“BUKU CATATAN AMAL YANG DIDALAMNYA TIDAK ADA BACAAN ISTIGHFAR MAKA BUKU ITU MENJADI GELAP.”

Assalamualaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahim. Allahumma shalli wassalim wabarik ala Sayyidina Muhammad. Selamat berjumpa kembali (lewat tulisan) dengan al-fakir sidang pembaca. Apa khabar? Senang sekali saya sebagai penulis, mendengar berita bahwa semakin hari semakin bertambah minat membaca bacaan bernafaskan Islam. Alhamdulillah! itu artinya, apa yang sama-sama kita niatkan yaitu nilai-nilai iman , nilai-nilai Islam menjadi kenyataan  kian dapat tersebar luaskan.

Puja dan puji syukur hanya untuk Rabb, Tuhan seru sekalian alam. Sebab hanya karena Rahmat serta karuniaNya sajalah artikel (religius) ini sesuai judul tersebut diatas saat ini dapat berada dihadapan antum, sidang pembaca. Alhamdulillah!. Shalawat serta salam kita mohonkan semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya beserta para Sahabatnya.

Sidang pembaca yang terhormat. Dalam sebuah kitab disebutkan bahwa Abu Dzar mengatakan: Rasulullah SAW pernah bersabda:” Tidak ada seorang mukmin kecuali dirinya mempunyai buku catatan amal, tatkala buku itu digulung yang didalamnya tidak ada bacaan istighfar, maka buku itu menjadi gelap ketika buku tersebut digulung yang didalamnya terdapat bacaan istighfar, maka buku itu mempunyai nur yang bercahaya. ( Buku: Menyingkap 110 Misteri Alam Kubur. Hal 115)

Buku orang tersebut diangkat setiap hari, setelah satu tahun buku catatan amal tadi kemudian dikumpulkan dipertengahan bulan sya`ban. Lalu dibuanglah perkataan dan perbuatan orang tersebut yang tidak berguna. Setelah itu, buku catatan amal dikumpulkan setiap tahun di sijjil.

Tatkala telah sampai ajal seseorang maka buku yang didalam sijjil dikumpulkan beserta bagiannya. Ketika ruhnya keluar, maka buku itu digulung lalu dikalungkan dilehernya. Buku catatan amalnya juga diberi stempel untuk diikutkan bersama dirinya didalam kubur. Dan inilah makna dari Firman Allah SWT surat Al-Isra ayat tiga belas seperti berikut:

# Firman Allah SWT:
(Artinya):” Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (Sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya.” (QS:Al-Isra:13)
* Maksudnya: Kami telah mengalungkan pada leher manusia buku catatan amal. Kenapa ditentukan pada leher, karena leher itu adalah tempat kalung, juga sebagai tempat perhiasan dan keburukan.” Kami mengeluarkan kitab tersebut dihari Kiamat kepada seluruh makhluk dalam keadaan terbuka.” Maksudnya memberikan catatan amal kepada para makhluk. Lalu dikatakan kepada para makhluk :
FirmanNya:” Bacalah bukumu yang telah kamu penuhi dengan catatan amalmu sewaktu didunia . Cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.” (QS:Al-Isra:14)

Ketika Allah SWT mengumpulkan para makhluk dihalaman Kiamat dan menghendaki untuk dihisab, maka melayanglah kitab para makhluk itu diatasnya, seperti embun. Kemudian ada pemanggil dari hadapan Dzat yang Maha Penyayang:” Wahai fulan ambillah kitabmu dengan tangan kananmu. Wahai fulan ambilah kitabmu dengan tangan kirimu. Wahai fulan ambillah kitabmu dari arah belakang punggungmu, maka seseorang tidak akan mampu untuk mengambil kitabnya, kecuali dengan apa yang perintahkan oleh Allah.

Bagi orang yang bertaqwa, kitabnya akan diberikan dengan tangan kanan mereka. Orang yang durhaka kitabnya diberikan dengan tangan kiri mereka. Sedang bagi orang kafir kitabnya diberikan dari arah belakang punggungnya. Sebagaimana disebutkan Allah dalam FirmanNya.

# Firman Allah SWT
* (Artinya):” Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakangnya, maka dia akan berteriak: “Celakalah aku.” dan ia akan masuk kedalam api Neraka yang menyala-nyala.” (QS:Al-Insyiqaq:10-11-12)

# Dengan demikian, bahwa manusia yang dihisab itu ada tiga golongan.

-Pertama: Golongan yang dihisab dengan hisab yang mudah. Meraka ini orang-orang yang bertaqwa.

-Kedua: Golongan yang dihisab dengan hisab yang sangat teliti, kemudian dirusak. Mereka ini adalah orang-orang kafir.

-Ketiga: Golongan yang dihisab dengan sangat teliti, namun mereka bisa selamat. Mereka ini adalah orang beriman yang bermaksiat.

