Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Tidak ada waktu khusus untuk berdzikir. Ya! Semua waktu baik untuk dihiasi dzikir , sebagaimana Firman Allah SWT : ” Dan Dia ( pula ) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. ” ( QS : Al – Furqon : 62 ).
Allah SWT menetapkan semua waktu dalam sehari semalam baik untuk berdzikir. Allah SWT berfirman : ” Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah diwaktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring. ” ( QS : An – Nisa : 103 ).
Dalam menafsirkan ayat ini Ibnu Abbas ra berkata : ” Maksudnya adalah pada siang dan malam, didarat dan dilaut, saat sedang berpergian atau tinggal di rumah, ketika sedang kaya atau miskin, sakit atau sehat, dan dengan suara keras atau secara perlahan. ”
Dalam Al-Qur’an banyak ayat yang menerangkan bahwa dzikir itu baik dilakukan disetiap kesempatan dan disemua tempat. Dalam Risalah Al-Qusyairiyah disebutkan, salah satu kesempatan dzikir adalah tidak terikat waktu, berbeda dengan shalat. Seseorang malah diperintahkan berdzikir selesai mengerjakan shalat, baik shalat fardhu ataupun shalat sunnat.
Padahal shalat ( selaku ibadah yang paling utama ) terlarang dilakukan pada waktu – waktu tertentu. Adapun dzikir hati, seyogyanya tidak putus dalam setiap kesempatan.
Allah SWT berfirman : ” ( Yaitu ) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi ( seraya berkata ) : ” Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa Neraka. ” ( QS : Al Imran : 191 ) .
Rangkaian keterangan ayat – ayat Al-Qur’an ini menggiring Imam Al-Qusyairi pada satu kesimpulan. Dzikir, menurutnya bukan hanya sekedar bagian dari jalan menuju Tuhan. Lebih dari itu, ia adalah unsur utama dari jalan itu seseorang tidak akan sampai pada – Nya kecuali dengan memperaktikkannya secara istiqamah.
Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : TERAPI DENGAN DZIKIR. Oleh : Dr. Abdul Halim Mahmud. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id
atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung