Tubuh mereka berkeringat,sebab saking malunya kepada Allah. Keringat mereka terus bercucuran hingga ada yang menggenang sampai telapak kaki,ada yang sampai betis,ada yang sampai pada perutnya,ada yang sampai pada dadanya.ada yang sampai wajahnya,bahkan ada yang sampai menenggelamkan wajahnya.”
Aisyah bertanya lagi:” Ya Rasulullah,apakah diantara mereka yang dikumpulkan ada yang diberi minum?” Rasul menjawab:” Ya ada! mereka itu adalah para Nabi dan keluarganya,juga orang-orang yang dulu berpuasa dibulan Rajab,bulan Sya`ban serta orang-orang yang berpuasa dibulan Ramadhan secara berturut-turut. Pada hari itu semua manusiapun dalam keadaan lapar,kecuali para Nabi dan keluarganya,juga orang-orang yang berpuasa dibulan Rajab,bulan sya`ban dan bulan Ramadhan.
Sungguh tak bisa dibayangkan setiap perasaan hati waktu itu. Seluruh manusia dari zaman Nabi Adam hingga manusia paling akhir didunia ini berkumpul menjadi satu selama 40 tahun. Dan tahukah pada saat itupun rupa-rupa manusia sangat beraneka ragam. Dalam keadaan dimana manusia tak lagi memikirkan yang lain,dalam waktu itu dimana manusia berdebar hati menanti perhitungan amal,maka berbahagialah orang-orang yang dulu punya rasa iman didada mereka. Sayyidina Ali Karamallahu wajwah pernah bercerita:” Orang-orang mukmin akan dikumpulkan kelak dihari kiamat dengan mengendarai binatang-binatang Qurbannya. Pada hari itu Allah berfirman:” Wahai para malaikat jangan kau giring hamba-hambaKu dengan berjalan.
Naikkanlah mereka diatas binatang-binatang kurban mereka,karena mereka sudah terbiasa naik sewaktu hidupnya.” ( Dikutip dari buku: Indahnya Syurga Pedihnya Neraka. Oleh: Asrifin An Nakhrawie,S.Ag halaman 19)
Dalam sebuah Hadist diterangkan ketika tiba datangnya hari kiamat maka Allah SWT akan mengumpulkan seluruh manusia dari mulai zaman Nabi Adam hingga manusia terakhir disebuah tempat yang luas. Saat itu matahari didekatkan kekepala mereka hingga panasnya terasa membakar. Allah SWT berfirman:” Wahai semua mahluk,berangkatlah kenaungan itu.”maka manusiapun terbagi menjadi tiga golongan,kelompok pertama adalah kelompok orang-orang mukmin,yang kedua adalah kelompok orang-orang munafik,kelompok ketiga adalah golongan orang-orang kafir.
Saat semua manusia menuju kesebuah naungan yang ada tiba-tiba naungan tersebut terbelah dan terbagi menjadi tiga,bagian pertama berupa naungan api panas,yang kedua berupa naungan asap hitam dan yang ketiga berupa naungan cahaya. Naungan pertama yang berupa api panas berada diatas kepala orang-orang munafik,sementara naungan berupa asap hitam berada diatas kepala orang-orang kafir,sedangkan naungan berupa cahaya berada diatas orang-orang mukmin…
Saudaraku,sidang pembaca yang terhormat. Sampai disini saya akhiri tulisan saya. Insya Allah jumpa lagi kita dikesempatan lain dengan tulisan (artikel) religius saya yang lain,tentu saja dengan materi serta judul yang lain. Terima kasih atas segala perhatian dan mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
* Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Indahnya Syurga Pedihnya Neraka Oleh: Asrifin An Nakhrawie,S.Ag)*
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:WWW:Hajisunaryo.com*