“ BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANGTUA DAPAT MENAMBAH UMUR”

Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim Sayyidina Muhammad. Selamat berjumpa kembali (lewat tulisan). Saudaraku sesama muslim-muslimat. Apa khabar? Sesuai judul tersebut diatas, semoga materi kali ini seperti judul-judul tulisan (religius) saya terdahulu dapat menyejukkan, mendapat tempat dihati setiap pembaca dan yang paling diniatkan penulis nilai-nilai Islam kian dapat tersebarluaskan, insya Allah!.

Kita ucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena karuniaNya, yang karena kasih sayangNya sajalah tulisan (religius) ini saat ini dapat berada dihadapan pembaca. Saya yakin, haqul yakin tanpa izinNya, tanpa kehendakNya tulisan ini tidak mungkin akan ada dihadapan kita sekalian. Kita ucapkan: Alhamdulillah!.
Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling agung yaitu Baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.

# Sidang pembaca, disebutkan dalam Hadist marfu bahwa Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Tiga golongan jiwa manusia tidak dapat melihat mukaku yaitu: Orang yang durhaka terhadap kedua orangtua, orang yang meninggalkan aturanku dan orang yang tidak mau bershalawat atasku ketika namaku disebut dihadapannya.” (Demikian sebagaimana tersebut dalam Al-Jawahir)

# Dan Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Ridho Allah terletak pada ridho orantua dan murka Allah terletak pada murka orangtua.” (HR:Ibnu Hibban dan Al-Hakim)
# Dan dalam satu riwayat disebutkan :” Ridho Allah pada ridho orangtua.” Maksudnya adalah yang pokok sekalipun ia berpangkat. Adapun” Murka Allah pada murka orantua.” maksudnya yang tidak bertentangan dengan syara`.” (Hadist diriwayatkan oleh Turmidzi dan Al-Hakim dari Ibnu Amri bin Al-Ash. Dan Al-Bazzar dari Ibnu Umar bin Khattab yaitu Hadist Shaheh) Hadist ini sebagai ancaman keras yang menunjukkan bahwa durhaka kepada orantua itu siksanya amat keras.

# Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Berbaktilah kepada ayah (dan ibu)mu semua niscaya anak-anakmu berbakti kepadamu, dan jagalah putri-putrimu (terhadap lelaki dari berzina)” (Al-Hadist)
# Dan Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Siapa yang berpagi-pagi kedua orangtuanya meridhoi kepadanya atau salah satu dari keduanya, maka baginya dibukakan pintu-pintu Syurga. Dan siapa yang sore-sore kedua orantua atau salah satu dari keduanya memurkainya, maka dibukakan baginya pintu-pintu Jahanam.” (Al-Hadist)

# Dalam riwayat Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas ra:” Siapa berpagi-pagi mentaati kedua orangtuanya (orang muslim) karena Allah, maka pagi-pagi dua pintu Syurga dibukakan untuknya, jika orantuanya seorang maka satu pintu.” (Al-Hadist)

Hadist ini memberi isyarat bahwa mentaati kedua orantua itu merupakan hal yang mudah karena itu adalah mentaati Allah. Dan demikian halnya durhaka dan menyakiti (Demikian sebagaimana dikatakan Al-Manawi)

# Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Jika kamu sedang shalat (sunnah) lalu ayahmu memanggil kamu maka jawablah dia.” (Al-Hadist)

# Sebab menjawab panggilan kedua orangtua dalam shalat sunah itu lebih utama daripada tidak, itu lebih utama daripada tidak, dan haram menjawab panggilan kedua orangtua dalam shalat fardhu dan shalatnya juga batal secara mutlak karenanya, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah.

