“ASSALAMUALAIKUM…. YA AHLAL KUBUR.”

Bismillahirrahmaanirrahim. Assalamualaikum wr.wb. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Sidang pembaca, apa khabar? selamat berjumpa kembali (lewat tulisan) dengan saya, sesuai judul artikel (religius) ini semoga bermanfaat, menyejukkan, menambah wawasan dan yang paling diniatkan penulis mudah-mudahan dengan bertambah minat pembaca (membaca tulisan bernafaskan Islam) nilai-nilai Islam kian dapat tersebarluaskan.
Kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena Karunia-Nya yang karena kasih sayang-Nya sajalah tulisan (religius) ini saat ini dapat berada dihadapan pembaca. Saya yakin, haqqul yakin tanpa izin-Nya, tanpa kehendak-Nya, tulisan ini tidak mungkin akan ada dihadapan kita sekalian. Kita ucapkan Alhamdulillah. Sholawat serta salam kita mohonkan semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, junjungan ummat, Nabi termulia, Rasul paling Agung yaitu Baginda Nabi Besar Sayyidina Muhammad SAW, beserta keluarganya, beserta para sahabatnya.

Saudaraku sesama muslim, muslimat urusan dunia memang menyibukkan hingga mampu membuat manusia lupa kepada alam persinggahan dikubur. Lupa kepada Kiamat, kebangkitan semula, timbangan penilaian amal, mahkamah Allah, titian sirat, telaga kautsar, Syurga dan Neraka yang akhirnya adalah sebagai tempat yang kekal abadi. Keberlangsungan hidup manusia ini suatu saat akan terhenti. Akan datang suatu hari dimana keberadaan manusia semuanya berakhir. Akan tetapi, kehancuran ini bukanlah akhir dari segalanya.
Setelah hari akhir tentu (serta) pastilah ada hari akhirat, baik hari akhir maupun akhirat jelas harus dipercayai, sebab termasuk dalam rukun iman, namun kelihatannya banyak sekali orang yang bertindak tanduk seakan-akan hari akhir serta hari akhirat tersebut tidak akan datang. Hubungan antara kehidupan dunia sangatlah erat kaitannya. Manusia harus mempunyai dan harus mengetahui persiapan untuk hidup diakhirat. Dengan berbagai macam cara apapun harus mengisi kehidupannya didunia dengan cara yang dapat mewujudkan kebahagiaan akhirat.
Mengapa manusia suka ditipu dan mau tertipu? Sehingga begitu bernafsunya memperjuangkan kepuasan duniawi. Sementara kita tidak akan pernah dapat merasa yang namanya kepuasan itu? Seperti misalnya siang hari bolong, ditengah teriknya panas matahari orang sangat bernafsu untuk meneguk minuman air sirup es, setelah diminum , maka sekejab hilanglah rasa dahaga. Tetapi kemudian bosan dan pasti mulailah mencari air minuman yang lain yang rasanya tentunya lain. Dapat satu, mau yang lain lagi. Begitulah manusia, tidak pernah merasa puas dan ingin selalu melebihi. Sungguh benar perumpamaan yang digambarkan didalam kitab suci Al-Qur`an yang menyebutkan bahwa kenikmatan dunia sesungguhnya adalah sebuah permainan yang melelahkan. Kenikmatan yang  sebenarnya itu berada dalam Syurganya Allah SWT.
kehidupan akhirat merupakan hal yang ghaib yang tidak dapat ditembus oleh dan atau dengan hati yang setajam apapun. Karena Allah telah menginformasikan kepada manusia perjalanan hidup setelah hidup dan akhir perjalanannya didunia. Keterangan tentang hari akhirat yang ghaib itu tidak cukup diperkenalkan hanya dengan isyarat-isyarat dan simbol semata. Allah SWT mencipta khazanah ini cuma untuk ujian kepada seluruh manusia siapakah yang dapat melaluinya dengan keimanan? Ya!
Mengapa dengan sujud antum tidak mau membeli Syurga Allah, tetapi diakhirat nanti antum hendak membelinya dengan seluruh harta antum? Sayangnya sudah terlambat dan itulah hakikat harta tidak membawa manfaat sedikitpun kepada pemiliknya. Andai saja kita mampu mengingat sejarah hidup yang lalu untuk memperbaiki kekhilafan dan mengganti kejahatan dengan amal shaleh, niscaya tidak akan ada penyesalan pada akhirnya. Namun sengatan dunia begitu kuat memabukkan, membutakan mata hati, mengeruhkan akal sehat, meracuni kesucian hati sampai kepada yang namanya mati (kematian).
Saudaraku, apakah ada usaha paling efektif untuk melemahkan sengatan dunia? Ada! paling tidak dapat mengendorkan menggeloranya sengatan yaitu:Pertama, ialah dengan mengambil iktibar daripada sejarah kehidupan orang yang lalai. Dan kedua, dengan cara menyaksikan mereka yang melalui kematian dengan cara su`ul khotimah.
Pada hakikatnya kita (semua) manusia adalah calon penghuni kubur yang mungkin jika kita mengalaminya lebih dulu akan mendapat sapaan: “ Assalamualaikum…. Ya ahlal kubur dari yang hidup berlalu lalang didepan tempat kita bersemayam sambil berlalu pergi meninggalkan kita dikuburan sendirian.
Sidang pembaca, bagaimana perasaan antum ketika mereka yang menyapa kita dengan senyuman tanpa tahu bagaimana keadaan kita dialam kubur yang merintih  bahkan menjerit kesakitan disiksa? Mirih, nyiris rasanya…..Jenazah (katakanlah kita) pun akan berpisah dengan seluruh keluarga. Bahkan dengan seluruh dunia yang pernah dihuninya. Setelah berpisah, kita akan hidup sendiri, dilanda kesepian yang luar biasa. Karena itu beruntunglah kalau dalam kesepian itu kita ditemani oleh teman-teman yang baik. (Dalam hal ini perbuatan amal baik yang dilakukan ketika semasa hidup didunia) yang menjelma sebagai teman baik.
Itulah perjalanan yang mau tidak mau mesti kita jalani. Sesudah perjalanan itu kita memasuki tempat tinggal yang abadi. Tempat itu bisa merupakan kesenangan yang kekal dan abadi yaitu Syurga, tetapi tempat abadi itu bisa juga berwujud Neraka yang berupa api yang menyala-nyala. Mengerikan!
Oleh karenanya persiapkan diri kita sebelum ajal menjemput, sehingga kita benar-benar mampu dan siap menikmati alam kita kelak yaitu kampung akhirat. Akhir dari tulisan (religius) ini ingin saya menyampaikan Firman Allah SWT yang termaktub didalam kitab suci Al-Qur`an surat Al-Mukminun seperti berikut:
# Firman Allah SWT
(Artinya):” Dan dihadapan mereka ada alam barzakh (yang mereka akan tinggal menetap padanya) hingga hari mereka dibangkitkan semula (Yaitu hari Kiamat)” (QS:Al-Mukminun:100)

Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Kenikmatan Alam Kubur Oleh: Abdurrahaman Busyairi.#

# Artikel (religius) ini dapat anda temukan pada website:WWW:Hajisunaryo.com#
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.