Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan Bimbingan-Nya lah saya dapat menyusun tulisan religius sesuai judul tersebut diatas. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Tujuan pemakaian baju adalah untuk menghindari fitnah. Sementara, itu tidak akan terjadi kecuali dengan memakai pakaian yang sempurna. Sedangkan pakaian yang sempit dan tembus pandang, meskipun dapat menutupi warna kulit,namun pakaian tersebut memperlihatkan bentuk tubuhnya dan tergambar pada pandangan pria. Yang demikian itu hanya akan menimbulkan kejahatan dan kerusakan. Oleh karena itu pakaian yang dikenakan harus lebar dan luas.
Hal itu dilandasi oleh apa yang diceritakan Usamah bin Zaid ra : ” Rasulullah SAW pernah memakaikan baju Qibthiyyah yang tebal kepadaku. Pada kesempatan lain beliau bertanya : ” Mengapa engkau tidak mengenakan baju Qibthiyyah ? “. Aku pun menjawab : ” Wahai Rasulullah SAW, aku mengenakannya kepada istriku. ” Setelah itu beliau bersabda : ” Perintahkan dia agar mengenakan gaun didalam baju tersebut, karena sesungguhnya aku khawatir akan terlihat bentuk – bentuk tubuhnya. “( HR : Ahmad dan Abu Daud ) .
Dalam menerangkan Hadist ini Syaukani mengatakan, Hadist ini menunjukkan bahwa kaum wanita harus menutup tubuhnya dengan pakaian yang tidak ketat, sehingga tidak menggambarkan bentuk tubuhnya. Ini merupakan syarat penutupan aurat. Penambahan pemakaian baju dalam untuk baju Qibthiyyah dilakukan, karena baju tersebut sangat tipis dan tidak menutupi kulit wanita dari pandangan orang lain, bahkan memperlihatkan bentuk tubuhnya.
Hadist ini juga memberikan peringatan kepada para wanita, agar benar – benar menutup bentuk pantatnya dari pandangan pria, karena bagian tersebut sering menimbulkan fitnah dan nafsu birahi pria. Diantara kaum pria ada yang senang wanita berbadan gemuk, ada juga yang senang berbadan kurus. Bahkan ada yang suka mengumbar nafsu birahinya kepada wanita, tanpa memperdulikan kecantikan dan kejelekannya.
Hendaklah wanita – wanita sekarang ini ( yang banyak mengenakan pakaian sempit dan tembus pandang yang menggambarkan bentuk buah dada, pinggang , pantat, betis, dan bagian – bagian lainnya ) segera bertobat kepada Allah SWT secara sungguh – sungguh, serta selalu mengingat pesan Rasulullah SAW : ” Malu dan iman itu adalah dua tanduk yang tidak terpisahkan. Jika salah satu diantara keduanya terangkat, maka yang lainnya pun terangkat pula. ” ( Hijabul Mar’ah Al Muslimah, Muhammad Nashir Al-Albani, hal 63 ) .
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : WAHAI PUTRIKU TUTUPLAH AURATMU. Oleh : Zahrah Ahmad Al-ma’iy. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung