Assalamualaikum wr wb Bismillahirrahmanirrahiim Allahumma shali wasalim sayyidina Muhammad. Segala puja dan puji milik Allah SWT, tiada sekutu bagi-Nya dan hanya kepada Allah SWT kita menyembah dan hanya kepada Allah SWT kita memohon pertolongan serta memohon ampunan-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Kita sekarang ini sedang berada di alam dunia, artinya alam yang cuma sebentar dan kemudian akan menghadapi kehancuran yaitu pada hari Kiamat. Hari Kiamat adalah hari hancurnya seluruh alam ,termasuk bulan, bintang dan jagat Raya, sebagaimana Firman Allah SWT : ( Artinya ) : ” Dan ditiuplah Sangkakala, maka matilah setiap yang berada dilangit dan dibumi, kecuali makhluk yang dikehendaki Allah, kemudian ditiup Sangkakala itu sekali lagi, tiba-tiba makhluk – makhluk itu berdiri menunggu ( keputusan masing – masing ) .
Dan terang benderanglah bumi ( padang Mahsyar ) dengan cahaya Rab-nya : dan diberikanlah buku ( perhitungan perbuatan masing-masing ) dan didatangkanlah para Nabi dan saksi-saksi, dan diberi keputusan diantara mereka dengan adil, dan mereka tidak dirugikan. ” ( QS : Az-Zumar : 68 – 69 ).
Dalam ayat ayat ini Allah menerangkan bahwa dunia ini akan hancur dengan tiupan Sangkakala, matilah seluruh makhluk kecuali yang dikehendaki Allah. Demikian pula malaikat Israfil, Jibril , Mikail dan Malakulmaut dan akan mati diantara tiupan pertama dan kedua. Kemudian dihidupkan kembali sebelum tiupan kedua, dan menghidupkan kembali seluruh makhluk untuk menerima keputusan dari Allah SWT. Antara tiupan pertama dan kedua diperkirakan selama 40 tahun.
Dialam baru, seluruh makhluk berkumpul di Mahsyar, sebuah tempat yang sangat luas, rata dan diterangi dengan cahaya Allah. Pada waktu itu seluruh makhluk merasakan panas yang luar biasa sampai mandi keringat. Diantara mereka yang durhaka ada yang tenggelam dalam air keringatnya yang menurut perasaannya selama ribuan tahun. Disana tidak ada tempat untuk berteduh, kecuali bagi tujuh macam golongan sebagaimana tercantum dalam Hadist. Nabi SAW bersabda : ( Artinya ) : Rasulullah SAW bersabda : ” Ada tujuh kelompok manusia yang mendapat naungan Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah, yaitu : Pemimpin yang adil , pemuda yang sejak kecilnya selalu beribadah kepada Allah , laki-laki ( orang ) yang saling mencintai dalam beribadah kepada Allah, keduanya berkumpul untuk membicarakan peribadatan kepada Allah dan berpisahnyapun untuk itu, Laki-laki yang diajak maksiat ( berzina ) Oleh wanita yang berpangkat dan cantik jelita ia menolak dengan alasan karena takut oleh Allah, laki-laki ( orang ) yang bersedekah dengan sesuatu secara sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya dan laki-laki ( orang ) yang berdzikir kepada Allah sambil bersembunyi ( berkhalwat ), lalu meleleh air matanya. ” ( HR : Muttafaqun Alaih ) .
Inti dari Hadist tersebut diatas adalah ketaqwaan kepada Allah SWT dengan tekad dan keyakinannya yang membaja. Karena tanpa tekad dan keyakinan yang kuat, pekerjaan tersebut sukar dilaksanakan. Karena itu Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : ( Artinya ) : ” Ketaqwaan itu disini , ketaqwaan itu disini. Beliau berisyarat ( menunjuk ) kedadanya. ” ( HR : Muslim ).
Dan Hadist Nabi SAW : ( Artinya ) : ” Sesungguhnya manusia akan dibangkitkan kelak diatas niatnya masing-masing. ” ( HR : Ibnu Majah ) .
Dengan Hadist ini Nabi SAW memberikan penjelasan, bahwa sumber ketaqwaan itu didalam hati manusia, sebab hati merupakan pemimpin seluruh tubuh manusia.
Oleh karena itu sidang pembaca , mari kita tingkatkan tekad dan niat kita untuk bertaqwa kepada Allah, mumpung kita masih diberi hidup oleh Allah. Karena apabila nyawa kita telah diambil – Nya, hanya menyesallah yang akan menimpa.
Rasulullah SAW bersabda : ( Artinya ) : ” Kamu harus beruntung dengan lima perkara sebelum datang lima perkara. Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, kesengganganmu sebelum sibukmu, kemudaanmu sebelum tuamu, dan kaya mu sebelum datang fakirmu. ” ( HR : Baihaqi dan Hakim ) .
Sidang pembaca, kiranya cukup lah petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya agar kita meningkatkan ketaqwaan kepada Allah, sebab tidak lama lagi kita akan menghadapi pemeriksaan dan pembalasan-Nya. Gunakanlah segala kesempatan dan daya upaya kita sesuai dengan kemampuan kita. Tinggalkan lah semua cegahan Allah meskipun kesenangan kita , sebab tandanya orang yang taqwa berani meninggalkan kesenangan yang dilarang Allah.
Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Saya akhiri tulisan religius ini, berjudul sesuai tersebut diatas. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita, insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
***
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : HIMPUNAN KHUTBAH. Seri 1. Oleh : H. Moch. Anwar *
***
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website kesayangan : Www.hajisunaryo.com *
***
* Artikel religius ini juga dapat anda temukan pada Website :Www.hsunaryo.blogspot.co.id atau Www.hsunaryo.blogspot.com *
***
Categories
Cari Artikel
penggunjung