SIFAT SUKA MEMINTA MAAF TERMASUK AKHLAK YANG TERPUJI

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Taufik dan Hidayah-Nyalah saya dapat menyusun ( menulis ) artikel religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Apabila kita bertengkar ( dengan teman, saudara , atau kepada tetangga ) jangan di akhiri dengan dendam. Akan tetapi , segeralah kita meminta maaf. Karena mungkin kita yang salah atau mungkin mereka salah mengerti. Begitu pula apabila orang lain meminta maaf kepada kita sebaiknya kita memaafkannya. Memberi maaf kepada orang lain merupakan perbuatan yang terpuji. Hal ini akan menciptakan pergaulan yang lebih akrab lagi. Selain itu , perbuatan suka memaafkan orang lain disenangi oleh Allah SWT.
Sifat suka meminta maaf termasuk akhlak yang terpuji. Sifat ini erat hubungannya dengan sifat suka memberi maaf ( pemaaf ). Sifat ini terpuji dihadapan manusia juga disisi Allah Swt.
Allah SWT berfirman didalam Kitab Suci Al-Qur’an : ( Artinya ) : ” Maka maafkanlah mereka dan mintakanlah ampun untuk mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. “( QS : Al Imran : 159 ) .
Ayat tersebut menunjukkan bahwa sifat memaafkan orang lain dan meminta maaf kepada Allah atas kesalahan dan kekhilafannya, merupakan dua sifat yang terpuji dan dianjurkan oleh Allah SWT.
Dalam suatu syair disebutkan : ( Artinya ) : ” Manusia itu adalah tempat salah dan lupa. ”
Apabila pada suatu saat kita berbuat kesalahan kepada teman atau orang lain, baik yang disengaja ataupun tidak disengaja maka segeralah meminta maaf. Pada waktu meminta maaf sebaiknya disertai dengan bersalaman.
Apabila kesalahan itu berhubungan dengan pelanggaran terhadap perintah Allah, atau melakukan larangan-Nya maka segeralah kita beristighfar, yaitu mengucapkan : ” Astagfirullahal adzim “.
Selain itu , kita harus bertobat kepada Allah SWT. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penerima Tobat atas hamba-Nya yang memintanya dengan benar – benar dan khusyu’.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM . Oleh : Drs. H. Hasan Baihaqi, Af *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.