Assalamualaikum wr wb
Allahumma shalli wassalim sayyidina Muhammad .
Puja dan puji hanya milik Allah , hanya kepada-Nya kita menyembah dan hanya kepada -Nya kita memohon pertolongan. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta para keluarganya beserta para sahabatnya.
Saudaraku sidang pembaca .
Allah SWT menurunkan Al Qur’an secara berangsur-angsur , sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan umat pada waktu itu. Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT dalam surat Al-Isra ayat 106 :
( Artinya ) : ” Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan
dan Kami menurunkannya sebahagian.” ( QS : Al-Isra : 106 ).
Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur mengandung beberapa hikmah , antara lain :
1. Agar Al-Qur’an lebih mudah dapat dihayati dan diamalkan dalam keadaan sehari-hari.
2. Sebagai jawaban terhadap peristiwa
Yang terjadi dalam masyarakat , sehingga jelas hukumnya , contoh Firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 219.
( Artinya ) : ” Mereka bertanya kepadamu ( Muhammad ) tentang Arak dan judi . Katakanlah : ” Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat
bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” ( QS : Al- Baqarah : 219 ).
Contoh ayat yang turun dikarenakan terjadi suatu peristiwa seperti Firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 221 sebagai berikut :
( Artinya ) : ” Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman, sesungguhnya wanita budak yang beriman lebih baik dari wanita musyrik walaupun dia menarik hatimu.Dan janganlah kamu menikahi orang-orang musyrik ( dengan wanita-wanita mukmin )sebelum mereka beriman, sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu.Mereka mengajak keneraka
sedang Allah mengajak ke Syurga dan ampunan dengan izin-Nya.Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.” (QS : Al-Baqarah : 221 ).
Ayat ini turun sehubungan dengan peristiwa Martsad yang diutus Nabi Nuhammad SAW ke Mekkah untuk menjemput umat Islam yang masih bermukim disana.
Seorang wanita musyrik yang cantik dan kaya raya merayu Martsad untuk dijadikan istri.Pada prinsipnya permintaan wanita tersebut disetujui Marstad dengan syarat apabila mendapat restu dari Nabi Muhammad SAW .Sesudah kembali ke Madinah Marstad menyampaikan maksudnya meminta Nabi SAW untuk merestui pernikahan Marstad dengan wanita idamannya, sehingga turunlah ayat Al-Qur’an yang melarang menikahi wanita musyrik.
Pada umumnya ayat-ayat hukum diturunkan diawali dengan suatu kejadian , atau pertanyaan , untuk menjelaskan hak-hak yang perlu diketahui oleh masyarakat.
Sidang pembaca , saya sudahi dulu tulisan religius ini , terima kasih atas segala perhatian serta mohon maaf apabila terdapat kesalahan.Jumpa lagi kita , insya Allah dikesempatan lain tentu saja dengan judul tulisan saya yang lain. Waafwa minkum wassalamualaikum warahmtullahi wabarakatuh.
*****
* Bahan-bahan ( materi ) diambil dan dikutip dari buku : LINTASAN SEJARAH AL-QUR’AN . Oleh : Achmad Syauki . *
*****
* Artikel religius ini dapat anda temukan pada Website : Http// Hajisunaryo.com .*
****
http://hajisunaryo.com/memilih-istri-menurut-tuntunan-rasulullah-saw/
Categories
Cari Artikel
penggunjung