# Dan Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Siapa menyakiti kedua orangtuanya atau menyakiti salah satu dari keduanya, maka ia masuk Neraka.” (Al-Hadist)

# Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Tidak dapat seorang anak membalas budi kebaikan ayahnya, kecuali jika mendapatkan ayahnya tertawan menjadi budak sahaya, lalu ia membelinya (Menebusnya) dan memerdekakannya.” (HR:Muslim)

# Dan Hadist juga dari Abu Hurairah ra berkata:” Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:” Tiadalah seorang hamba yang melakukan shalat fardhu, lalu ia mendo`akan kedua orangtuanya dengan memohonkan ampunan Allah, melainkan Allah mengabulkan do`anya dan mengampuninya dengan barokah doa`nya kepada orangtua, sekalipun keduanya itu orang fasik.”
(Demikian dalam Riyadhus Shalihin.)

# Bersabda Rasulullah SAW

(Artinya):” Berbuat baik kepada kedua orangtua (berupa ucapan dan perbuatan) adalah menjadi penebus dosa-dosa besar.” (Al-Hadist)

# Dan Hadist dari Al-Hasan bin Ali ra, Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Berbakti kepada kedua orangtua sebanding dengan jihad.” (HR:Dailami)

# Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Siapa yang meletakkan makanan yang baik (enak) dirumahnya dan dimakan bukan kedua orangtuanya, maka Allah SWT mengharamkannya merasakan lezatnya makanan Syurga.” (Al-Hadist)

# Dan bersabda Nabi SAW:
(Artinya):” Siapa bermalam terasa kenyang perutnya dan segar sedangkan salah satu dari keduar orangtuanya merasa lapar dan dahaga, maka Allah menghimpunnya pada hari Kiamat dalam keadaan lapar dan haus, dan Allah tidak malu-malu menyiksanya pada hari Kiamat.” (Al-Hadist)

# Nabi SAW bersabda:
(Artinya):” Bahwasanya syurga itu bau harumnya didapati jarak lima ratus tahun, sedangkan orang yang memutus hubungan keluarga tidak dapat memperoleh bau syurga. (Demikian kitab Ihya Ulumuddin)

# Dan Nabi Muhammad SAW bersabda:
(Artinya):” Siapa mengangkat kedua tangannya untuk memukul salah satu dari kedua orangtuanya, maka pada hari Kiamat tangannya dibelenggu pada lehernya dalam keadaan lumpuh (mati sebelah)

Para Sahabatnya bertanya:” Jika ia memukul keduanya.” Beliau bersabda:” Tangannya dipotong sebelum melewati As Shiraat (jembatan melintang diatas Neraka menuju syurga) dan dia dipukuli para malaikat.” (Al-Hadist)

# Dari Anas bin Malik ra bahwasanya ia berkata:” Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:” Tidaklah dari seorang yang mati dimana kedua orantuanya tidak meridhoinya, melainkan Allah mengeluarkan ruhnya tanpa  syahadat dan tidak akan keluar dari kuburnya  melainkan pada mukanya tertulis:” Inilah Balasan orang yang durhaka kepada Allah.” Inilah balasan orang yang durhaka kepada kedua orantuanya.” (Dikutip dari Tanqihul Qaul)

