TURUNNYA WAHYU

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT , tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta memohon ampunan-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung, yaitu Baginda Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Semenjak pernikahannya dengan Khadijah , Muhammad giat berdagang. Selain itu, Muhammad sering memikirkan keadaan masyarakat yang gemar menyembah patung, berjudi, mabuk , menipu dan sebagainya.
Didalam jiwa Muhammad sudah tertanam tauhid , artinya Allah Yang Maha Esa yang harus disembah. Pada usia 40 tahun itu Muhammad sering tafakur di Gua Hira. Dalam tafakurnya itu Muhammad memohon kepada Allah agar diberikan petunjuk untuk memperbaiki keyakinan masyarakat yang sudah jauh dari petunjuk Allah.
Berbulan-bulan Muhammad menyepi diri dalam Gua untuk mendapatkan petunjuk dari Allah.
Pada suatu malam tanggal 17 Ramadhan ketika Muhammad berdoa di Gua Hira, datanglah Malaikat Jibril, menunjukkan sehelai kain putih bertuliskan wahyu Allah dan berkata : ” Bacalah! ” . Kata Muhammad : ” Aku tidak bisa membaca.” Jibril memeluk Muhammad erat – erat sehingga nafasnya terasa sesak.
Malaikat Jibril berkata lagi : ” Bacalah ! ”
Kata Muhammad : ” Aku tidak bisa membaca ! ” Sampai tiga kali Malaikat Jibril menyuruh Muhammad membaca tulisan itu dan Muhammad selalu menjawab tidak dapat membacanya, kemudian Malaikat membacakan tulisan itu diikuti Muhammad.
Tulisan itu berupa wahyu Allah yang berbunyi :
1. Iqra’ bismi rabbikal lazi khalaq.
2. Khalaqal insaana min ‘alaq
3. Iqra’ warabbukal-akram
4. Allazi ‘allama bil qalam
5. Allamal insaana maa lam ya’lam.
Artinya :
1. Bacalah dengan nama Tuhan Yang Maha Pencipta.
2. Tuhan telah menciptakan manusia dari segumpal darah
3. Bacalah Tuhanmu Yang Maha Mulia
4. Yang mengajar manusia tulis baca.
5. Yang mengajar manusia apa yang belum diketahuinya.
Wahyu diatas merupakan wahyu pertama yang diterima Muhammad dan pada saat itulah Muhammad menjadi Nabi ketika berusia 40 tahun.
Setelah Nabi Muhammad kedatangan Malaikat Jibril beliau merasa takut dan khawatir sampai badannya menggigil. Beliau pun segera pulang kerumah dan menceritakan peristiwa Gua Hira kepada istrinya. Cerita tersebut disambut oleh Khadijah dengan tenang. Istri Nabi ini kemudian memberi nasihat agar tenang. Sementara itu ia mendatangi saudara sepupunya yang ahli dalam kitab Injil dan Taurat. Saudaranya itu bernama Warakah.
Kepada Warakah Khadijah menanyakan peristiwa Gua Hira.
Warakah tertegun sejenak kemudian berkata : ” Hai Khadijah, suamimu itu kelak akan menjadi Rasul Allah sebagaimana yang telah dijanjikan kedatangannya dalam kitab Injil dan Taurat. Dan ketahuilah dia nanti akan dimusuhi dan diusir oleh kaumnya seperti Rasul – rasul sebelumnya. Kalau aku diberi umur panjang, aku akan membelanya.
Mendengar keterangan Warakah tersebut, Khadijah segera pulang dan menceritakan kembali kepada Nabi Muhammad. Nabipun menjadi tenang.
Setelah wahyu pertama turun, lama sekali baru turun wahyu berikutnya yang memerintahkan Nabi supaya berdakwah :
Wahyu – wahyu tersebut adalah :
Surat Al Mudasir ayat 1 – 2.
– Ya ayyuhal muddassir Qum fa anzir. – ( Artinya ) : ” Hai orang yang berselimut. Bangunlah , lalu berilah peringatan. ”
Lalu Surat Asy Syu’ara ayat 214. – Wa anzir ‘asyiratakal aqrabin. – ( Artinya ) : ” Dan berilah peringatan saudara – saudara yang lebih dekat ( agar masuk Islam ).
Setelah wahyu – wahyu tersebut turun Nabi Muhammad terus berdakwah. Dakwah Nabi ini ditujukan pertama – tama kepada keluarga, kemudian kepada teman dekat. Diantara keluarga Nabi yang mula-mula memeluk agama Islam adalah Khadijah dan Ali bin Abi Thalib ( saudara sepupu ) dan Zaid bin Kharisah seorang hamba sahaya.
Dari kalangan sahabat atau teman dekat adalah Abu Bakar Siddiq , Talkah, dan Zubair bin Awam dan lain lain. Itulah orang-orang yang pertama kali mengikuti dakwah Nabi Muhammad SAW. Diantara mereka, yang paling berjasa adalah Khadijah ra.( Radia Alahuanha ) karena selain sebagai istri Nabi, juga sebagai pendukung dana atau biaya dakwah yang mula-mula.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. Oleh Tim Penyusun : Drs Asdiah Suparya dkk *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan :Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website : Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.