Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Saudaraku sesama muslim muslimah sidang pembaca, wabil khusus pecinta bacaan bernafaskan Islam. Apa khabar? Senang sekali kita dapat berjumpa kembali (meskipun) lewat tulisan bukan? Mari kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan izinNyalah tulisan (religius) ini ada dihadapan pembaca. Saya yakin, haqul yakin tanpa kehendak-Nya tulisan (sesuai judul) tersebut diatas tidak akan pernah berada dihadapan sidang pembaca.
Oleh karena itu tidak berlebihan kiranya kalau sekali lagi saya mengajak mari kembali kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Illahi Rabbi, Tuhan seru sekalian alam. Dia pencipta langit dan bumi, Dia penguasa tunggal dihari pembalasan nanti (Kiamat) Dia itu maha Dzat yaitu Allah SWT. Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.
Sidang pembaca, sebuah Hadist Shahih dari Jubair bin Muth`im yang diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim, bahwa bersabda Rasulullah SAW:
(Artinya):” Seburuk-buruk tempat didunia ini adalah pasar dan sebaik-baik tempat adalah masjid.
(HR:Al:Hakim)
Pasar merupakan sejelek-jelek tempat karena didalamnya terbiasa terjadi penipuan dan sumber kebohongan serta sumpah dusta. Dalam riwayat disebutkan seburuk-buruk Negara adalah pasar-pasarnya dan sebaik-baik tempatnya adalah masjid-masjid. Sementara Hadist dari Wailah dengan isnad hasan diriwayatkan oleh Tabrani dikatakan bahwa sejelek-jelek tempat-tempat duduk adalah Masjid-masjid maka jika kamu tidak duduk didalam masjid maka tetaplah dirumahmu.” (HR:Tabrani)
Saudaraku, seperti dikatakan diatas bahwa Masjid adalah tempat suci, rumah Allah, sebaik-baik tempat didunia. Tahukah antum masjid pertama yang terletak didunia?
# Perhatikan Hadist Muttafaqunalaih berikut ini: Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Masjid pertama yang terletak dibumi yaitu: Masjidil Haram, kemudian Masjidil Aqsha.” (HR:Bukhari& Muslim)
# Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Apabila salah seorang dari kamu semua masuk Masjid maka jangan terus duduk sehingga ia shalat dua rakaat.” (HR:Ibnu Majah dari Abu Hurairah)
* Keterangan: Hadist serupa dari Qatadah diriwayatkan oleh:Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Daud, Turmidzi, Nasa`i, dan juga imam Ibnu Majah)
# Al-Alqami berkata mengutip pendapat sebagian ulama bahwa bilangan itu tidak memberikan rakaat dengan kesepakatan para Ulama dan diperselisihkan tentang sedikitnya. Adapun yang shahih adalah agar melakukan kesunahan itu paling sedikit dua rakaat. Para ulama ahli fatwa bersepakat bahwa perintah itu menunjukkan sunnah dan dimakruhkan langsung duduk tidak tahiyatul masjid tanpa udzur. Sekali lagi, masjid adalah tempat suci, tempat shalat (sarana ibadah orang Islam) dan kewajiban kita menjaga kebersihan Masjid, memakmurkan masjid.
# Didalam kitab suci Al-Qur`an surat At-Taubah ayat 18, Allah SWT berfirman:
(Artinya):” Yang akan meramaikan masjid masjid Allah, hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian…(QS:At-Taubah)
Pembaca, tahukah antum keistimewaan (keutamaan) Masjidil Haram dikota suci Mekkah, Masjid Nabawi dikota suci Madinah dan keistimewaan Masjidil Aqsha dipalestina? Dan keistimewaan Masjid Bayt Maqdis?
# Perhatikan Hadist Shahih berikut ini:
* Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Shalat dimasjidku ini (yakni Masjid Nabawi) di Madinah adalah lebih utama daripada 1000 (seribu) kali shalat ditempat lainnya, kecuali dimasjidil Haram.” (HR:Muslim)
# Dan Hadist berikut ini:
* Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Shalat dimasjidku ini (masjid Nabawi) lebih utama1000 (seribu) kali dibanding shalat dimasjid lainnya, kecuali di Masjidil Haram dan shalat dimasjidil haram lebih utama 100.000 (seratus ribu) kali dari Masjid lainnya. (HR:Ahmad dan Ibnu Majah)
# Didalam sebuah riwayat disebutkan dari Ibnu Abbas ra bahwa shalat 1 (satu) kali dimasjid Al-Aqsha sama dengan 1000 (seribu) shalat ditempat lain dan shalat dimasjid Bayt Maqdis sama dengan 500 (lima ratus) kali shalat ditempat lain. Subhanallah!
Sidang pembaca yang terhormat. Diriwayatkan kepada Kami dari Bura`idah ra berkata:” Rasulullah SAW bersabda:” Sesungguhnya masjid-masjid itu didirikan sebagaimana dasar didirikannya.” (HR.Muslim)
# Dan Nabi SAW bersabda:
(Artinya):” Masjid itu adalah rumah setiap orang yang beriman.” (HR:Abu Naim dari Salman)
Ya! Orang mukmin itu menjadi saksi yaitu setiap orang Islam berhak masuk didalamnya. Al–Manawi berkata:” Dalam satu riwayat setiap orang yang bertaqwa.”
