BAHAYA BERJUDI, MINUM ARAK DAN TENUNG

Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta memohon ampunan-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sebagaimana kita ketahui, bahwa agama Islam diturunkan oleh Allah melalui Nabi Muhammad SAW untuk kesejahteraan manusia lahir dan batin, hidup rukun dengan keluarganya, tetangganya dan masyarakat umumnya. Sekiranya kita taati ketentuan agama Islam kesejahteraan umum akan tercapai , negara pun akan aman dan sentausa. Oleh karena itu, setiap perkara yang dapat merusak jiwa dan raga kita, dilarang oleh Islam , sebagaimana Firman Allah SWT : ( Artinya ) : ” Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya ( meminum ) khamar, berjudi, berkorban untuk berhala, dan mengadu nasib ( bertenung ) adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan syetan. Karena itu, jauhilah perbuatan perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syetan bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kalian lantaran ( meminum ) khamar dan berjudi dan menghalangi kalian dari dzikir ( mengingat Allah )
dan shalat. Apakah kalian termasuk yang menghentikan perbuatan keji ? . ” ( QS : Al – Maidah : 90 – 91 ) .
Dan Nabi Muhammad SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Bukan dari umatku orang yang suka bertenung ( mengadu nasib ) atau menerima ( meladeni ) pertenungan untuk orang lain atau yang suka memberitakan sesuatu yang akan terjadi atau meladeninya atau menyihir atau meladeninya.” ( HR : Bazar dan diperkuat oleh Abu Daud dan lain – lain. ) .
Perbuatan seperti itu termasuk kabair ( dosa besar ). Oleh karena itu, marilah kita teliti dengan seksama para pembuat dosa besar itu agar kita terhindar daripadanya.
Umumnya manusia mabuk karena minum arak, sehingga pikirannya tidak terkendalikan. Ia akan berbicara tidak benar sebab pikirannya sedang terganggu. Pekerjaannya tidak menentu karena tanpa disadari. Kadang – kadang marah tidak karuan , kadang – kadang memukuli orang lain, menzinahi wanita wanita, bahkan membunuh orang.
Karena berjudi, pikiran orang akan dicurahkan kepada permainan sehingga tidak ingat makan, minum , waktu , apalagi shalat. Pikirannya hanya terarah kepada alat perjudian. Andaikata dalam perjudiannya menang, ia berfoya-foya dengan teman-temannya, adakalanya dalam waktu singkat hasil judi itu telah habis. Dan kalau kalah, dia marah – marah dan mudah tersinggung. Ia akan berusaha mendapatkan uang dari mana saja walau harus menjual barang – barang yang sangat penting , seperti sawah , tanah , rumah dan sebagainya dan tidak jarang pula mencuri atau menipu harta orang lain. Karena itu perjudian menjadi salah satu sebab pertengkaran dalam keluarga. Akibat berjudi selain membahayakan bagi dirinya juga bagi orang lain. Salah satu ungkapan orang tua yang perlu menjadi perhatian kita ialah, bahwa orang miskin tidak akan menjadi kaya karena berjudi.
. Orang yang suka bertenung atau mengadu nasib akan rusak, serta ketawakalannya akan hilang bahkan perbuatan tersebut termasuk kemusyrikan, sebab kepercayaan kepada Allah sudah dibaginya dengan tukang tenung. Manusia semacam ini tidak diakui umat Nabi Muhammad SAW karena mereka mati tidak membawa iman. Obat yang paling mujarab untuk menyembuhkannya ialah taubat dan meninggalkan perbuatan itu
Dengan keterangan tersebut diatas, betapa bahayanya berjudi, bertenung dan minuman keras ( arak ), sebab kesemuanya menimbulkan malapetaka baik bagi yang bersangkutan secara pribadi maupun kepada masyarakat umum. Oleh karena itu , tepat sekali adanya larangan segala bentuk perjudian diseluruh wilayah negara kita ini. Larangan tersebut sewajibnya mendapat dukungan yang positif dari seluruh kaum muslimin terutama dari para pejabat dan aparatur pemerintahan. Marilah kita kerjakan segala perintah Allah dan tinggalkan segala larangan-Nya meskipun kita senangi ( sukai ) .
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : HIMPUNAN KHUTBAH. Seri 1. Oleh : H. Moch. Anwar. *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***

This entry was posted in Artikel. Bookmark the permalink.