Adapun orang yang dihisab dengan hisab yang ringan maka ia termasuk yang menerima kitabnya dengan tangan kanannya. Seperti disebutkan dalam FirmanNya

# Firman Allah SWT:
*(Artinya):” Adapun orang yang diberikan kitabnya dari (tangan) kanannya, maka ia akan diperiksa (dihisab) dengan pemeriksaan yang mudah.” (QS:Al-Insyiqaq:7-8)

# Rasulullah SAW pernah ditanya tentang masalah hisab yang ringan. Maka beliau menjawab:” Seseorang melihat buku catatan amalnya, lalu ia lewat dari tempat hisab itu. Sedangkan yang kitabnya diberikan dari tangan kirinya, maka ia berkata:” Semoga aku tidak diberi buku catatan amal.” (Buku Menyingkap 110 Misteri Alam Kubur hal117)

# Barangsiapa yang diberikan kitab dengan tangan kirinya, maka ia berada dalam siksaan meskipun ia mempunyai kebaikan, sebagaimana orang-orang kafir. Karena sesungguhnya kebaikan yang disertai kekufuran itu tidak ada pahalanya. Adapun diantara ciri-ciri orang kafir setelah dibangkitkan dari kuburnya adalah bentuk jasadnya seperti gunung Hira dan gunung Abu Qubais. Kedua gunung ini berada di Mekkah. Kepada orang kafir terdapat mahkota dari api, pakaiannya dari tembaga cair, dilehernya terdapat bara api yang menyala-nyala, tangannya dibelenggu kelehernya, wajahnya sangat hitam, kedua matanya melotot. Orang-orang kafir ini akan kembali kepada saudara-saudaranya.

Saudaraku, sidang pembaca. Sebelum saya akhiri tulisan ini ingin saya sampaikan Hadist Al-Barra` bin Azib setentang ruh orang mukmin dan kafir dicabut, sebagai berikut:

# Al-Barra` bin Azib berkata:” Kami pernah mengiringi jenazah seorang Anshar bersama Rasulullah SAW dan kami sampai kepekuburan sedangkan liang lahat belum digali. Lalu Rasulullah SAW duduk menghadap kiblat dan kami pun duduk disekitarnya, seakan-akan ada burung hinggap dikepala kami (karena saking tenangnya) Rasulullah SAW membawa tongkat ditangannya, ia memukul-mukulkan tongkat tersebut ketanah, lalu melihat kearah langit dan melihat lagi ketanah, menaikkan pandangannya, dan menurunkannya tiga kali lalu berkata:” Berlindunglah kalian kepada Allah dari Azab kubur..!” Beliau (Nabi SAW) mengucapkan itu dua atau tiga kali, lalu bersabda:” Ya, Allah aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur!” Sebanyak tiga kali. Beliau melanjutkan:” Jika seorang hamba yang beriman menghadap saat-saat akhirnya di dunia dan menghadapi akherat malaikat yang putih wajahnya turun dari langit, wajah mereka putih bagaikan matahari mereka membawa kain kafan dan minyak wangi dari syurga, mereka duduk ditempat sejauh pandangan matanya lalu malaikat maut datang dan duduk dikepalanya, kemudian mengatakan:” Wahai jiwa yang baik (dalam riwayat lain jiwa yang tenang) keluarlah,keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah.” Rasulullah SAW melanjutkan:” Lalu jiwanya keluar bagaikan air yang mengalir dari botol dan diambil oleh malaikat maut.”

# Dalam riwayat lain dikatakan, setelah ruhnya keluar malaikat yang ada diantara langit dan bumi menshalatkan untuknya dan dibukakan untuknya pintu-pintu langit. Setiap penjaga pintu berdo`a agar ruh itu dinaikkan dari pintu mereka. Setelah ruh diambil oleh malaikat maut, malaikat lain tidak membiarkan ruh itu dipegang oleh malaikat maut, malaikat lain segera mengambilnya dan meletakkannya dikain kafan yang diulasi oleh minyak wangi.

Inilah yang dimaksud dalam Firman Allah surat Al-An`am ayat 61

# Firman Allah SWT

*(Artinya):”….Sehingga apabila datang kematian kepada salah satu seorang diantara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.” (QS:Al-An`am:61)

Bau wangi ruh itu seperti bau minyak kasturi paling wangi yang ada dimuka bumi: Nabi SAW melanjutkan:” Lalu malaikat membawa ruh itu naik kelangit setiap kali melewati malaikat, mereka bertanya:” Wangi apa ini?” Dijawab:” Ini adalah fulan bin fulan, disebutkan namanya yang terbaik ketika didunia. Sesampainya mereka diujung langit dunia, mereka meminta izin kepada penjaga langit dan mereka pun diizinkan masuk. Malaikat yang dekat dengan Allah setiap disetiap langit ikut mengiringi rombongan mereka kelangit selanjutnya hingga sampai kelangit ketujuh. Lalu Allah SWT berfirman:” Tuliskan catatan amal hambaKu ini di Illiyin (tempat tinggi) seperti dalam ayat 18-21 surat Al-Muttafifin berikut ini:

# Firman Allah SWT:
*(Artinya):” Sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam Illiyiin. Tahukah kamu apakah Illiyin itu? (Yaitu) Kitab yang bertulis, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah).” (QS:Al-Muttafifin:18-21)

Lalu catatan amalnya dituliskan di Illiyiin, Allah pun berfirman:” Kembalikan ia kebumi, Aku menciptakan dirinya dari bumi dan kepada bumi Aku akan mengembalikannya , Aku juga akan membangkitkannya sekali lagi dari bumi.” ( Buku:Detik-Detik Sakaratul Maut. Oleh: Shalahuddin As-Said. Halaman 73-74)

Selanjutnya Hadist ini menjelaskan setentang bagaimana ruh orang kafir dicabut, namun sengaja penulis akhiri tulisan ini sampai disini dulu, Insya Allah dilain kesempatan, ditulisan yang lain saya akan sampaikan kelanjutan materi ini setentang bagaimana dicabutnya ruh orang kafir. Terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

# Bahan-bahan (materi) diambil dan dikutip dari buku: Detik-Detik Sakaratul Maut. Oleh: Shalahuddin As-Said. dan buku: Menyingkap 110 Misteri Alam Kubur. Oleh:Salim Hadad.#

# Artikel (religius) ini dapat anda temukan pada website:www:Hajisunaryo.com#

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.