Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Pertama-tama kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT karena seseungguhnyalah tulisan (religius) ini dapat sampai dihadapan antum (pembaca) pada hakikatnya semata-mata adalah karena izinNya, karena perkenanNya. Saya yakin, haqul yakin tanpa izin, tanpa perkenan tanpa kehendakNya artikel sesuai judul tersebut diatas tidak akan pernah ada dihadapan sidang pembaca. Oleh karena itu tidak berlebihan kiranya kalau saya mengajak mari sekali lagi kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Illahi Rabbi, Tuhan seru sekalian alam. Dia pencipta langit dan bumi, Dia penguasa tunggal dihari pembalasan nanti (Kiamat), Dia itu maha Dzat yaitu Allah SWT.
Shalawat serta salam tidak lupa kita mohonkan semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, rasul paling agung yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya. Saudaraku, sesama muslim-muslimat.
# Sebuah Hadist dari Abu Hurairah ra bahwasanya ia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda:” Janganlah kamu semua menolak peminta-minta (pengemis) sekalipun ia kafir.”
maka berkatalah seorang lelaki dari Sahabat ra:” Wahai Rasulullah apakah kami perlu bersedekah dengan sesuatu dari harta benda kami kepada orang kafir?” Beliau (Nabi SAW) bersabda:” Ya benar, mereka adalah seorang makhluk dari makhluk-makhluk Allah Ta`ala dan sesungguhnya sedekah itu akan jatuh pada kekuasaan Allah yang maha pemurah.” (Al-Hadist) Demikian sebagaimana disebutkan dalam kitab Riyadhus Shalihin
# Dan Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Sedekah itu dapat mencegah mati jelek.” (HR:Al-Qadla`i)
Keterangan: Hadist ini dari Abu Hurairah ra yaitu Hadist dhaif. Adapun yang dimaksud jelek disini adalah apa-apa saja yang tidak terpuji akibatnya dari keadaan yang tidak baik, seperti terbakar atau tenggelam dan lain-lain lagi.
# Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Sedekah itu dapat menutup tujuh puluh pintu kejelekan.” (HR:Tabrani)
Keterangan: Hadist ini dari Rafi bin Khudaij dengan isnad lemah.
# Dalam satu riwayat oleh Al-Khathib dari Anas dengan isnad yang lemah:” Sedekah itu dapat mencegah tujuh puluh macam bencana, seringan-ringannya adalah penyakit kusta dan sopak.” (HR:Al-Khatib)
* Inilah apa yang diajarkan oleh Allah Ta`ala kepada NabiNya tentang pengobatan rohani dimana para manusia merasa lemah untuk menemukannya.*
# Nabi Muhammad SAW bersabda:
(Artinya):” Takutlah kamu semua akan siksa Neraka sekalipun dengan sesobek korma, jika kamu tidak mendapatkan (tidak mempunyai) maka cukuplah dengan ucapan yang baik.” (HR:Ahmad, Bukhari dan Muslim dari :Adiy bin Hatim)
* Maksud Hadist tersebut diatas yaitu jadikanlah antara kamu dan Neraka Jahanam berupa penjagaan dari sedekah dan amal kebaikan, sekalipun penjagaan itu berupa sesobek (sebelah) korma. Jika kamu tidak dapat bersedekah dengan sebelah korma karena tidak mempunyai apa-apa, cukuplah bersedekah dengan perkataan yang baik yang dapat menyenangkan hati manusia karena halusnya ucapan atau perbuatan. Karena hal itu dapat menyebabkan selamat dari Neraka.
# Sementara Al-Azizi berkata mengutip dari As-Suyuthi:” Dzikir adalah lebih utama daripada sedekah, ia juga dapat menolak bencana.” (Dari kitab Riyadhus Shalihin)
# Nabi Muhammad SAW bersabda:
(Artinya):”Bersedekahlah karena semua untuk diri kamu dan untuk orang -orang matimu dengan seteguk air, jika kamu tidak mampu yang demikian itu maka dengan satu ayat dari kitab Allah Ta`ala jika kamu tidak mengetahui sesuatu dari Al-Qur`an maka hendaklah kamu memohonkan ampunan dan Rahmat, karena sesungguhnya Allah menjanjikan do`a kamu semua akan terkabul.” (Al-Hadist) Demikian sebagaimana disebutkan dalam kitab Riyadhus Shalihin.
