Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Pertama-tama saya mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah menciptakan manusia dengan sebaik – baik bentuk. Shalawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu Baginda Sayyidina Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari alam kejahiliyahan menuju dunia modern yang penuh petunjuk dan sinar Al-Qur’an Al-Karim beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Pada Bagian Kedua ini, artikel religius berjudul sesuai tersebut diatas akan saya lanjutkan penulisannya sebagai berikut : Hadist lain yang dijadikan landasan diharamkannya penampakan perhiasan, baik itu emas, intan , permata atau yang lainnya , dihadapan pria yang bukan mahramnya adalah yang diriwayatkan Ibnu Sa’ad dalam kitab Ath-Thabaqat.
Dari Sofyan dari Mansyur dari Rab’i bin Khurrasy dari seorang wanita dari saudara wanita Khuddzaifah yang memiliki banyak saudara wanita, yang hidup pada zaman Nabi Muhammad SAW, dia mengatakan : ” Rasulullah SAW pernah berbicara dihadapan kami. Beliau bersabda : ” Wahai para wanita , bukankah kalian menjadikan perak sebagai perhiasan? Sesungguhnya tidak seorang wanita pun dari kalian yang menjadikan emas sebagai perhiasan dan menampakkannya kecuali akan mendapatkan adzab atasnya. ” Mansyur mengatakan : ” Aku telah mengatakan hal itu kepada Mujahid, lalu dia menjawab : ” Aku telah menyaksikan mereka, dan salah satu diantara mereka ada yang membuatkan kancing pada tepi lengan bajunya untuk menutupi cincinnya.
Itu semua menunjukkan ketaatan para Sahabat wanita Nabi SAW yang mulia, karena dengan keyakinannya mereka mengetahui, bahwa dalam melaksanakan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya terdapat kemuliaan, kehormatan , kesucian dan perlindungan. Mereka benar-benar menutup seluruh auratnya, sampai ada salah satu diantara mereka yang membuatkan kancing pada tepi lengan bajunya, agar tidak tampak sedikitpun oleh pria yang bukan mahramnya.
Hendaklah wanita – wanita sekarang ini ( yang sering keluar pasar, jalan – jalan dengan membuka tutup kepalanya dan memakai busana tembus pandang , serta menampakkan perhiasan mereka dihadapan pria yang bukan mahramnya ) takut kepada Allah SWT.
Selain dari itu , hendaklah mereka meresapi dan merenungi dalil-dalil yang dijadikan landasan diharamkannya menampakkan rambut dihadapan pria yang bukan mahramnya.
Hendaknya juga selalu mengingat adzab yang sangat pedih yang ( karena pedihnya ) Rasulullah SAW menangis tersedu-sedu ketika menyaksikan adzab itu menimpa kaum wanita , karena kelengahannya dan kesewenang-wenangannya dalam ber-tabarruj dan membuka auratnya. Itulah yang disaksikan Rasulullah SAW ketika beliau melakukan Isra’ dan Mi’raj.
Ali bin Abi Thalib ra berkata : ” Aku dan Fatimah berkunjung kerumah Rasulullah SAW, dan kami lihat beliau sedang menangis tersedu-sedu. Kemudian aku berkata kepadanya : ” Aku akan menebus engkau dengan bapak dan ibuku wahai Rasulullah SAW, apa yang menyebabkanmu menangis ? ”
Beliau menjawab : ” Wahai Ali, pada saat aku melakukan Isra’ ( perjalanan ) kelangit, aku melihat sebagian wanita dari umatku disiksa dengan bermacam-macam siksaan. Oleh karena itu aku menangis ketika menyaksikan kepedihan siksaan mereka. Aku melihat , seorang wanita digantung dengan rambutnya dan otaknya disiram dengan air mendidih. ” Kemudian Fatimah ra berdiri dan bertanya : ” Wahai Rasulullah SAW yang tercinta , perbuatan apa yang menyebabkan mereka disiksa ? “. Rasulullah SAW menjawab : ” Wahai anakku , wanita yang digantung dengan rambut itu karena dia tidak menutup rambutnya dari pandangan pria ” . ( SELESAI ).
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas Bagian Kedua. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : WAHAI PUTRIKU TUTUPLAH AURATMU. Oleh : Zahrah Ahmad Al-ma’iy *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung