“ AL-HIQDU”

 Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim wabarik Sayyidina Muhammad. Kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang begitu banyak melimpahkan karunia, taufik hidayah, terutama karunia berupa nikmat iman dan Islam kepada kita. Sebab dengan memiliki iman serta dengan beragama Islam sajalah, tanpa keraguan sedikitpun apabila bertaqwa (menjalankan segala perintahNya dan menjauhkan segala laranganNya) tempat kita kembali kelak (tentu saja dengan rahmat Allah) adalah syurga.

Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung yaitu Baginda Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarga beserta para Sahabatnya.

Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sifat dendam adalah termasuk akhlak tercela dalam Islam. Dendam adalah suatu gejolak perasaan yang ingin membalas perbuatan curang orang lain. Dia tidak akan merasa puas sebelum orang dijadikan objek dendam itu mendapat balasan yang setimpal, bahkan lebih dari dirinya.

Sifat dendam didalam ajaran Islam disebut al-hiqdu. Dendam berhubungan erat dengan sifat hasad atau dengki. Namun dendam lebih besar bahayanya daripada dengki. Oleh karena itu yang dinamakan dendam (al-hiqdu) ialah dengki yang telah mengakibatkan permusuhan dan kebencian sehingga dapat memutuskan tali silaturahmi. Bahkan orang yang telah dikuasai dendam akan tega membuka dan membeberkan rahasia-rahasia orang lain serta mencelakakannya.

Dendam atau al-hiqdu timbul dari sikap yang tidak memaafkan kesalahan orang lain terhadap dirinya, lalu ia mendendam orang itu.  Padahal mungkin kesalahan orang terhadapnya itu tidak dilakukan dengan sengaja. hal itu bukan sikap yang Islami karena Islam mengajarkan untuk saling memaafkan masing-masing fihak.

Sifat dendam sangat buruk bahkan tercela dan sangat berdosa. Sifat dendam itu berada dalam jasad atau badan, seperti najis pada kain. Dengan demikian, tidak ada tempat yang pantas bagi pendendam selain Neraka. Oleh karena itu, jauhilah sifat dendam, tinggalkan rasa permusuhan dan kebencian yang mendalam. Gantilah dengan sikap pemaaf, ramah tamah, penuh kasih sayang dan kekeluargaan yang saling mencintai  serta saling mengasihi.

Karena orang yang beriman , mukmin dengan sesama muslim lainnya adalah saudara. Saudara seiman dan seagama bagaikan satu badan. Jika salah satu anggota badan itu sakit maka akan terasa oleh anggota lainnya.

# Dalam Hadist Nabi Muhammad SAW disebutkan:

(Artinya):” Perumpamaan orang mukmin dalam hal saling menyayangi, mencintai dan tolong menolong diantara mereka, seperti halnya satu badan, yang apabila satu bagian dari badan itu menderita sakit, akan merasa sakit pula seluruh badan, karena tidak dapat tidur dan panas.” (HR:Mutafaqun Alaih)

Sebuah pertanyaan. Dapatkah kita merasakan penderitaan saudara-saudara kita seagama jika mereka sakit?, kalau iya, itu berarti kita sudah menerapkan anjuran Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah!

Saudaraku, sidang pembaca. Seperti dikatakan diatas, bahwa sifat al-hiqdu atau dendam berhubungan erat dengan sifat hasad atau dengki. Bahkan al-hiqdu  itu sendiri adalah dengki yang telah mengakibatkan permusuhan dan kebencian. Akhir dari tulisan (religius) ini, ingin saya sampaikan dua buah Hadist Nabi SAW setentang dengki. Rasulullah SAW mengingatkan kepada umat agar menjauhi sifat hasad atau dengki.

# Sabda Nabi SAW:

(Artinya):” Dan janganlah kamu berdengki dengkian dan berbenci-bencian…” (HR:Muslim)

Kemudian mengapa sifat hasad dengki itu dilarang didalam ajaran Islam? Karena sifat dengki itu dapat menghapuskan segala amal kebajikan.

# Rasulullah SAW bersabda:

(Artinya):” Jauhkanlah dirimu dari sifat hasad (dengki) karena hasud (dengki)itu dapat memakan segala amal kebajikan, sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR:Abu-Daud)

Sampai disini saya sudahi dulu tulisan religius ini, semoga bermanfaat dan terima kasih atas segala perhatian. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita , insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

# Bahan-bahan materi diambil dan dikutip dari buku:” Pendidikan Agama Islam.” Oleh:Drs.H.Hasan Baihaqi, Af.)#

# Artikel religius ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com.#

 

 

 

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.