# Nabi Muhammad SAW bersabda:
(Artinya):” Janganlah kamu merasa malu memberikan sedikit, karena sesungguhnya tidak memberi itu adalah lebih sedikit daripada memberi sedikit.” (Al-Hadist)
#Dan Nabi SAW bersabda:
(Artinya):” Siapa yang menghardik (membentak) peminta-minta, maka para malaikat tentu menghardiknya pada hari Kiamat.” (Al-Hadist)
Saudaraku hati-hati terhadap pengemis. Jangan sekali-kali kita menghardik, menghina apalagi sampai menyakiti phisiknya. Karena siapa yang membentak dan mencegah memberikan kebutuhan pengemis yang meminta dan melontarkan perkataan yang salah (kasar) maka para malaikat pasti membentak-bentak kepada kita pada hari Kiamat. Maka sebaiknya untuk menolaknya hendaknya dengan penolakan yang baik.
# Diriwiyatkan dari Az-Zamaksyari bahwasanya Nabi SAW bersabda:” Apabila kamu menolak peminta-minta sampai tiga kali lalu ia tidak kembali (pergi) maka kamu tidak berhak untuk menolaknya. Kalau ia bukan pengemis tetapi penuntut ilmu, apabila ia datang kepadamu maka janganlah kamu menghardiknya.” (Al-Hadist)
# Rasulululah SAW bersabda:
(Artinya)” Maskawin bidadari Syurga itu adalah segenggam korma dan sesobek (sepotong) roti.”(Al-Hadist)
#Hadist dari Abu Hurairah ra bahwasanya ia berkata:” Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:” Tiadalah dari seorang hamba yang memberikan sesuatu kepada seorang peminta sekalipun sesuap makanan, melainkan dengan sedekah itu Allah SWT menolak bencana (siksaan) daripadanya.” (Al-Hadist)
# Dan Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Tidak akan kurang harta karena dipergunakan untuk sedekah.” (Al-Hadist)
Saudaraku percayalah bahkan dengan sedekah maka didunia harta menjadi bertambah dengan keberkahan dan menolak kerusakan daripadanya. Sedangkan diakherat dengan memperoleh bagian pahala.
# Sebuah Hadist dari Abu Hurairah ra
(Artinya):” Tidak berkurang harta untuk sedekah, tiadalah Allah menambah seorang hamba karena pemaaf melainkan kemuliaan dan tiadalah salah seorang yang merendahkan diri karena Allah melainkan Allah meninggikannya.” (HR:Ahmad,Muslim, Turmudzi)
# Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Sedekah itu menolak bencana dan memanjangkan umur.” (Al-Hadist)
# Sebuah Hadist dengan isnad lemah disebutkan
(Artinya):” Sedekah melakukan yang makruf, berbakti kepada kedua orangtua dan menyambung hubungan keluarga, adalah dapat merobah celaka menjadi bahagia, dapat menambah umur dan menumbangkan kejelekan.” Sebagai Diceritakan, bahwasanya ada seorang lelaki yang memiliki sebatang pohon besar disisi rumahnya. Pada pohon itu terdapat anak-anak burung sejenis merpati. Maka istrinya berkata kepadanya:” Naiklah kepohon itu dan turunkanlah anak-anak burung itu untuk diberi makan bersama anak-anak.” Lalu lelaki itu melakukan perbuatan itu. Seketika induk tekukur (merpati) itu mengadukan kepada Nabi Sulaiman as dan menceritakan kejadian itu. Nabi Sulaiman lalu memanggil lelaki itu dan dinasehatinya agar tidak mengambil anak-anak burung tekukur (merpati) itu lagi, lelaki itu mengiyakan dan berjanji tidak akan mengambil anak-anak burung itu. Ia bertobat dan tidak akan mengulangi melakukan perbuatan itu untuk selama-selamanya. Tetapi tidak berapa lama kemudian burung tekukur itu beranak lagi dan melihat itu kembali istri lelaki itu meminta suaminya naik kepohon untuk mengambil anak burung itu. Sang suami menolak dengan mengatakan bahwa ia sudah berjanji kepada Baginda Nabi Sulaiman as untuk tidak akan mengambil anak burung itu lagi. Tetapi si istri terus meminta dan mengatakan bahwa baginda Nabi Sulaiman pastinya sudah tidak akan ingat lagi dengan perjanjian itu karena beliau sibuk dengan urusan kerajaannya.
Akhirnya sisuami mau menaiki pohon itu dan mengambil anak burung itu. Kembali burung tekukur itu mengadu kepada Baginda Nabi Sulaiman dan Nabi Sulaiman pun marah dan memanggil dua syetan yang satu dari arah timur dan satunya dari arah barat. Beliau berkata kepada keduanya:” Tetaplah kamu berdua pada pohon itu. Kalau lelaki itu datang dan naik pohon untuk mengambil anak burung itu, maka peganglah kaki laki-laki itu dan lemparkan ia dari pohon.”