# Nabi Muhammad SAW bersabda:
(Artinya):” Apabila kamu semua melihat seorang lelaki membiasakan (shalat) dimasjid, maka saksikanlah bahwa dia orang yang beriman.” (Al-Hadist)
# Sebuah Hadist shahih dari Abu Sa`id Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Apabila kamu lihat seseorang itu biasa pergi kemasjid, maka saksikanlah bahwa ia benar benar beriman! Sebab Allah Azza wa jalla berfirman:” Hanya yang memakmurkan Masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian.” (HR:Turmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Baihaqi)
# Dalam satu riwayat: Yata`aahadul-Masjida, setia kepada masjid. Yang dimaksud adalah membiasakan kemasjid-masjid, yaitu hatinya selalu terpaut dengan masjid-masjid, mulai keluar dari masjid sampai untuk kembali lagi kepadanya. Sebagian Ulama mengutip pendapat Imam An-Nawawi:” Hendaknya ia sangat mencintai Masjid dan membiasakan berjamaah dimasjid. Jadi perngertiannya tidak membiasakan duduk-duduk dimasjid. (Demikian dikemukakan oleh Al-Azizi)
# Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Siapa yang berbicara urusan dunia didalam masjid, maka dileburlah amalnya empat puluh tahun.” (Al-Hadist)
# Ibnu Hajar Al-Haitami berkata dalam Tanhilul akhyar:” Disunnahkan untuk menyatakan kepada orang yang melagukan syair yang tidak patut didalam masjid:” Allah mencegah mulutmu!” Sampai tiga kali. Disunahkan memelihara kesucian masjid dari pembicaraan keduniaan, bertengkar, mengeraskan suara dan dimakruhkan mengambil tempat khusus dimasjid tidak untuk shalat didalamnya.
# Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda:
(Artinya):” Apabila kamu melihat seorang yang berjual beli didalam masjid maka ucapkanlah:” Semoga Allah tidak akan menguntungkan daganganmu.” (HR:Turmidzi dan Hakim)
Adapun yang dimaksud ucapkanlah merupakan anjuran sunnah dan sabda Nabi semoga Allah tidak akan menguntungkan adalah maksudnya do`a agar memperoleh kerugian. Sementara kata mencari adalah yang dimaksud barang hilang didalam masjid, mengeraskan suara dimasjid untuk transaksi perdagangan (jual beli) dan lainnya. An-Nawawi mengemukakan pendapat dari sebagian Ulama: Dimakruhkan mengeraskan suara dalam masjid dengan ilmu atau lainnya. Tetapi Abu Hanifah dan Muhammad bin Salamah dari Ashab Malik membolehkan mengeraskan suara didalam masjid dengan ilmu dan perdebatan serta selain itu dari apa saja yang dibutuhkan para manusia kepadanya.
Al-Azizi mengemukakan pendapat dari gurunya : Sebaiknya hendaknya jangan membenci mengeraskan suara dimasjid untuk pelajaran, berkhutbah jum`at dan selain itu. Demikian pula semua yang disunahkan mengeraskan suara dimasjid, seperti adzan, iqoamat, membaca tabliyah dan shalawat atas Nabi SAW dan bertakbiran pada kedua hari Raya (Idhul Fitri dan Idhul Adha).
# Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya:” Sesungguhnya para malaikat membenci kepada orang orang yang bicara (ngobrol) didalam masjid dengan perkataan yang sia-sia dan dosa.” (Maksudnya ucapan batil dan yang condong dari yang benar) (Al-Hadist)
# Dan Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Masjid-masjid itu akan lapor mengadukan orang-orang yang ke masjid yang membicarakan keduniaan didalam masjid maka para malaikat akan menghadapinya seraya mengatakan:” Kembalilah kamu, kamilah yang benar-benar ditugasi untuk menghancurkan mereka itu.” (Al-Hadist)
# Nabi SAW bersabda:
(Artinya):” Barangsiapa yang menyalakan lampu didalam masjid sekitar apa yang melingkar pada mata maka para malaikat tak henti-henti memohonkan ampun kepadanya selagi lampu itu masih menyala dimasjid.” (Al-Hadist)
# Dan Nabi SAW bersabda:
(Artinya):” Siapa yang membentangkan tikar dimasjid maka para malaikat tidak henti-hentinya memohonkan ampun kepadanya selagi tikar itu masih berada didalam masjid.” (Al–Hadist)
Saudaraku, akhir dari tulisan (religius) ini saya sampaikan setentang bagaimana pahala apa yang akan diterima oleh seseorang yang menjaga kebersihan masjid sebagai berikut:
# Rasululah SAW bersabda:
(Artinya):” Barangsiapa mengeluarkan kotoran dari masjid sekedar pantas dilihat mata, maka Allah SWT mengeluarkan dari sebesar-besar dosa orang itu.” (Al-Hadist)
* Dan dalam sebuah Hadist lain disebutkan bahwa hal itu merupakan mas kawin Bidadari. Subhanallah!
# Riwayat lainnya dari Ibnu Said:
Nabi SAW bersabda:
(Artinya):” Siapa yang mengeluarkan kotoran dari masjid maka Allah membangunkan baginya sebuah rumah disyurga..(HR:Ibnu Majah)
# Dan Hadist berikut ini:
* Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya:” Janganlah engkau jadikan masjid-masjid kamu semua seperti jalan-jalan.” (Al–Hadist)
Sebagai penutup tulisan saya sampaikan Firman Allah SWT yang termaktub didalam kitab suci Al-Qur`an surat An-Nur ayat 36 seperti berikut:
# Allah SWT berfirman:
(Artinya):” Bertasbihlah kepada Allah dimasjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut namaNya didalamnya, pada waktu pagi dan petang.” (QS:An-Nur:36)
Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain, waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
…
# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Terjemah Tanqihul Qaul Oleh: Syaikh Muhammad Nawawi Bin Umar Al-Jawi.#
…
# Artikel ini dapat anda temuka pada website:www:Hajisunaryo.com.#
…