“ SEORANG MUKMIN TIDAK MENGHARAPKAN KEMATIAN TETAPI BILA KEMATIAN DATANG IA SUDAH SIAP UNTUK MENYAMBUTNYA.”

Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Alhamdulillahirrabbil alamin washalatu washalamu  ala Sayyidina Muhammadin Sayyidil mursalina wa ala alihi washohbihi ajmain. Alhamdulillah dengan rasa syukur kehadirat Allah SWT yang dengan Rahmat dan inayahNya, al fakir dengan sidang pembaca masih dapat berjumpa (lewat tulisan) kali ini sesuai judul tersebut diatas, semoga bermanfaat, menyejukkan dan yang paling diniatkan penulis adalah nilai-nilai Islam kian dapat tersebarluaskan.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita, junjungan umat, Nabi termulia, Rasul paling Agung yaitu Baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya. Saudaraku, sesungguhnyalah Allah SWT berkali-kali memberi peringatan kepada kita (manusia) agar hanya memiliki satu tujuan saja (hidup) didunia ini, yaitu beribadah kepada Allah SWT.

# Sesuai FirmanNya:
(Artinya):” Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu.(QS:Adz-Dzariat:56)

Dan manusia diperingatkan oleh Allah SWT bahwasanya kehidupan dunia adalah sebagai ujian, semata-mata untuk mengetahui siapakah yang lebih baik amalnya setelah menikmati segala pemberian Allah SWT dan kematian adalah untuk memperlihatkan hasil ujian tersebut.

# Perhatikan Firman Allah SWT:
(Artinya):” Maha suci Allah yang ditanganNya lah segala kerajaan dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu. Dialah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya dan Dia maha perkasa lagi maha penyantun.” (QS:Al-Mulk:1-2)

Jadi saudaraku,dunia ini adalah tempat ujian. Oleh sebab itu segala bentuk kemudahan dan kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah hanyalah untuk diambil faedahnya (yaitu) seperlunya saja. Dan selebihnya unutk disimpan dikhazanah Allah untuk kemanfaatan dirinya kelak diakherat.

Dengan demikian suatu kelalaian yang sangat besar yang akan mengakibatkan kerugian dan penyesalan yang tidak terhingga, jika kita sibuk dalam urusan kebendaan, dengan melupakan perintah-perintah Allah dan menutup mata kita dari melihat tujuan pemberian semua kebendaan itu kepada kita. Dalam keadaan seperti itu kita akan sangat menyesal, jika kita meninggalkan seluruh hasil usaha itu untuk orang lain lalu kita sendiri akan pergi kealam lain. Malaikat maut yang datang itu bergantung kepada tingkat iman dan amal sholehnya seseorang semakin banyak amal sholeh orang itu, maka bentuk malaikat maut yang akan datang dalam mencabut rohnya akan semakin menyenangkan dan sebaliknya, semakin besar dosanya maka bentuknya akan semakin menakutkan.

Dekat-dekat hari seseorang hamba Allah akan wafat, malaikat maut akan berulang-ulang mengunjungi orang tersebut, kadang kadang ia menunjukkan dirinya dengan jelas, bahkan kadang yang bersangkutan dan hanya orang dekat ajal itulah saja yang bisa melihat, merasakan dan mendengar namun tidak sanggup menyampaikan atau menceritakan hal ini kepada manusia lain siapapun.
Bagi orang yang banyak amal sholehnya (ibadahnya) adalah yang bisa sanggup mewaspadai dirinya telah disinyalkan oleh sang malaikat maut, namun sebaliknya bagi seseorang yang banyak dosanya tidak merasa sadar akan adanya sinyal tersebut. Hanya dirasakan sebagai suatu keanehan belaka yang lewat begitu saja disaat ujung akhir kehidupannya.
Bagi sebagian orang, kematian merupakan sesuatu yang sangat ditakuti. Sementara bagi (orang) mukmin, kematian merupakan sesuatu yang dinanti. Subhanallah! Mereka (orang mukmin) tidak mengharapkan kematian, tetapi apabila kematian datang pada dirinya, mereka sudah siap untuk menyambutnya. Senyum mereka mengembang, wajah mereka cerah (ceria) kerinduan kepada Rabb sang kekasih tak berapalagi akan terobati.

# Betapa tidak, perhatikan Hadist Nabi SAW berikut ini:
* Rasulullah SAW bersabda:
(Artinya):” Sesungguhnya manusia mukmin ketika hendak memasuki akhirat dan meninggalkan dunia, turunlah malaikat kepadanya dengan wajah yang bersinar seperti cahaya matahari. Mereka duduk didekat mayat sepanjang mata memandang. Lalu datanglah malaikat maut dan duduk didekat kepalanya dan berkata:” Hai Roh yang baik, keluarlah menuju ampunan Allah dan keridho`anNya. Maka keluarlah roh itu mengalir seperti mengalirnya tetesan air dari mulut (corong) cerek, malaikat maut mengambilnya. Apabila ia sudah mengambilnya, ia tidak membiarkannya berada ditangannya sekejab matapun sampai ia menyimpannya didalam kafan. Dari roh itu keluarlah bau harum semerbak memenuhi permukaan bumi.” (Kitab Ibnul Qayyim Al-Jauziyah Al-Ruh Hal:44-45)

# Dan Hadist Rasul berikut ini Nabi Muhammad SAW bersabda:
(Artinya):” Sesungguhnya ketika seorang mukmin sedang sakaratul maut, malaikat maut duduk disebelahnya dengan sikap yang sangat merendah, layaknya seorang budak. Lalu bersama rombongannya perlahan-lahan dia berdiri, tidak mau menghampirinya sebelum mengucapkan salam dan menggembirakannya dengan khabar syurga.” (Kitab Bihar Anwar Jus 6 halaman 167)

Saudaraku, sidang pembaca yang terhormat. Sampai disini saya sudahi dulu tulisan ini, terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Jumpa lagi kita insya Allah dengan tulisan (religius) saya yang lain tentu saja dengan judul dan materi yang lain. Waafwa minkum wassalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh.


# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku:KENIKMATAN ALAM KUBUR Oleh:Abdurrahman Busyairi.)#



# Artikel (religius) ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#


This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.