Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Taufik dan Hidayah-Nyalah saya dapat menyusun artikel religius ini , berjudul sesuai tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sabar , artinya tabah pada saat menderita. Tabah terhadap ujian dan cobaan Allah SWT. Hatinya tabah , tidak pernah berkeluh kesah apalagi berputus asa, baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah atau menderita. Oleh karena itu, sabar diperintahkan dalam ajaran Islam. Bagi setiap orang Islam diharuskan memiliki sifat sabar. Semua Nabi dan Rasul Allah mempunyai sifat sabar. Coba antum perhatikan bagaimana kisah Nabi Ayub as ketika beliau diuji oleh Allah dengan suatu penyakit. Dengan sifat sabarnya, Nabi Ayub as sanggup menghadapi setiap ujian Allah. Begitu pula kisah Nabi Muhammad SAW dalam mensyiarkan agama Islam, beliau selalu mengalami cobaan-cobaan dan rintangan yang banyak. Nabi Muhammad SAW sering diejek, dihina, dan dicaci maki oleh orang-orang kafir. Kadang – kadang beliau dilempari dengan batu dan kotoran Unta. Bahkan beberapa kali Nabi Muhammad SAW mau dibunuh oleh kaum musyrikin Quraisy. Semua cobaan dan rintangan itu tidak menjadi halangan . Beliau tidak mundur dan tidak berputus asa dalam menegakkan agama Allah.
Akan tetapi, semua itu diterimanya dengan berhati sabar dan berlapang dada. Berkat kesabarannya itu datanglah pertolongan Allah, sehingga berduyun-duyunlah orang masuk agama Islam. Nabi SAW memperoleh sahabat dan pengikut yang sangat banyak. Oleh karena itu, beliau mencapai hasil dan kemenangan yang gilang gemilang. Begitulah Allah menjamin bagi orang-orang yang sabar, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an : ( Artinya ) : ” Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” ( QS : Al-Baqarah : 153 ) .
Dengan demikian, dalam menjalankan semua kewajiban dan pekerjaan sehari hari, haruslah bersikap sabar meskipun dalam keadaan sulit atau susah.
Sabar itu ada empat jenis, yaitu:
1. Sabar menjaga diri dari perbuatan – perbuatan yang tidak baik. Sabar atau menahan diri, untuk tidak ikut melakukan kejahatan, kemaksiatan, dan tidak mengikuti bujukan hawa nafsu.
2. Sabar terhadap kesusahan, kepedihan, dan kesengsaraan. Dalam menjalankan kewajiban – kewajiban agama, tidak pernah mengeluh dan berputus asa.
3. Sabar dalam menerima musibah, bahaya, dan malapetaka. Seperti menghadapi kematian orang tua, tertimpa banjir , gunung meletus , tanah longsor, gempa bumi , dan kecelakaan. Didalam hatinya tetap tabah, memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah, dengan tidak ada rasa putus asa.
4. Menahan diri dari mundur dalam perjuangan menegakkan agama Islam. Seorang muslim tidak layak mengundurkan diri pada membela kebenaran, melindungi kemaslahatan, menjaga dan memelihara kemuliaan diri, agama dan bangsa. Sabar seperti ini disebut saja’ah yaitu berani karena benar dan takut karena salah.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. Oleh : Drs. H. Hasan Baihaqi, Af *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung