Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim wabarik Sayyidina Muhammad. Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas karunia, hidayah dan inayahNya lah saya dapat menyusun tulisan religius berjudul tersebut diatas dan saat ini barangkali artikel ini sudah berada dihadapan antum, sidang pembaca. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.
Saudaraku, rendah hati dalam bahasa Arab disebut tawadhu, artinya memelihara pergaulan dan hubungan dengan sesama manusia serta tidak merendahkan orang lain. Lawan tawadhu ialah takabur. Tawadhu juga artinya tidak tinggi hati, tidak memandang rendah terhadap orang lain. Tawadhu menyebabkan diri mendapat kemuliaan, baik disisi Allah maupun dihadapan manusia sekitarnya. Kebalikan tawadhu adalah takabur sombong, artinya orang yang merasa diri lebih tinggi, lebih pintar dan menganggap orang lain rendah.
Orang arif bilang, bahwa setiap diri manusia tidak ada yang sempurna. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan sesuai dengan pemberian Allah SWT. Oleh karena itu setiap orang mengembangkan sikap saling menghormati dan saling menghargai. Barangsiapa yang bertawadhu terhadap sesama manusia, niscaya akan disenangi, disegani, dihormati dan dikaguni dalam pergaulan. Sebaliknya orang yang takabur dan sombong akan dibenci, dijauhi dan dikucilkan oleh teman-teman. ( dijauhkan orang-orang)
Sifat sombong atau takabur merupakan sifat yang buruk sehingga akan menimbulkan kebencian dan merusak pergaulan. Karena itu kita harus menghindari sifat-sifat tersebut. Kita harus menyadari dan tahu diri bahwa kelebihan yang kita peroleh itu berasal dari Allah SWT yang wajib kita syukuri. Kelebihan yang kita miliki bukan untuk dijadikan kesombongan. Jika tidak disyukuri, Allah akan merebut kembali. Allah tidak suka kepada orang yang sombong.
# Rasulullah SAW bersabda:
(Arintya):” Tidak akan masuk syurga orang yang terdapat dalam hatinya sifat sombong takabur walau hanya seberat atom yang sangat halus sekalipun.” (HR:Muslim)
Berdasarkan Hadist tersebut diatas, ternyata sifat sombong itu benar-benar berbahaya, dengan sebutir atom kesombongan pun dapat menghalangi seseorang untuk masuk Syurga.
# Dalam Hadist lain Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Sesungguhnya Allah telah memberikan wahyu kepadaku agar kamu sekalian bersikap tawadhu` (rendah hati) sehingga yang satu tidak berbuat jahat dan tidak merasa bangga antara yang satu dengan yang lainnya.” (HR:Muslim)
Dan dari Hadist tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa salah satu tujuan diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah untuk mengajarkan sifat tawadhu` atau rendah hati terhadap sesamanya. Agar tidak timbul perasaan dirinya lebih unggul daripada orang lain dan juga tidak menganggap rendah kepada orang lain.
Dengan sifat tawadhu` seseorang yang kaya semakin dihormati dan dihargai orang. Dengan rasa rendah hati, orang yang mulia semakin dimuliakan dan dihormati oleh masyarakatnya. Begitu pula dengan rasa rendah hati, orang yang pintar akan semakin dihargai.
# Perhatikan Hadist Nabi SAW:
(Artinya):” Berbahagialah orang yang rendah hati pada selain tempat yang mengurangkan dirinya dan merendahkan dirinya pada selain tempat yang bukan menghinakan serta ia suka membelanjakan harta yang dikumpulkannya pada selain maksiat. (HR:Bukhari)
Dari Hadist ini kita bisa memahami bahwa yang dinamakan rendah hati itu bukan berarti menghinakan dirinya. Sikap rendah hati adalah menyatakan dirinya dengan benar, sesuai dengan kenyataan. Akhir dari tulisan religius ini ingin saya sampaikan setentang nilai budi pekerti yang dikembangkan sebagai berikut:” Suatu ketika kota Mekkah jatuh ketangan kaum muslimin, kaum kafir Quraisy pun bertekuk lutut.
Kini mereka menyerah, tidak berdaya lagi. Sebenarnya kesengsaraan ini dapat dimanfaatkan Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin untuk membalas dendam terhadap musuhnya. Namun apa yang terjadi adalah sebaliknya. Beliau (Nabi SAW) tidak merasa dendam, bahkan memperlakukan kaum Quraisy dengan baik. Beliaupun tidak takabur atas kesenangan melumpuhkan musuhnya.
Nabi Muhammad SAW berkeyakinan bahwa kemenangan dan keuntungan semata-mata kehendak Allah SWT. Ini suatu contoh, Rasulullah SAW memiliki sifat rendah hati. Sifat ini melahirkan sikap dan tindakan yang bijaksana. Ketika mendapat kesenangan atau kemenangan, beliau senantiasa ingat kepada Allah, tidak bersikap takabur namun selalu bersyukur. Sifat, sikap dan tindakan beliau inilah harus diteladani dan dimiliki oleh setiap umatnya.Kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sampai disini saya sudahi tulisan ini, terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita , insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
…
# Bahan-bahan materi diambil dan dikutp dari buku: Pendidikan Agama Islam. Oleh:Drs. Hasan Baihaqi. Af.#
…
# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com.#
…