Kemudian kedua syetan itupun berangkat dan menetap pada pohon itu. Ketika burung tekukur itu beranak, lelaki itu bermaksud memanjat pohon dan baru saja lelaki itu meletakkan kakinya dibatang pohon, tiba-tiba ada pengemis berada dipintu rumahnya, lalu ia menyuruh istrinya untuk memberikan sesuatu kepada pengemis itu. Istrinya berkata:” Saya tidak mempunyai sesuatu apapun.” Maka kembalilah lelaki itu kerumahnya dan mendapatkan sesuap makanan lalu diberikan kepada pengemis itu dan ia pun memanjat pohon mengambil anak burung itu serta menurunkannya. Melihat kejadian ini maka induk burung tekukur (merpati) itu menghadap Nabi Sulaiman as dan menceritakan hal itu. Mendengar itu Nabi Sulaiman sangat marah dan memanggil kedua syetan itu seraya berkata:” Kamu berdua mendurhakai aku!” Kedua syetan menjawab” Kami tidak mendurhakai engkau, kami tetap menetap pada pohon itu. Namun ketika lelaki itu naik pohon, datanglah seorang pengemis dipintu rumahnya , lalu ia memberinya sesuap makanan (gandum) kemudian pergilah pengemis itu. Ketika lelaki itu kembali memanjat pohon untuk mengambil anak burung itu, kami menangkap kaki lelaki itu untuk kami lemparkan kebawah. Tiba-tiba Allah SWT mengutus dua orang malaikat , salah satu dari keduanya memegang leherku dan melemparkan aku ditempat terbit matahari dan yang lain memegang temanku lalu melemparkannya ditempat terbenamnya matahari.” (Demikian keterangan kedua syetan itu)
# Dan begitulah saudaraku, jika sedekah itu dari yang halal. Adapun jika sedekah itu dari yang haram maka ia tidak akan selamat melainkan mendapat berupa siksaan.#
# Perhatikan Hadist berikut ini
* Dari Anas bin Malik ra bahwasanya ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Sesungguhnya di Neraka Jahanam terdapat rumah yang disebut rumah kesusahan disediakan oleh Allah untuk orang yang bersedekah dari harta yang haram.” (Al-Hadist)
# Kemudian Hadist yang datangnya dari Hasan Al-Bashri ra dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda:
(Artinya):” Tiadalah dari seorang hamba yang bersedekah dengan suapan dari yang haram kepada orang miskin, melainkan Allah memberikan makanan kepadanya pada hari Kiamat dari Al-Ghislin. Ditanyakan Sahabat:” Wahai Rasulullah, apakah makanan Al-Ghislin itu?” Nabi SAW bersabda:” Yaitu makanan yang dibuat oleh Allah Ta`ala dari besi yang basah dan dicairkan dari api Neraka Jahanam sehingga menjadi seperti air. Apabila manusia memakannya daripadanya maka terpotong-potonglah ususnya, lalu suapan itu masuk mulutnya terus keluar melalui duburnya. Kemudian Malaikat Zabaniyah menyerunya:” Inilah balasan bagi orang yang mencari penghasilan haram lalu memakannya dan bersedekah dari padanya. Demiian itu karena kamu mencarinya dibumi tanpa hak dan karena telah fasik.” (Al-Hadist)
# Akhir dari tulisan (religius) ini saya sampaikan 3 (tiga) buah Hadist sebagai berikut:
* Nabi Muhamad SAW bersabda:
(Artinya):” Sedekah itu adalah sesuatu yang agung, Nabi SAW bersabda seperti itu diulang sampai tiga kali.” (Al-Hadist)
# Bersabda Rasulullah SAW:
(Artinya):” Sedekah yang rahasia itu dapat memadamkan kemurkaan Tuhan dan sedekah terang-terangan itu adalah merupakan benteng dari Neraka.” (Al-Hadist)
# Dan Hadist dari Anas dengan sanad yang terpercaya disebutkan:” Bersedekahlah kamu semua, karena sedekah itu merupakan penebus kamu semua dari Neraka.” (HR:Tabrani dan Abu Nu`aim.)
# Keterangan: Menurut Abu Hanifah, sedekah itu lebih utama daripada haji sunnah. (Demikian sebagaimana dikutip oleh Al-Manawi dari Ubbad)
Sampai disini saya sudahi tulisan ini terima kasih atas segala perhatian mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Wa afwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabakaratuh.
…
# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Terjemah Tanqihul Qaul Oleh: Syaikh Muhammad Nawawi Bin Umar Al-Jawi.#
…
# Artikel (religius) ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#
…