# Sahabat Anas bin Malik ra berkata:” Pada masa Rasulullah SAW ada seorang laki-laki bernama Alqomah. Pemuda ini giat dan rajin beramal dan beribadah shalat, puasa dan bersedekah. Tiba-tiba pada suatu hari ia sakit berat semakin kritis sakitnya. Maka istrinya menyuruh orang memanggil Rasulullah SAW menyatakan bahwa suaminya sakit keras dan dalam naza`skaratul maut dan saya ingin menerangkan kepadamu keadaannya. Maka Rasulullah SAW menyuruh Bilal, Ali, Salman dan Ammar ra supaya pergi ketempat Alqomah dan memperhatikan bagaimana keadaannya. Dan ketika telah sampai dirumah Alqomah langsung masuk menemui Alqomah dan menuntunnya supaya membaca: Laa ilaha illallah, tetapi lidah Alqomah bagaikan terkonci tidak dapat mengucapkan itu. Ketika para Sahabat tadi memperkirakan bahwa Alqomah pasti akan mati, mereka menyuruh Bilal supaya pergi memberitahukan hal itu kepada Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW langsung bertanya:” Apakah dia masih mempunyai ayah dan ibu? Jawabnya:” Ayahnya telah meninggal, sedang ibunya masih hidup tetapi terlampau tua.” Rasulullah SAW bersabda kepada Bilal:” Pergilah kepada ibu Alqomah dan sampaikan salamku dan katakan kepadanya:”) Jika engkau dapat berjalan maka pergilah kepada Rasulullah SAW dan jika tidak dapat maka Rasulullah SAW yang akan datang kesini.” Jawab ibu Alqomah:” Saya lah yang lebih layak pergi kepada Rasulullah SAW.” Lalu ia mengambil tongkat dan berjalan hingga masuk kerumah Nabi SAW dan sesudah memberikan salam ia duduk didepan Nabi SAW lalu beliau bertanya:” Beritakan yang sebenarnya kepadaku, jika engkau dusta kepadaku niscaya akan turun wahyu memberi tahu kepadamu. Bagaimana keadaan Alqomah?” Jawabnya:” Dia rajin beribadat, shalat, puasa dan bersedekah sebanyak-banyaknya sehingga tidak diketahui berapa banyaknya.” Tanya Rasulullah SAW:” Lalu bagaimana hubunganmu dengan dia?” Jawabnya:” Saya murka kepadanya.” Mengapa?” Tanya Rasulullah SAW Jawabnya:” Karena ia mengutamakan istrinya lebih daripadaku, mentaati istrinya tetapi menentangku.” Maka Rasulullah bersabda:” Murka ibunya itulah yang mengunci lidahnya untuk mengucap: Laa ilaha illallah.” Kemudian Rasulullah SAW menyuruh Bilal supaya mengumpulkan kayu bakar sebanyak-banyaknya untuk membakar Alqomah dengan api itu. Ibu Alqomah bertanya:” Ya Rasulullah, putraku buah hatiku akan engkau bakar dengan api dihadapanku, gimana akan dapat menerima hatiku.” Rasulullah bersabda:” Hai ibu Alqomah, siksa Allah lebih berat dan kekal, karena itu jika engkau menginginkan Allah mengampuni dosa anakmu  maka relakanlah ia (engkau harus ridho padanya)

Demi Allah yang jiwaku berada pada kekuasaanNya, tidak akan diterima shalatnya, puasanya dan sedekahnya selama engkau murka kepadanya.” Lalu ibu Alqomah mengangkat kedua tangannya sambil berkata:” Wahai Rasulullah, saya mempersaksikan kepada Allah dan mempersaksikan kepada engkau, sesungguhnya saya telah ridho padanya.” Maka Nabi SAW menjumpai Alqomah dan mengajarkan syahadat, Alqomah lalu dapat mengucapkannya dan ia mati pada saat itu Sahabat Anas ra berkata: Kemudian Nabi SAW menyuruh supaya segera memandikan , dikafankan dan agar menguburkannya. Dan sesudah dikuburkan, lalu Nabi SAW berdiri diatas tepi kuburnya seraya bersabda:(Artinya)” Wahai Sahabat muhajirin dan Anshar, siapa yang mengutamakan istrinya daripada ibunya maka ia terkena kutukan (laknat) Allah, malaikat dan manusia semuanya, bahkan Allah tidak menerima daripadanya ibadat fardhu dan sunatnya. Kecuali jika bertobat benar-benar kepada Allah dan berbuat baik terhadap ibunya dan meminta kerelaannya, sebab ridho Allah dikaitkan dengan ridho ibu dan murka Allah juga didalam murka ibu.” (Dikutip dari Tanqihul Qaul)


Akhir dari tulisan (religius) ini ingin saya menyampaikan sebuah Hadist yang datangnya dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:(Artinya):” Berbakti terhadap  kedua orangtua dapat menambah umur (membawa keberkahan umurnya sehingga perjalanan hidupnya ia melaksanakan ketaatan.) (HR:Ibnu Adiy)

T       Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabakaratuh.

# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Terjemah Tanqihul Qaul Oleh: Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi.#

# Artikel (Religius) ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com.#

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.